Kisah Cinta Anak Juragan

Kisah Cinta Anak Juragan
111. Kejutan pagi hari


__ADS_3

"Marquez, Melati." ucap grandpa dan grandma.


"Daddy, mommy." ucap Wulan.


Ketiga orang itu begitu terkejut, ketika membuka pintu depan rumah, dan mendapati anggota keluarganya telah berdiri disana.


Tidak hanya mereka saja yang terkejut, Marquez dan istrinya juga sama-sama terkejut. Karena melihat penampilan Wulan yang tampak berubah.


Gadis itu menggunakan hijab yang membuatnya semakin terlihat cantik.


"Wulan." desis kedua orang tuanya yang membuat Wulan tampak kikuk.


Jantungnya berdegup kencang. Ia tidak menyangka sepagi itu akan mendapat kejutan dengan kedatangan kedua orang tuanya yang tiba-tiba.


Dalam hati ia mengucapkan bismillah. Ia memohon pertolongan Allah agar diberi kemudahan dalam menghadapi masalah besar yang mungkin saja akan terjadi sebentar lagi.

__ADS_1


"Iya dad, mom." jawab Wulan dengan lirih. Kepalanya terlihat menunduk.


"Apa yang kamu pakai itu sayang?" tanya mommy dengan lirih pula.


Dalam hati ia memang memuji anaknya yang bertambah cantik dan anggun. Auranya juga terlihat lebih dewasa. Tapi itu tidak ada dalam keyakinannya.


"Ini namanya hijab mom. Wulan telah memutuskan untuk berpindah keyakinan. Jika Daddy dan mommy tidak suka, kalian boleh menghukum Wulan. Aku akan menerimanya dengan tulus ikhlas. Asal jangan menyuruh Wulan untuk berpaling dari keyakinan yang Wulan anut saat ini." dengan tegas Wulan menjawab pertanyaan Mommy nya.


Baginya ia harus melakukan itu sekarang, daripada harus berbohong dan menimbulkan masalah baru dikemudian harinya.


Ia benar-benar siap untuk menghadapi kemungkinan buruk yang terjadi. Ia yakin Tuhannya akan menolongnya. Karena Tuhan itu tidak pernah tidur, dan menguji manusia tidak melebihi batas kemampuannya.


Sangat terkejut, hingga diam-diam memasuki kamarnya untuk mencari sebuah bukti. Tapi bukti itu justru telah membuat kami mengikuti apa yang dilakukan Wulan.


Dan aku yakin, kalian kesini pasti karena ada yang memberitahu soal ini. Dan orangnya pasti adalah Leon." tutur grandpa panjang lebar.

__ADS_1


Marquez menatap papanya dengan sorot mata tajam. Karena terkejut dengan pernyataan papanya. Lalu beralih pada mamanya.


"Mama juga melakukan seperti yang dilakukan suami dan cucu mama Marquez."


"Kami tidak tahu alasan pasti Leon memberitahukan hal ini pada kami dan kalian. Entah alasan itu baik atau buruk, yang jelas kami sangat bersyukur. Karena lewat dirinya semua ini cepat terbongkar. Dan sekarang selagi kita berkumpul, ayo kita bicarakan baik-baik mengenai hal ini." grandpa berjalan ke dalam rumah, di ikuti oleh anggota keluarganya.


"Sekarang jelaskan maksud kedatangan mu sepagi ini kesini? Apa memang benar ingin memarahi cucuku?" ucap grandpa ketika mereka semua telah duduk di ruang tamu.


Ketika mendengar berita itu, tak dipungkiri ingin rasanya Marquez marah, karena dia menganggap kedua orang tuanya tidak bisa menjaga Wulan.


Tapi jauh di dalam lubuk hatinya ia tidak bisa meluapkan amarahnya, apalagi ketika sudah bertemu dengan kedua orang tua dan anaknya.


"Katakan saja Daddy, hukuman yang pantas untukku. Wulan akan menjalaninya." ucap Wulan lagi.


Marquez menyugar rambutnya frustasi. Ia bingung akan memberikan hukuman apa pada anaknya.

__ADS_1


"Sewaktu pertama kali mendengar berita ini, jujur aku ingin meluapkan amarahku pada kalian. Tapi ketika melihat kalian, aku tidak bisa meluapkan amarah itu. Aku bingung akan memberikan hukuman apa pada kalian. Karena telah membuat ku sekacau ini." Marquez berkata dengan penuh kekecewaan sampai matanya berkaca-kaca.


"Maafkan Wulan dad. Sungguh aku tak ingin menyakiti dan mengecewakan hati kalian. Tapi inilah jalan takdir yang sudah digariskan untukku." ucap Wulan sambil terisak dan bersimpuh dihadapan daddy-nya.


__ADS_2