
Tempat wisata terakhir yang akan mereka kunjungi adalah Albert Cuyp Market. Seperti pasar pada umumnya, yang menyediakan segala jenis barang-barang kebutuhan sehari-hari. Mulai dari bahan makanan, baju, cemilan dan masih banyak lagi tentunya.
Mereka membeli banyak barang-barang kebutuhan sehari-hari. Ketika Wulan mendekat ke arah penjual baju, ia terkejut ketika ada yang menjual peralatan sholat juga.
Entah kenapa hatinya tergerak untuk ingin membeli barang yang seharusnya tidak ia beli. Ia menyuruh penjual untuk segera membungkus satu set peralatan sholat. Dan tak lupa ia juga membeli baju dan celana panjang, untuk mengelabui keluarganya.
Saat ia masih menunggu penjual yang memasukkan seluruh barang-barang belanjaan nya, sesekali ia menoleh ke arah keluarganya. Karena ia tak ingin apa yang sedang dibelinya, di ketahui oleh mereka.
"Terima kasih sister." ucap Wulan dengan bahasa setempat, ketika akad jual belinya telah selesai.
"Sama-sama, semoga Tuhan selalu memberkati dan merahmati mu di manapun berada." balas sang penjual yang memakai penutup kepala, layaknya seorang muslim.
"Aamiin." balas Wulan sambil tersenyum ramah, lalu segera pergi dari lapak penjual tersebut.
Ia berjalan melihat ke kanan dan kiri memperhatikan aneka jualan yang memanjakan mata. Tapi apa yang di belinya tadi, baginya sudah cukup.
__ADS_1
Ia berlari kecil ketika melihat mommy tengah membeli baju.
"Wulan, kamu mau kembaran dengan mommy ngga." mommy memperlihatkan baju yang hendak dibelinya pada Wulan. Sebuah gaun pesta yang lebih cocok untuk dipakai tidur. Wulan menggelengkan kepalanya.
"Wulan kan jarang ma pergi ke pesta, jadi takutnya buang-buang uang kalau beli sesuatu yang belum Wulan butuhkan." Wulan sengaja mencari alasan yang masuk akal.
"Hem, baiklah." mommy tak memaksa. Akhirnya ia membayar total belanjaannya sendiri.
Setelah puas berkeliling, mereka menghampiri lapak oenjual makanan siap saji. Karena perut mereka terasa keroncongan.
Wulan seketika merasa deg-degan, takut ketahuan oleh keluarganya. Namun ia berusaha santai. Ia mengambil baju dan celana yang tadi ia beli, lalu meletakkan paper bag nya di bawah kakinya.
"Oh sayang, kamu selalu memakai baju dan celana panjang, apa tidak gerah?" tanya mereka bersamaan.
"Tidak kok. Sepertinya akhir-akhir ini kulit Wulan sedikit sensitif kalau terkena paparan sinar matahari langsung. Jadi sebaiknya Wulan pakai baju dan celana panjang." lagi-lagi Wulan berdusta pada keluarganya.
__ADS_1
Beruntung sekali keluarganya tidak banyak bertanya lagi, dan kebetulan pesanan mereka juga telah datang. Wulan bernafas lega.
Mereka memasukkan barang-barang belanjaan mereka dalam paper bag masing-masing, lalu mulai menikmati hidangan yang telah disediakan.
Perut telah kenyang terisi berbagai makanan. Hati telah puas berkeliling ke setiap sudut tempat. Dan berbagai macam barang yang diinginkan telah di beli. Mereka pun beranjak pergi meninggalkan tempat itu. Tentunya setelah membayar total makanannya.
Mereka pun melajukan mobilnya menuju pulang. Walaupun lelah tetapi hatinya sangat senang.
Hampir satu jam akhirnya mereka tiba di rumah. Dengan langkah pelan mereka memasuki kamar masing-masing untuk membersihkan diri.
Begitu juga dengan Wulan, gadis itu mengguyur tubuhnya dengan air hangat yang membuat otot-otot badannya terasa kembali rileks.
Setelah selesai mandi, ia segera mencuci barang belanjaannya. Lalu menjemurnya di kamar mandi. Ia harus pintar-pintar menyembunyikan mukena yang baru saja di belinya agar tidak ketahuan siapa pun juga.
"Ya Tuhan, semoga ini jalan terbaik yang Engkau pilihkan untukku di hari ulang tahun ku." gumam Wulan sambil menghirup nafas dalam-dalam.
__ADS_1