
Panas membara yang menyelimuti emosinya, Aldo menyetir mobil dengan kelajuan tinggi ke kantor Aisyah setelah lokasi di beritahu oleh Desi, pujaan hatinya.
"Hati - hati, Do! Kamu bisa membuatku mati di tempat kalau kamu nyetir mobil laju begini, tolong perlahan kan sedikit! Aku nggak mau kita berdua kenapa - kenapa". Lirih Desi ketakutan.
Wanita itu menutup matanya tidak ingin melihat suasana yang sangat menakutkan di matanya, jantungnya saja kini berdegup sangat kencang.
Melihat wanitanya ketakutan membuat Aldo tersadar dan merasa bersalah. Pedal gas perlahan dilepaskan hingga kelakuan menurun secara aman dan nyaman. Desi membuka matanya dan menatap Aldo takut.
Tangan Desi di genggam. "Maaf kan aku yah!". Ujar Aldo.
"Aku faham kok! Kamu pasti tidak terima jika aku di perlakukan seperti itu oleh mereka berdua. Tapi aku khawatir dengan keadaan kita, keadaan kamu!". Balas Desi.
Setelah sampai di lokasi tujuan, kebetulan orang yang di cari baru saja keluar dari kantor dengan beberapa pengawal di sekitarnya.
"Kamu nggak takut bertemu dengan dia? Dia salah satu orang penting saat ini, lihat saja ia di kawal dengan begitu banyak pengawal yang setia menjaganya setiap saat". Desi menjadi ketar - ketir bertemu Aisyah, nyalinya cuit jika harus mencari masalah pada wanita terhormat itu.
"Kamu tenang saja! Kita temui dia baik - baik, jelaskan maksud kita dan jika perlu kita tampilkan kemesraan di hadapannya supaya dia merasa senang karena saingannya banyak untuk merebut suami kamu akhirnya memilih menyerah dan pergi bersama orang lain...". Bujuk Aldo yakin.
Ia sebenarnya sedikit tahu informasi mengenai Aisyah dan sempat menganggap Aisyah adalah wanita malang tapi mendengar cerita dari Desi tadi membuatnya berubah pikiran, wanita jika sudah memiliki harta pasti akan berubah menindas yang orang lain.
"Tapi aku takut bertemu dengan dia, Do! Apalagi dengan keadaan hamil besar begini, dia pasti akan mengambil anak ku untuk mengambil hati mas Rehan agar tidak lagi memikirkan ku, istrinya. Jika aku menuntut cerai mas Rehan aku yakin hak asuh akan jatuh padanya karena aku tidak bisa membesarkan anak kami karena tidaj memiliki penghasilan...". Gumam Desi sedih.
"Terus kamu mau apa sekarang?". Tanya Aldo.
"Tolong aku! Akui anak ini sebagai anak kamu, bilang saja kita sudah lama selingkuh dari ams Rehan, aku nggak peduli tanggapan orang lain terhadapku asal anak yang sedang ku kandung tetap bersamaku, kamu mau kan berpura - pura jadi ayah dari anak ini?". Bujuk Desi memohon.
"Jika itu bisa membuatmu tenang, aku sanggup melakukan apa saja untukmu , sayang". Imbuh Aldo setuju.
__ADS_1
Desi tersipu mendengar Aldo memang gilanya sayang. "Bucin banget pria ini denganku". Batinnya.
"Mari kita turun, kita temui dia". Ajal Aldo.
"Tapi janji yah kamu jangan emosi di deoannya!". Desi mengingatkan.
Aldo mengangguk setuju lalu keluar lebih dulu dari mobil dan berlari membukakan pintu suntik Desi.
Aisyah yang masih menunggu Zack tampak kesal, mulutnya tidak habis membaca mantra kesal menunggu Zack yang begitu lama. "Kebiasaan banget tau nggak lelaki tuh, kesal aku! Lihat aja nanti akan ku jadikan cabe - cabean nanti di rumah". Gerutu Aisyah.
Alena geleng - geleng kepala mendengar sahabatnya dari tadi tidak habis merapatkan mantra untuk saudaranya sendiri. Tiba - tiba matanya melihat wanita berjalan menghampiri mereka dengan di dampingi seorang lelaki yang mengandeng tangannya.
"Dari pada kamu mengomel nggak jelas, lebih baik atur wajah kamu lagi kalau tidak malu nanti kamu!". Bisik Alena pada Aisyah.
"Bilang saja kamu nggak terima kan pria pujaan hati kamu itu kena marah nanti oleh ku, pandai kamu ambil hati ku untuk merestui hubungan kalian yah!". Balas Aisyah.
Aisyah syok dan langsung mengatur wajahnya menjadi dingin. "Kenapa nggak bilang dari awal?". Bisik Aisyah.
"Harusnya ekspresi wajah kamu ya harus begini setiap saat, lihat semua pengawal kamu ini pasti juga ikut bingung dengan sifat atasannya yang suka berubah - ubah". Balas Alena juga berbisik.
"Apa lah si Zack buat di atas tuh? Saking lamanya aku harus meladeni perempuan muka tebal ini lagi". Batin Aisyah.
"Selamat siang bu Aisyah". Sapa Aldo.
Para pengewal mencoba menghalangi Aldo dan Desi dari mendekati atasan mereka tapi Aisyah malah memberikan akses dan meminta agar pengawasnya mundur.
"Siang". Jawab Aisyaj singkat.
__ADS_1
"Maaf mengganggu waktu anda, saya dan kekasih saya datang ingin menyampaikan sesuatu jika anda berkenan mari kita ngobrol di restoran saja supaya lebih nyaman". Ajak Aldo masa basi.
"Maaf, jika ada sesuatu yang penting harus di sampaikan katakan saja di sini, bukan tidak menghargai tapi kami ada meeting bersama klien makan siang ini yang tidak bisa ditunda. Atau kalian datang lagi ain waktu". Saran Alena menolak mewakili Aisyah.
"Tapi kami nggak ada waktu lagi, kalau begitu saya katakan di sini saja agar masalah di antara bu Aisyah dengan kekasih saya cepat selesai". Ujar Aldo.
"Silahkan". Ucap Aisyah datar.
Aldo melirik Desi dan mendapat anggukan dari wanita itu.
"Begini bu Aisyah, jika anda ingin kembali rujuk dengan mantan suami anda maka kami berdua beri jalan mukus untuk anda. Jujur kami berdua juga sudah lama menjalin hubungan kerana mantan suami anda sudah tidak layak di sebut suami untuk wanita sebaik Desi. Anda jangan khawatir dengan anak yang di kandung kekasih saya, karena hakikatnya ini adalah anak saya". Ujar Aldo panjang lebar.
Aisyah sama sekali tidak bergeming, perkataan lelaki di depannya sama sekali tidak mengejutkan nya, ia sudah menebak jika mereka datang untuk mengatakan hal itu pada nya.
"Itu saja yang ingin saya sampaikan, saya harap selepas ini anda tidak lagi mengganggunya. Kami pamit dulu". Pamit Aldo. Aldo menggandeng tangan Desi meninggalkan Aisyah menuju mobilnya.
Perkataan terakhir lelaki itu yang membuat Aisyah tercengang. "Apa yang dia bilang tadi? Aku mengganggu? Yang ada mereka yang selalu mengganggu hidupku. Dasar manusi tidak tahu diri". Gumam Aisyah tidak percaya.
Alena dan pengawal berusaha menaham geli yang menjalar di perut mereka karena perkataan lelaki barusan di tambah gerutu kesal yang keluar dari mulut atasan mereka.
"Maaf lama menunggu, ayok kita pergi sekarang!". Tiba - tiba Zack datang dan memecah suasana.
Aisyah menatapnya kesal, "kenapa nggak besok aja kamu munculnya? Buat hancur mood aku aja tau nggak!". Omel Aisyah, bukannya menuju mobil yang sudah menunggu, Aisyah malah masuk ke dalam perusahaan dengan perasaan dongkol.
Terpaksa makan siang mereka gagal di lakukan di lokasi yang sudah di janjikan, Zack memesan makanan untuk semua orang yang menunggunya tadi. Dengan perasaan bersalah Zack menghampiri Aisyah yang sedang duduk di sofa tunggu dilobi.
"Kamu datang bulan yah?".
__ADS_1