Kisah Cinta Anak Juragan

Kisah Cinta Anak Juragan
98. Meyakinkan hati


__ADS_3

"Wulan, kenapa pulang mu sore banget?" grandma bertanya ketika Wulan baru masuk rumah.


Gadis cantik itu mengurai senyum, lalu mengecup pipi wanita sepuh yang telah menunggunya di ruang keluarga.


"Ada sedikit pekerjaan yang Wulan harus segera selesaikan grandma. Besok kan hari libur, jadi biar Wulan bisa menikmati waktu libur dengan tenang."


Grandma percaya dengan apa yang dikatakan gadis belia di hadapannya, karena menjadi seorang pemimpin perusahaan tidaklah mudah. Banyak hal yang harus dikorbankan.


"Ya sudah, kalau begitu kamu segera mandi, agar badan mu terasa segar."


"Siap grandma." Wulan bangkit dari duduknya, lalu berjalan menuju kamarnya.


Sesampainya di kamar, Wulan segera mandi untuk menghilangkan rasa lengket di badannya. Lalu duduk menghadap cermin sambil menyisir rambutnya.


Saat itulah ia kembali teringat dengan pembicaraannya dengan Natalie. Ia pun menghentikan aktivitasnya.


"Tanpa aku sadari, aku telah melakukan beberapa kegiatan seperti pemahaman Natalie yang baru. Dan semua itu membuat ku yakin untuk melakukan apa yang dikatakan Natalie pada ku.

__ADS_1


Akan ada fase dimana aku di sayang banyak orang. Dan akan ada fase dimana aku akan di hujat oleh banyak orang karena aku akan melakukan sesuatu perubahan yang besar dalam hidup ku.


Tapi apapun itu, kehidupan tetaplah akan terus berputar. Tidak mungkin orang yang menghujat ku, akan selamanya menghujat. Tidak mungkin orang yang membenci ku, akan selamanya membenci.


Aku hanya perlu hati yang sabar untuk menjalani semua skenario hidup ini." gumamnya, lalu Wulan menghirup nafas dalam-dalam.


"Baiklah, aku akan melakukan perubahan besar itu." ucapnya mantap.


Ia meraih handphonenya dan mengabari Natalie lewat pesan singkat.


"Mungkin ia masih sibuk, pasti nanti juga akan di balas." gumamnya, lalu meletakkan handphonenya di meja rias. Dan ia berjalan keluar kamar, mencari keberadaan grandmanya. Tentunya tak lupa untuk mengunci pintunya.


"Grandma, kenapa grandpa tidak terlihat?"


"Hem, dia masih sibuk dengan urusannya sayang." balas grandma sambil tetap fokus pada acara televisi.


"Oh iya, apa kamu ingin makan sekarang?"

__ADS_1


"Tidak ma, kita tunggu sampai grandpa pulang." Wulan berkata sambil menggeleng lemah.


Keduanya menonton acara televisi sambil bercakap-cakap dan menunggu kepulangan grandpa.


Saat Wulan hendak tidur, ia kembali mengecek handphonenya. Matanya seketika berbinar ketika mendapat balasan pesan dari Natalie. Ia membaca sederet kalimat itu dengan seksama.


"Hari Minggu?" bagaimana aku meminta ijin pada grandma dan grandpa? Pasti kami juga akan beribadah." gumam Wulan sedikit bingung.


"Bagaimana kalau sore saja?" Wulan mengirim pesan pada Natalie mencoba menawar.


Tak berselang lama, akhirnya ia kembali mendapat pesan dari Natalie. Temannya di seberang sana setuju dengan tawaran Wulan. Gadis itu tersenyum lega. Akhirnya ia bisa tidur dengan tenang.


**


Seminggu telah berlalu dengan begitu cepat. Pada pagi hari, Wulan sekeluarga berangkat bersama untuk beribadah.


Saat beribadah, Wulan juga mendengarkan apa yang disampaikan oleh pemuka agama dengan seksama.

__ADS_1


Tapi penjelasan yang diberikan oleh laki-laki yang sangat dihormati oleh banyak orang itu justru membuatnya yakin akan keputusannya.


Setelah pulang dari tempat ibadah, Leon seperti biasa akan mengajak mereka untuk makan bersama. Namun kali ini Wulan menolak. Ia ingin mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Dan yang lebih utama adalah hatinya.


__ADS_2