Kisah Cinta Anak Juragan

Kisah Cinta Anak Juragan
278. Ujung cerita


__ADS_3

Kini rombongan Salman dan teman-temannya sudah tiba di Indo. Sopir pribadi telah menunggu kedatangan mereka, dan siap untuk mengantarkan pulang.


Sopir yang telah mengetahui kabar duka yang menimpa majikannya, tidak berani bertanya macam-macam.


Sesampainya di rumah, Salman menghubungi bawahan papanya, untuk menggelar acara doa bersama selama tujuh hari.


Tidak hanya Salman, Aisyah dan Fatim juga akan menggelar doa bersama di kediamannya masing-masing.


**


Saat digelar acara doa bersama, rumah Salman dipenuhi oleh rekan-rekan dan teman-temannya yang ingin mendoakan papa Reyhan dan opa Atmaja.


Mereka sangat tidak percaya, jika kini orang-orang baik dari keluarga Salman telah tiada.


Tidak sedikit dari mereka, yang berspekulasi bahwa keluarga Salman meninggal dalam keadaan Husnul khatimah.


Mereka para pembaca doa juga begitu berharap, bisa meninggal dalam keadaan yang baik seperti itu.


**


"Maa syaa Allah, cantik sekali anak Daddy." Ucap Salman pada putri kecilnya.


Pria itu menggendong putri kecilnya dan membawanya menuju ruang makan.


Baby Maryam kini telah berumur lima tahun. Dan ia sudah bersekolah di taman kanak-kanak. Gadis kecil itu memakai seragam gamis berwarna abu-abu, dan jilbab berwarna pink. Terlihat sangat cantik dan begitu menggemaskan. Sehingga Daddy-nya mencium pipinya berulang kali.


"Ayo, sayang. Kamu makan dulu. Mau makan apa?" Tanya Wulan pada putrinya.

__ADS_1


"Sandwich saja, mom."


"Okay."


Tangan Wulan bergerak cepat membuatkan sandwich untuk putri kecilnya. Dan tak lama kemudian, menghidangkan menu kesukaan anaknya.


Maryam segera memakan sandwich itu dengan lahap. Kedua orang tuanya yang melihat anaknya lahap makan, tersenyum.


Tak lama kemudian, mereka telah selesai sarapan pagi. Salman bersiap berangkat menuju ke showroom. Sedangkan Wulan bersiap mengantarkan anaknya sekolah.


"Dad, Maryam sekolah dulu ya." Ucap Maryam, sambil mencium punggung tangan Salman.


"Iya, sayang. Kalau disekolah, kamu harus fokus memperhatikan apa yang ustadzah ajarkan ya."


"Siap, dad." Maryam mengedipkan sebelah matanya pada Daddy-nya.


Salman yang gemas kembali mengecup kedua pipi anaknya yang gembul.


"Ayo, Dad. Mommy juga disayang pipinya." Sorak Maryam dengan kegirangan.


"Ini demi putri kita ya." Ucap Salman sambil menyunggingkan senyum.


Secepat kilat ia mengecup seluruh wajah Wulan. Sehingga membuat wajah istrinya bersemu merah.


Maryam meminta pada Daddy-nya, untuk memperlakukan hal yang sama antara dirinya dengan Mommy nya. Jika tidak, maka bocah kecil itu akan menganggap Daddy-nya tidak adil.


**

__ADS_1


Sementara itu di kediaman Fatim, ia juga tengah bersiap-siap mengantarkan putri kecilnya menuju ke sekolah.


Sementara suaminya tengah terbang ke Belanda, untuk mengurus perusahaan papanya. Dan akan pulang sebulan sekali.


Walaupun harus long distance, keduanya tetap menjaga keharmonisan hubungan rumah tangganya dengan baik.


Mereka saling percaya satu dengan yang lainnya. Dan memasrahkan semuanya pada sang pemilik kehidupan.


**


Sementara itu Aisyah bergandengan tangan dengan putri kecilnya. Keduanya berjalan bersama menuju gedung madrasah yang terletak di kawasan pondok itu.


Terdengar suara klakson mobil dari arah belakang. Aisyah pun menarik tangan putri kecilnya untuk lebih menyingkir.


Terlihat mobil Wulan yang melintas melewati pasangan ibu dan anak itu. Aisyah dan anaknya menghampiri Wulan dan Maryam yang baru saja turun dari mobil.


Kedua pasangan ibu dan anak itu berjalan beriringan menuju gedung sekolah.


Sesampainya di depan kelas, Wulan berjongkok di hadapan putri kecilnya sambil menyunggingkan senyum.


"Sayang, ingat pesan Daddy tadi ya. Maryam harus mendengarkan apa yang dikatakan ustadzah dengan baik." Pesan Wulan.


"Siap, mom." Keduanya adu tos, lalu Wulan kembali mencium kening putrinya.


"Ai, titip Maryam ya. Aku bantuin suamiku dulu."


"In shaa Allah, Wulan. Orang tua kita tidak ada, makanya harus saling menjaga."

__ADS_1


"Iya, betul itu. Aku pamit ya, Ai. Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumussalam."


__ADS_2