Pelakor Pilihan Mertua

Pelakor Pilihan Mertua
Bab 56 siapa dia sebenarnya?


__ADS_3

"Buka matamu, Syah! Lihat, mereka semua sudah tumbang, kamu tak perlu khawatir lagi". Bujuk Zack sambil membelai pipi Aisyah yang sudah basah dengan air mata.


Aisyah membuka mata perlahan dan.."Awas Zack, di belakangmu!". Teriaknya saat melihat salah satu pria yang berbaring tadi kembali berdiri menghampiri Zack dengan berlari dan membawa sebilah pisau di tangannya.


Aisyah menarik tubuh Zack sehingga dirinya lah yang terkena tikaman di bahagian perutnya bukan Zack. Pisau itu kembali di tarik dan keluarlah darah secara deras dari perut Aisyah membuat wanita itu lemas dan terjatuh.


"Aisyah!". Zack langsung menyambut tubuh Aisyah, ia tampak panik melihat Aisyah sudah terkujur lemas karena menolongnya dari terkena tikaman.


Zack memeluk Aisyah erat, ia kemudian mengeluarkan senjata kecil miliknya lalu menembak pria yang sudah tega menikam wanitanya.


Dor


Dor


Dor


Beberapa kali pelatuk di tekan dengan gelap mata hingga membuat mereka yang lain ngeri melihat rekan mereka mati mengenaskan di hadapan mereka.


Sebuah mobil berhenti tepat di antara mereka secara bersamaan kesemua pria yang menyerang Zack tadi masuk ke dalam mobil mereka dan langsung tancap gas pergi dari tempat itu.


"Maaf tuan kami lambat". Imbuh Danial menghampiri bosnya.


Zack mengangkat tubuh Aisyah yang sudah terkujur lemas di pelukannya. "Satu orang ikut ke rumah sakit, kamu urus mereka! Aku tak mau mereka lolos begitu saja!". Tekan Zack.


Danial langsung mengejar mobil tadi bersama bawahannya, sedangkan Zack memangku Aisyah di bangku tengah menuju rumah sakit. Tampak dari wajahnya begitu panik dan cemas dengan keadaan wanitanya sekarang.


"Bertahan, Syah!". Bisik nya memeluk erat kepala Aisyah yang sudah tidak sadarkan diri karena kehilangan darah yang begitu banyak.


"Kamu bisa nggak bawa mobilnya lebih cepat!". Teriak Zack pada bawaannya.

__ADS_1


"Tenang tuan! Sebentar lagi kita sampai". Jawabnya tidak gentar sama sekali dengan teriakan Zack tapi dia tetap menambah kelakuan mobil agar cepat sampai di rumah sakit.


*


*


Sesampai di rumah sakit, mobil berhenti secara ugal - ugalan di depan rumah sakit, tapi karena keahlian memandu yang di milikinya, mobil itu tidak sampai merusak apa - apa.


Zack dengan cepat membawa Aisyah masuk ke dalam rumah sakit, "Dokter, tolong dokter!..". Panggil Zack dengan sangat panik.


Perawat yang melihatnya sigap mengambilkan brangkas dan membawa Aisyah ke UGD untuk ditangani.


"Bapak di luar saja yah". Sahut salah satu perawat tidak membenarkan Zack ikut masuk.


Perasaan Zack tidak tenang menunggu Aisyah di depan pintu UGD, dia tidak bisa duduk tenang dan memilih mondar - mandir tanpa merasa lelah.


Tring


"Iya tuan". Jawab Zidan singkat.


"Pastikan mereka tidak bunuh diri sebelum informasi di dapatkan, kalian paham kan!". Tegas Zack.


"Baik tuan".


Panggilan kemudian dimatikan oleh Zack. "Aku akan pastikan kalian mendapatkan balasan yang setimpal karena telah berani menyakiti wanitaku". Gumam Zack penuh dendam di hatinya.


Tring


Ponselnya kembali berdering. "Ada apa pak Jefri?". Tanya Zack mencoba tenang saat berbicara.

__ADS_1


"Maaf mengganggu tuan! Perusahaan kita sekarang mengalami masalah besar, pemegang saham secara serentak ingin menarik kembali saham mereka, tuan Zack di minta datang ke kantor sekarang juga untuk menyelesaikan masalah ini sebelum semakin buruk..". Jelas Pak Jefri terdengar panik di seberang sana.


"Baik lah! Saya berangkat sekarang". Imbuh Zack lalu mematikan panggilan.


Dia kemudian menghubungi seseorang untuk mengawasi Aisyah di rumah sakit karena pengawal pribadi Aisyah sebelumnya ikut serta bersama Danial menyelesaikan masalah pria yang menyerang mereka tadi.


Setelah merasa aman dan lebih tenang meninggalkan Aisyah dibawa pengawasan pengawalnya, baru lah Zack berangkat menuju gedung perusahaan Purbalingga.


Sementara Cleo sedang berada di markas miliknya sedang tersenyum puas setelah mengetahui wanita yang menjadi rival terbarunya berhasil disakiti oleh suruhannya.


"Bagaimana ini Cleo? Para suruhan kita tidak membawa racun saat pergi..". Panik Lana.


"Tenang lah, kita pasti aman, mereka tidak akan berani mengungkapkan identitas kita pada Zack...". Santai Cleo sambil menyesap rokok di tangannya.


"Aku percaya denganmu Cleo, tapi aku tetap tida bisa tenang jika mereka yang berhasil di sergap tidak mati, aku takut suatu saat mereka membuka mulut tentang kita bagaimana?". Kini Lana duduk di sofa berhadapan dengan sahabatnya sambil meminum minuman keras miliknya.


Cleo hanya tersenyum tidak ambil pusing dengan kepanikan Lana, ia tidak ingin merusak mood baiknya dengan berpikir yang beluk tentu terjadi.


"Zack itu memang bodoh yah! Sudah jelas setiap wanita yang dekat dengannya pasti akan mengalami hal buruk, dia tetap saja selalu mendekati wanita lain dan malah cuek dengan wanita yang selama ini aman berada di dekatnya...". Kata Lana.


"Dia memang bodoh, tapi aku begitu ingin memilikinya, dia pria yang lain dari nyang lain. Tapi bukan semua berhasil kita sakit kok, masih ada satu orang yang sampai sekarang bagai boomerang untuk kita...". Sahur Cleo kembali membakar rokok.


"Maksud kamu Jasmin". Kata Lana mendapat anggukan dari Cleo. "Aku juga heran dia sebenarnya siapa sih? Sampai suruhan kita tidak ada seorang pun bisa menyentuhnya, bahkan Mikel saja angkat tangan dulu saat berhadapan dengan wanita itu....". Imbuhnya lagi.


"Identitasnya begitu rahasia dan sangat dilindungi...". Ujar Cleo mengapa tajam ke arah foto yang terpajang indah di hadapannya.


"Atau dia sebenarnya anak yang selama ini sering gangguin rencana kita sampai gagal total. Ketua Mafia Black Tiger yang sampai sekarang masih belum di ketahui siapa orangnya, aku yakin perempuan itu...". Lana berkata dengan sangat yakin.


"Kamu serius dena dengan andaikan kamu itu? Aku pikir sih kayaknya iya yah, bisa jadi dia orangnya...". Sahut Cleo masih lima puluh lima puluh antara percaya dan tidak dengan ucapan sahabatnya.

__ADS_1


__ADS_2