Kisah Cinta Anak Juragan

Kisah Cinta Anak Juragan
83. Kode dari kakek


__ADS_3

Setelah selesai makan siang, Fatim membantu membereskan piring dan sisa makanan. Kakek Somad kembali menunggu jualan cilok nya yang sisa sedikit. Sedangkan Salman segera kembali menunggu counter. Agar karyawan nya bisa mengerjakan sholat dan menikmati makan siang dengan lebih tenang.


Tak berselang lama, setelah urusan membantu Oma Rohmah selesai, Fatim menghampiri kakeknya yang tengah duduk membaca bukunya sambil menunggu pembeli.


"Kakek juga mau jadi dokter?" tanya Fatim yang mengejutkan kakeknya, karena suara langkah kakinya tidak terdengar sama sekali.


"Fatim, kamu mengejutkan kakek saja." Kakek berucap sambil mengusap dadanya, membuat gadis itu sedikit terkekeh.


"Mungkin kakek terlalu serius, jadi tidak mendengar suara langkah kaki ku." ucap Fatim santai.


Baru saja ia akan duduk, seorang pembeli sudah menghampiri gerobak jualannya. Fatim pun segera melayaninya.


Setelah selesai, barulah ia kembali duduk.


Dari arah pintu counter sebelah samping, Fatim bisa melihat sedikit bayangan Salman yang bergerak tengah melayani pembeli. Dan hal itu di ketahui oleh kakek Somad. Ia pun tersenyum tipis sembari geleng-geleng kepala.


"Hati-hati, kebanyakan lirik-lirik bisa membuat mata sakit." guraunya pada cucu satu-satunya itu.

__ADS_1


"Eh, ka_kakek. Fatim hanya meregangkan otot-otot saja kok biar tidak kaku."


Gadis itu bergerak memutar beberapa bagian anggota tubuhnya. Untuk membuktikan ia sedang olahraga.


"Iya-iya, kakek percaya kok sama kamu."ucap kakek Somad sambil tersenyum tipis.


Tak berselang lama, dagangan mereka pun habis. Keduanya segera bersiap-siap untuk pulang.


Setelah mencuci tangan, pasangan kakek dan cucu itu berpamitan pada Salman.


"Nak Salman, kami pamit pulang dulu ya."


Ia melihat kakek Somad dan Fatim yang berdiri di ambang pintu samping. Lalu menoleh ke arah jam yang melingkar dipergelangan tangannya. Yang menunjukkan pukul 2 siang.


"Sudah habis kek?"


"Alhamdulillah. Kalau begitu besok kakek harus buat yang banyak lagi. Agar bisa menemani Salman disini sampai sore." canda Salman. Kakek dan Fatim pun ikut terkekeh.

__ADS_1


"Buat sedikit-sedikit asal selalu bisa habis itu sudah membuat kakek lega nak. Tak perlu lah buat banyak-banyak."


"Semakin kakek buat banyak, tentunya semakin banyak pula penghasilan kakek. Semakin banyak pula kakek bisa bersedekah. Iya kan?" Salman menaikkan satu alisnya sambil tersenyum tipis.


"Benar sekali apa yang kamu bilang nak. Kamu mirip papamu. Selalu mengutamakan sedekah. Terlebih pada orang lain. Kakek bangga padamu Salman. Coba kakek juga punya cucu laki-laki seperti mu." celoteh kakek panjang lebar.


"Duh duh, kakek jangan terlalu memuji Salman. Tuh Fatim sampai mengerucutkan bibirnya. Sepertinya dia tak rela kalau kakek memuji Salman." ledek Salman sembari melirik ke arah gadis di samping kakek Somad.


'Dih, siapa juga yang lagi ngambek. Mas Salman benar-benar menggemaskan kalau bicara. Eh, kenapa kakek bicara seperti itu? Apa kakek benar-benar ingin cucu laki-laki? Cucu dari perut ibu ku, atau cucu yang sudah langsung besar? Apa di dalam hati kakek berharap agar aku berjodoh dengan mas Salman? Bisa saja kan itu kode dari kakek?' batin Fatim sambil menundukkan pandangannya.


Setelah bercanda sebentar, kakek dan Fatim pun segera keluar. Fatim membonceng kakeknya yang mengendarai sepeda motor.


"Fatim." seru Salman dari ambang pintu, yang membuat gadis itu hatinya dag-dig-dug.


"Ada apa mas?" tanya Fatim dengan suara yang serak, dan senyum tipis melengkung di wajah cantiknya. Entah kenapa hanya dipanggil namanya saja sudah membuat hatinya begitu bahagia.


"Kamu lupa belum memakai helm." ucap Salman, sambil menunjuk ke arah helm yang ada bawah di kursi panjang tempat duduk Fatim saat berjualan.

__ADS_1


'Hah? Aku pikir... mas Salman mau....' batin Fatim sedikit kesal. Ternyata apa yang ia pikirkan tidak sama dengan realita yang ada. Bergegas ia turun dan mengambil helm nya.


"Terima kasih mas." ucapnya sedikit dongkol. Bahkan tidak melihat wajah Salman.


__ADS_2