
Setelah mengambil air dalam gayung, anak buah itu segera menghampiri bosnya dan menyerahkan air itu. Pria tersebut mengarahkan air tersebut ke kepala Aisyah, sebelum berhasil membasahi tubuh wanita itu segera membuka matanya dan menatap tajam ke arah pria tersebut.
Dan betapa kagetnya dia saat melihat siapa yang sedang berada di hadapannya.
"Hai Aisyah, masih ingat dengan ku?". Tanya pria itu sambil tersenyum sinis.
"Kamu?". Mata Aisyah membulat sempurna merasa belum percaya jika orang yang menculiknya saat ini adalah salah satu orang kepercayaan Zack.
Ia mulai berperang dengan pikiran dan perasaanya. Melihat kepercayaan Zack di hadapannya sebagai penculik dirinya ia mulai berpikir jika Zack adalah dalang dari semua kekacauan ini. Matanya mulai berembun karena kecewa dengan saudaranya itu.
"Segitu dendamnya kah dia dengan ku yang sudah merebut semua miliknya dulu?". Lirih Aisyah dalam hati.
"Iya, ini saya non Aisyah. Jangan kaget gitu lah ekspresi nya saya jadi takut loh". Ujar pria itu masih terdengar ketus.
"Kamu mau apa dariku, hah?". Teriak Aisyah. Melihat wajah pria di hadapannya saat ini sangat membuatnya frustasi bercampur sedih. Ia baru tahu mengapa Alena tiba - tiba berani membentak tidak seperti sebelumnya sangat terlihat penakut.
"Aku sudah bilang! Kemana kamu sembunyikan Jasmin, hah?". Teriak pria itu dengan suara nyaring. Aisyah sampai merasa pusing dengarnya.
"Apa maksudmu, hah? Aku sama sekali tidak tahu dia di mana sekarang? Jika tuanmu memerintahkan menculik ku untuk mengetahui keberadaan Jasmin, maka maaf semua itu sia - sia!". Ujar Aisyah.
"Segitu sayang nya kamu sama Jasmin, Zack. Sampai membutakan matamu sampai sanggup menuduhku yang bukan - bukan. Hampir setiap detik aktivitas kita bersama takkan membuatmu masih berpikiran negatif padaku..". Kecewa Aisyah dalam hati.
__ADS_1
"Kamu jangan bohong! Jangan pikir aku bodoh! Ada begitu banyak mata yang mengatakan jika bawahan mu yang membawanya pergi terakhir kali...". Bentak Danial.
Yah, Danial adalah asisten sekaligus sahabat Zack. Selama ini dia sudah bersusah paya mengambil hati Zack agar klan mafia milik lelaki itu di percayakan padanya alias di jadikan tangan kanan Zack dalam klan. Tapi sayangnya Zack malah melantik Dilan yang merupakan anggota baru yang memiliki keahlian bela diri yang sangat tinggi.
Danial memilih hengkang dari sisi Zack dan masuk ke klan mafia Black Tiger yang di pimpin oleh daddy Jasmin sebagai pendiri klan besar tersebut. Black Tiger merupakan musuh bebuyutan klan Naga Merah milik Zack. Untuk membalas dendam, Danial rela bergabung ke dalam Black Tiger dan langsung di jadikan tangan kanan Daddy nya Jasmin. Merasa sangat tersanjung membuatnya semakin bersemangat menjatuhkan klan Zack.
Sebagian besar rahasia Zack dan Klan nya ada di tangan Danial, memudahkannya di beri kepercayaan untuk berada di baris paling depan dalam mengatur strategi.
"Apa untungnya aku menyembunyikan Jasmin? Harusnya kamu tahu bagaimana sifat mantan atasan mu ini, Jasmin merupakan salah seorang yang berjasa dalam hidupku untuk apa aku berbuat kejam dengan menculiknya lalu menyembunyikannya, kecuali dia yang meminta baru lah aku akan menolongnya lepas dari orang kejam seperti kalian". Ujar Aisyah menahan air matanya dari menetes. .
"Kamu berbicara seperti itu sekaligus mengakui jika memang kamu berusaha menyembunyikannya dari kami...". Ketus Danial.
"Jadi kamu juga mengaku jika kaliam adalah orang kejam!". Balas Aisyah.
"Begini saja, bagaimana kalau kita sama - sama bertukar informasi, kamuengatakam di mana Zack menyembunyikan Jasmin dan aku akan menceritakan sesuatu yang mungkin akan membuatmu benci dengan Zack, bagaimana? Setuju nggak?". Saran Danial.
Aisyah tercengang, Danial saat ini bukan lagi berada di pihak Zack melainkan sudah bersebrangan dengan pria itu. Jadi dia di culik karena Danial pikir jika dirinya tahu di mana Zack menyembunyikan Jasmin. Sementara Zack saat ini mungkin sedang menyelamatkan Jasmin dari para kejaran orang kejam di sekitarnya, dan dia dengan tidak berpikir panjang terlebih dahulu sudah menuduh Zack yang bukan - bukan.
"Aku sebenarnya tidak tahu keberadaan Jasmin saat ini, bahkan Zack saja saat ini masih membuatku cemas dengan kondisinya sedang baik - baik saja atau tidak. Tapi Aku penasaran dengan yang ingin di sampaikan oleh Danial yang konon bisa membuatku berubah benci setelah mengetahuinya...". Batin Aisyah keliru.
Aisyah melirik Alena meminta pendapat. "Jangan dengarkan dia, Cha! Yang di ceritakan pasti hanya rekayasa belaka agar kamu mau membuka mulut, jadi lebih baik kamu jangan ladeni dia dan sabar menunggu tuan Zack datang menyelamatkan kita...". Saran Alena dengan suara ditinggikan.
__ADS_1
"Ini perempuan banyak bising juga yah, tutup mulutnya cepat!". Perintah Danial pada anak buahnya.
"Engghh, engghhh". Alena mencoba memberontak tapi mulutnya berhasil di lakban hingga tidak terdengar lagi suara dari bibir seksinya.
Danial mendekati Alena sambil menatap Aisyah. "Kamu setuju atau tidak dengan kesepakatan yang kuberikan tadi? Jika kamu setuju maka akan menguntungkan kita berdua, jika kamu menolak memang kita akan sama - sama rugi tapi sahabat mu yang menggoda ini malah akan sangat menikmati...". Ujar Danial dengan senyum sinisnya.
Tangan Danial mulai menyusuri wajah Alena kemudian semakin menggerakkan tangannya ke bawah. Alena tampak menggeliat merasa jijik dengab sentuhan Danial di tubuhnya. Saat Danial ingin membuka kancing baju yang di kenakan Alena, tiba - tiba...
"Berhenti!..". Teriak Aisyah. Semua mata menatapnya. "Baik, aku setuju jadi lepaskan Alena". Sambung Aisyah mengalah demi sahabatnya.
Lagi pula Aisyah hanya ingin mengulur waktu sampai ada yang datang menyelamatkan mereka berdua. Sangat yakin jika di luar sana para bawahannya sedang bertarung nyawa untuk datang. Dalam masa menunggu itu juga ia tidak mau membuat Alena terlalu trauma, cukuplah dari tadis tadis sahabatnya itu merasa ketakutan jangan sampai semakin para dengan kehilangan kehormatan oleh pria - pria bring sek seperti mereka.
"Pilihan yang bagus nona, sekarang kami mau mengatakan nya terlebih dahulu atau mau mendengarkan ceritaku dulu?". Tanya Danial mulai memposisikan dirinya dengan duduk nyaman di hadapan Aisyah.
Aisyah menatap Alena yang menggeleng menghalanginya tapi Aisyah malah membalas dengan senyuman karena lega melihat sahabatnya selamat dari sentuhan pria me sum di hadapan nya.
"Ya kamu dulu lah yang cerita, siapa yang bisa menjamin jika kamu tidak akan semena - mena pada kami setelah mendapatkan apa yang kamu inginkan, sedangkan aku meskipun lebih dulu mendengar ceritamu pun aku tidak akan bisa lari dari sini dan kalian semua tetap akan mendapatkan yang kalian tunggu". Jawab Aisyah.
"Dasar otak cerdas yah, tidak mau rugi sama sekali, tapi nggak papa aku juga sangat ingin menceritakan hal ini pada nona karena juga akan sangat menguntungkan ku secara tidak langsung...". Balas Danial ketus.
"Cepat katakan, jangan buang - buang waktu!". Potong Aisyah mulai jengah.
__ADS_1
"Tenang Nona Aisyah, aku tahu sekarang nona sedang mencari tahu siapa orang yang dari dulu mengetahui identitas nona tapi memilih bungkam dan membiarkan nona hidup sengsara di panti asuhan. Nona ingin tahu siapa orangnya?". Danial menatap lekat ke arah Aisyah.
Aisyah yang mendengarnya tercengang, "Darimana dia tahu tentang itu, jangan - jangan....". Gumam Aisyah dalam hati. Perasaan nya mulai tidak enak, Danial berhasil mengobrak - abrik perasaan Aisyah di sini.