
Setelah pulang dari counter, Salman membersihkan diri lalu merebahkan diri di ranjang tempat tidurnya. Meskipun rasa capek menderanya, ia belum bisa memejamkan matanya.
Berasal dari keluarga yang memiliki sejumlah ladang uang, tidak serta merta membuatnya menjadi pemuda yang gemar berfoya-foya.
Tapi justru waktunya juga banyak tersita untuk mempelajari lebih dalam tentang kiat-kiat sukses dari keluarganya.
Tak segan-segan ia juga terjun langsung dalam mengembangkan bisnis papa dan opanya. Ia dan papanya bergiliran mengontrol dua usaha.
Yakni showroom yang tersebar di beberapa kota dan itu dulu adalah milik opa Atmaja. Dan setelah papanya menikah dengan mamanya, semua showroom itu telah dilimpahkan kekuasaannya pada papanya, Reyhan.
Dan counter yang juga tersebar di beberapa wilayah di di kotanya. Yang merupakan usaha yang di rintis oleh papanya sejak ia masih muda.
Di tambah lagi, Salman menjabat menjadi seorang ketua dalam sebuah organisasi sosial yang ada di kotanya.
__ADS_1
Yang selalu menggerakkan anak-anak muda untuk berpartisipasi aktif merangkul orang-orang yang membutuhkan, menyantuni mereka dan membuka tempat bagi mereka untuk berlatih ketrampilan. Tentu saja semua dana berasal dari uang saku Salman.
Ia ikhlas dan rela melakukan semua itu dan tanpa mengharapkan balasan apapun juga. Baginya dengan berbagi sudah membuat hatinya senang, karena bisa melihat senyum yang terukir di wajah kaum dhuafa.
Jika ia cukup longgar, maka pada pagi hari ia ikut membagikan makanan di pinggir jalan, seperti yang dilakukan beberapa hari lalu.
Ia mengecek beberapa notif pesan yang belum sempat ia buka saat di counter tadi. Karena di jam akan pulang, counter justru di banjiri para pembeli.
Ia mengernyitkan dahi ketika melihat nama Wulan muncul dalam aplikasi WhatsApp nya. Di dorong rasa penasaran akan tingkah Wulan yang selalu usil dan aneh, akhirnya ia membuka terlebih dulu pesan itu dan membacanya.
Salman mengernyitkan dahi, ia lupa jika pernah meminjamkan buku pada gadis itu. Karena memang jarang bertemu dengannya.
Sejenak ia berpikir dimana harus menemuinya. Akhirnya, ia mengetik balasan pesan tersebut, lalu membalas beberapa chat lainnya sampai selesai, barulah tidur.
__ADS_1
**
Pada pagi hari, Salman sekeluarga menikmati sarapan pagi bersama. Suasana yang hangat selalu mereka rasakan.
Setelah selesai sarapan, Salman berangkat ke showroom dengan mengendarai mobil sendiri, karena pada siang harinya ia akan ke counter untuk melakukan pengecekan.
Semua berjalan sesuai dengan rencana. Setelah jam makan siang, Salman pun mengendarai mobilnya menuju counter.
Sesampainya di counter yang pertama, ia mengamati dari mobilnya, counter besar milik papanya yang selalu ramai pengunjung. Lalu barulah ia turun dan mengedarkan pandangannya ke setiap sudut ruangan.
Para karyawan bekerja sebagaimana mestinya. Selama counter berdiri, tidak pernah sekali pun ada yang berbuat kecurangan. Karena papanya sangat memperhatikan kesejahteraan karyawannya. Sehingga mereka pun memberikan imbal balik yang baik.
Salman kembali melangkah mendekat ke arah stok barang yang terpajang, lalu mengecek dan mencocokkan dengan yang ada di layar laptop. Setelah nya, ia mendata jumlah barang apa saja yang perlu di tambah dalam waktu dekat.
__ADS_1
Setelah pengecekan counter pertama selesai, dilanjutkan dengan counter berikutnya, sampai ke sepuluh cabang counter nya.
Setelah mengantongi data pentingnya, barulah ia bisa pulang dengan lega. Ia melajukan mobilnya menuju ke rumah, karena hari sudah semakin sore.