
Setahun kemudian,
Baby Maryam tumbuh menjadi anak yang sangat cantik. Di umurnya yang kesatu tahun, ia sudah bisa berjalan dengan lancar, sangat lahap makannya, jarang sakit, aktif dan cerdas. Mommy dan Daddy nya sampai kewalahan mengurusi tingkahnya.
Ketika Daddy nya mengajaknya sholat di masjid, ia pun ikut menirukan gerakan orang yang sedang mengerjakan sholat. Ketika imamnya sedang membaca doa dalam sholat, dengan logatnya yang cedal, ia juga ikut menirukannya. Bahkan, ketika di rumah, kedua orang tuanya sedang membaca Alqur'an, ia juga ikut menirukannya.
Sejak lahir sampai berumur satu tahun, memang keluarganya tidak pernah sekalipun mendengarkan musik pada baby Maryam.
Salman sebagai seorang Daddy yang melihat potensi kecerdasan anaknya, selalu mengarahkannya untuk menghafal Al-Qur'an. Dengan cara mendengarkan murottal sebelum tidur, saat bermain, dan dalam aktivitasnya yang lain.
Sehingga tak heran, kalimat yang keluar dari mulut baby itu adalah potongan ayat suci Al-Quran. Baby Maryam benar-benar menjadi kebanggaan keluarga besarnya. Semua yang ada dalam diri bayi itu adalah kebaikan. Orang-orang yang melihatnya pun sampai gemas sendiri dibuatnya.
Pada pagi hari itu, Salman dan Wulan tengah bersiap-siap mengajak baby Maryam ke kebun binatang.
Ya, kebun binatang adalah tempat rekreasi edukatif yang cocok untuk seorang bayi. Karena memiliki banyak manfaat. Diantaranya adalah,
Mengenal Kehidupan Alam Liar Secara Langsung
Dengan bermain di kebun binatang, maka si kecil bisa bermain dan mengenal kehidupan satwa liar. Ia bisa menemukan berbagai hewan liar yang pastinya jarang atau tidak pernah dilihat sebelumnya. Keberagaman ini tentu membuat si kecil lebih dekat dengan hewan liar, seperti jerapah, harimau, gajah, dan masih banyak lagi hewan lainnya.
Bermain sambil Belajar
__ADS_1
Berlibur ke kebun binatang membuat si kecil makin pintar, karena ia bisa tahu tentang binatang itu sendiri. Orangtua bisa sambil menjelaskan tentang habitat hewan tersebut hingga makanannya. Dengan informasi dan apa yang anak lihat, hal itu bisa menjadi pembelajaran si kecil secara langsung.
Meningkatkan Kemampuan Bahasa
Sambil berjalan-jalan di kebun binatang, orangtua bisa membantunya dengan menyebutkan nama-nama binatang yang ia lihat. Anak bisa dengan mudah menghafal berbagai kosa kata dan nama-nama binatang dengan langsung melihat wujudnya. Apalagi jika anak sudah bisa membaca, maka ia bisa melihat informasi yang menjelaskan tentang hewan tersebut. Dari sinilah, tercipta komunikasi antara anak dan orang tua.
Membantu Anak Bereksplorasi
Manfaat lainnya saat mengajak anak ke kebun binatang adalah si kecil bisa menjelajahi lingkungan dan menemukan hal baru. Hal ini bisa membantu perkembangan motorik dan akademik anak. Saat berjalan-jalan, anak-anak biasanya memiliki banyak pertanyaan tentang hewan tersebut. Dari situlah, orang tua bisa membantu mengembangkan diri mereka.
Dengan melihat ukuran dan bentuk hewan yang beraneka ragam di kebun binatang, maka anak akan belajar untuk mengendalikan rasa takut. Orang tua bisa membantu si anak untuk kendalikan rasa takut seperti saat memberi makan hewan atau berfoto berdampingan. Orang tua bisa memberi contoh dengan cara memberi makan hewan tersebut sehingga ia yakin untuk melakukan hal yang sama.
Belajar Mematuhi Aturan
__ADS_1
Dengan berkunjung ke kebun binatang, maka anak-anak mau tak mau harus mematuhi peraturan di tempat tersebut. Misalnya tidak membuang sampah sembarangan, tidak boleh menyentuh hewan dan tidak boleh memberi makanan sembarangan ke hewan.
Mengenal Sang Pencipta
Lewat mengunjungi kebun binatang, orang tua bisa menjelaskan bahwa, berbagai macam binatang dan semua yang ada di muka bumi ini adalah ciptaan Allah.
Dan, masih banyak lagi manfaat ke kebun binatang. Tidak hanya untuk anak kecil, tapi juga untuk kita orang dewasa.
Meskipun sudah sering kesana, pasangan suami-istri Salman dan Wulan tidak pernah bosan.
Kini Salman tengah mendadani anaknya. Rambut lebatnya Baby Maryam di kuncir ke belakang, lalu memakaikan jilbab untuknya.
"Uh, bikin gemes, cantik sekali anak Daddy. Mirip Mommy nya." Dengan gemas, Salman mengecup pipi gembul bayi nya.
"Sudah dong, nanti bedaknya nempel ke mukamu semua mas. Nanti cantiknya bayi kita pindah deh ke muka Daddy nya." Kekeh Wulan.
"Habis mau menyayang Mommy nya susah sih. Bisanya cuma di kamar saja."
"Di luar juga boleh, asal kamu ngga malu mas."
"Okay, akan aku buktikan nanti." Keduanya saling menyunggingkan senyum sinis.
Wulan meletakkan baby Maryam di stroller nya, lalu mendorongnya. Sedangkan Salman membawa barang-barang bawaan mereka.
Sesuatu yang tak pernah terbayangkan dalam hidup Salman. Berniat ingin liburan, tapi jatuhnya seperti orang mau pindahan rumah. Karena barang-barang yang mereka bawa, tidaklah sedikit jumlahnya.
__ADS_1
Wulan memang sangat protektif care pada bayinya. Biarlah orang-orang yang melihatnya mengatakan dirinya lebay. Karena bayinya adalah bayinya. Yang memiliki tanggungjawab untuk menjaganya adalah ia orang tuanya. Orang-orang hanya bisa menilai dan tidak mampu merasakan sama persis dengan segala kerepotan yang dihadapi saat mengurus bayinya.