Kisah Cinta Anak Juragan

Kisah Cinta Anak Juragan
142. Mengelilingi tanah suci


__ADS_3

Setelah mandi, badan terasa semakin segar. Mereka pun semakin bersemangat menuju ke Baitullah.


Mereka berjalan sembari menoleh ke kiri dan kanan menatap keindahan sekitar Baitullah. Bahkan hati mereka sampai berdesir.


Lalu menggelar sajadah untuk sholat, karena sebentar lagi sholat Maghrib berjamaah akan segera dimulai.


Keluarga Wulan yang notabenenya seorang mualaf ketika mendengar lantunan ayat suci Alquran saat sholat berlangsung, semakin terharu. Karena bacaan imam yang sangat merdu.


Imam-imam pemimpin sholat di Masjidil Haram itu memang adalah qori-qori pilihan. Sehingga tidak diragukan lagi ilmu tajwid nya.


Bahkan meskipun bacaan yang mereka baca lebih panjang, nyatanya semua jama'ah tidak merasakan jenuh sama sekali. Dan justru semakin menghayati.


Setelah berdzikir mereka berdoa pada Allah, memohon ampun atas segala dosa, dan memanjatkan doa-doa lainnya.


Sambil menunggu waktu Isya', mereka menggunakan waktunya untuk membaca ayat suci Alquran. Kembali lagi pada keluarga Wulan yang seorang mualaf.


Mereka tetap berusaha membaca ayat suci itu semampu mereka. Yakni dengan membaca terjemahan ayat yang sudah di translate ke bahasa mereka.


Waktu sholat Isya' tiba. Mereka kembali menyambut dengan antusias melaksanakan sholat wajib berjama'ah. Setelah itu, sampai malam mereka memperbanyak doa di masjid.


Pemimpin rombongan mengajak kembali ke hotel, karena hari sudah semakin larut malam. Mereka pun patuh dan kembali ke hotel untuk beristirahat.


Wulan dan keluarganya memang sengaja memilih tidur dalam satu kamar. Agar dapat saling menjaga satu sama lain.

__ADS_1


Di saat anggota keluarganya yang lain tidur dengan pulas, Wulan justru terbangun. Tidak perlu pikir panjang, ia bergegas ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Lalu mengerjakan sholat tahajud.


Isak tangisnya terdengar lirih. Agar tidak menggangu anggota keluarganya yang terlelap tidur.


Dalam tahajud itu, ia menghaturkan rasa syukur sebesar-besarnya pada Allah. Telah di beri nikmat iman dan nikmat Islam. Dipertemukan dan dijodohkan dengan orang yang Sholeh. Berkumpul dalam keluarga yang taat agama. Sehingga semua itu semakin mengokohkan keyakinannya memeluk Islam.


Setelah selesai sholat, ia kembali membuka Al-Qur'an. Lalu membacanya. Memahami setiap maknanya.


Ia melirik jam di handphone nya yang telah menunjukkan pukul empat. Ia menutup Al-Qur'an nya dan membangunkan anggota keluarganya untuk bersiap-siap berangkat ke masjid.


Mereka berterima kasih dan sekaligus memuji Wulan, yang tetap bangun pagi meskipun semalam pulang larut dari masjid.


Mereka bergiliran mandi, lalu mengenakan atribut kelengkapan mereka. Setelah itu, barulah bersama rombongan menuju masjid.


Sekitar pukul tujuh pagi rombongan umrah itu kembali ke hotel untuk menikmati sarapan pagi. Setelah beristirahat sebentar, mereka melanjutkan perjalanan mengelilingi tempat-tempat di sekitar Masjidil Haram.


Yang pertama mereka kunjungi adalah Jabal Rahmah.


Jabal Rahmah memang memiliki daya tarik tersendiri bagi para rombongan umrah. Karena itu adalah tempat bersejarah bertemunya Nabi Adam dengan Siti Hawa untuk pertama kalinya setelah diusir dari surga.


Di tempat itu terdapat tugu beton persegi empat setinggi delapan meter. Untuk mencapai puncaknya, kamu harus berjalan menuju bukit setinggi 70 meter.


Kondisi di Jabal Rahmah memang terdiri dari bukit yang berbatuan. Untuk melewatinya, kita perlu berhati-hati, agar tidak tergelincir.

__ADS_1


Setelah puas berada di Jabal Rahmah, rombongan berpindah menuju ke Gunung Uhud.


Gunung Uhud terletak di Utara kota Madinah. Gunung itu memiliki tinggi sekitar 350 meter.


Dulunya, tempat ini menjadi salah satu lokasi perang besar antara umat muslim dan tentara Quraisy. Di sekitarnya terdapat Masjid Al-Fash, makam para syuhada, dan lokasi Rasulullah SAW salat setelah Perang Uhud.


Gunung Uhud yang sekarang telah bertransformasi menjadi gunung yang subur. Padahal dulu di gunung itu tidak tanaman sama sekali. Berbeda dengan sekarang, yang telah menghijau.


Allah telah memperingatkan kita para umatnya, jika kita Makkah Madinah berubah menghijau, maka itu adalah salah satu tanda kiamat.


Dan mereka yang telah mengetahui hal itu, seketika meremang bulu kuduknya. Lalu mengucapkan kalimat istighfar. Atas segala salah, khilaf dan dosa yang telah dijalani selama ini.


Hari sudah siang, dan tour guide menyarankan untuk melaksanakan sholat Dhuhur terlebih dahulu. Setelah itu baru dilanjutkan dengan makan siang dan kembali menuju ke tempat berikutnya.


Berikutnya, mereka bergerak menuju Masjid Quba.


Masjid Quba dibangun Nabi Muhammad pertama kali pada 1 Hijriah atau 622 Masehi di Quba. Makanya namanya Masjid Quba.


Di masjid itu terdapat tiga pintu yang menjadi keluar masuknya para jemaah.


Di tengah ruangan masjid terdapat Sahn, sumur yang menjadi sumber air untuk wudhu.


Karena hari sudah cukup siang, tour guide menyarankan untuk melaksanakan sholat Dhuhur di masjid itu sekalian.

__ADS_1


Rombongan itu pun menerima baik setiap anjuran darinya. Bergegas mereka mengambil air wudhu.


__ADS_2