Kisah Cinta Anak Juragan

Kisah Cinta Anak Juragan
26. Penilaian mommy


__ADS_3

"Apa itu pacar kamu Wulan?"


"Bagaimana pendapat mommy tentang laki-laki tadi?" bukannya menjawab, Wulan malah bertanya balik pada mommy nya.


"Menurut mommy dia adalah laki-laki yang baik. Dari wajahnya kelihatan sekali penuh wibawa. Tidak mungkin jika dia adalah laki-laki yang tidak kamu kenal. Buktinya ketika mobilnya kamu tabrak ia tetap mau mengantarkan kamu pulang. Dan di tambah ia meminjamkan buku padamu. Bukan kah Daddy juga memiliki banyak buku bisnis?"


"Terima kasih jawabannya mom. Tapi Wulan juga perlu mencari buku referensi lain. Tidak hanya punya Daddy saja. Semakin banyak ilmu yang kita serap, semakin membuat kita bertambah pandai kan?" Wulan tersenyum lalu berlari kecil menaiki anak tangga, meninggalkan mommy nya yang heran dengan sikapnya, hingga ia geleng-geleng kepala.


'Dia memang terlihat baik, tapi dari sikapnya tadi, sepertinya ia bukan sepemahaman dengan kami. Jika sampai Wulan jatuh cinta dengannya, bukan kah salah satunya harus mengalah untuk menyatukan cinta mereka? Tidak mungkin dalam 1 atap ada dua keyakinan.' batin mommy penuh selidik.


Sesampainya di kamar, Wulan segera mengunci pintu kamarnya agar mommy tidak bisa masuk. Bergegas ia mengeluarkan seluruh isi plastik dan memilahnya satu persatu. Terus terang ia sangat penasaran dengan buku-buku yang ia pinjam dari Salman.


Buku bisnis ia letakkan di atas meja, sedangkan buku-buku yang menarik hatinya ia masukkan ke dalam laci meja. Ia melakukan semua itu untuk mengelabui mommy nya jika sewaktu-waktu masuk ke kamarnya.


Ia duduk di tepi ranjang dengan nyaman sambil membaca salah satu buku yang menarik hatinya tadi. Yakni buku tentang akhlaq.


Tidak terasa hampir 3 jam ia menghabiskan waktunya untuk membaca satu buku itu. Ia terkesima karena dalam keyakinan yang di anut Salman membahas yang sedetail itu.

__ADS_1


Bahkan akhlaq manusia pada Tuhannya, pada sesama, pada hewan dan lingkungan sekitar juga di atur dengan sedemikian bijak.


Perkara membuang sampah di sungai pun menjadi sebuah dosa bagi pelakunya, karena sama saja dengan berbuat dzolim. Yang bisa mengakibatkan musibah besar seperti banjir, karena air tidak bisa mengalir lancar.


Akhlak pada sesama manusia, yakni saling tolong menolong dalam kebaikan. Tidak memberatkan sesama. Tidak berbicara kasar atau pun kotor. Dan masih banyak lagi hal lainnya yang bisa dilakukan.


"Hem, pantas saja dia tidak marah sewaktu mobilnya aku tabrak sampai ringsek belakang. Ternyata dia baru menerapkan akhlak pada sesama toh. Kalau orang lain pasti sudah memaki ku habis-habisan. Aku juga bakal marah-marah kalau mobil ku sampai ringsek. Ya Tuhan, kok dia bisa sesabar itu sih. Bikin aku makin cinta dia." gumam Wulan sambil mengerjapkan matanya.


Selesai membaca buku akhlaq, Wulan mengembalikan buku itu ke dalam laci. Lalu mengambil satu buku lagi.


Bergegas ia kembali duduk di tepi ranjang sambil membuka buku itu.


Tok...Tok...Tok


"Wulan."


Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dan suara mommy nya yang memanggil namanya, sehingga membuat Wulan terkejut. Ia pun memasukkan buku itu di dalam laci nakas dan tak lupa menguncinya. Lalu kunci itu ia masukkan ke dalam kantong celananya.

__ADS_1


"Iya mom, wait." teriak Wulan sambil berjalan membukakan pintu.


"Tumben sih genduk ayu ku ini pakai acara mengunci pintu segala." mommy tersenyum simpul menelisik wajah putrinya.


"Wulan hanya ingin tidur siang tanpa gangguan mom. Dan, sepertinya Wulan juga masih mengantuk." Wulan pura-pura menguap.


"Sudah cukup tidurnya, mandi dulu gih. Daddy sudah pulang lho. Dia bawa sesuatu untuk kamu lho."


"Apa itu mom?" mata Wulan seketika berbinar mendengar kata 'sesuatu.'


"Mandi dulu. Habis itu temui kami di bawah."


"Siap mom." Wulan menempelkan ujung jarinya ke jidatnya. Lalu melenggang ke dalam kamar. Mommy hanya bisa tersenyum melihat tingkah anaknya.


❤️❤️


__ADS_1


__ADS_2