Pelakor Pilihan Mertua

Pelakor Pilihan Mertua
Bab 217 Taat


__ADS_3

Dilan segera membeli setelan lengkap di toko terdekat. Karena waktu yang di berikan hanya sebentar, ia langsung saja memint pada pelayan toko untuk mengambil kan nya perlengkapan pria yang lengkap sebanyak satu set saja. Setelah mendapatkan nya, Dilan segera membayar nya tanpa tahu total sebenarnya.


"Ini terlalu banyak pak". Imbuh petugas kasir. Tapi ucapannya itu sama sekali tidak di dengar oleh Dilan.


Pria itu memberikan sejumlah uang kes pada kasir dan langsung pergi begitu saja bagai di kejar setan. Ya, setannya adalah Zack. Menurut Dilan, jika Zack sedang pada emosi yang tidak stabil maka ia lebih menyeramkan daripada setan.


Untung ia sekarang menggunakan sebuah motor untuk berkendara jadi ia bisa menghindari macet yang terjadi pada sore ini dan lebih mudah menyalit kendaraan lain. Tapi tetap saja, waktu yang di berikan oleh Zack sama sekali tidak cukup. Waktu di toko membeli satu set pakaian untuo Zack pun sudah memakan waktu lima menit, perjalanan yang cukup jauh meskipun di tempuh dengan kelakuan maksimum juga tidak bisa sampai dalam waktu lima menit yang tersisa.


Sesampai di depan rumah sakit, Dilan mengamanahkan motor nya pada satpam manakala dia langsung berlari ke tempat Zack.


"Ma maaf tuan, sa saya lambat". Ujar Dilan dengan susah hati.


Zack melirik jam tangan nya, ternyata Dilan terlambat sepuluh menit. Dilan makan waktu dua puluh menit untuk mengerjakan tugas mudah yang Zack berikan. "Kamu itu becus nggak sih jadi orang! Aku beri kamu waktu sepuluh menit dan kamu memerlukan dua puluh menit hanya untuk membawakan aku set baju ini. Aku mulai meragukan posisi mu saat ini. Kamu mulai lalai dalam mendengarkan perintahku". Imbuh Zack kesal.


"Maaf tuan, saya sama sekali tidak sengaja. Waktu tuan menghubungi saya, saya sedang beranda di tengah kota sedangkan jarang dari sana ke rumah sakit ini, biasanya memakan waktu sejam tapi saya hanya memerlukan lima belas menit untuk sampai...". Jelas Dilan tertunduk takut.

__ADS_1


"Kamu mulai berani menjawab. Kalau sudah gagal maka gagal. Jangan banyak mengelak. Sekarang kamu aku hukum". Zack sama sekali tidak ingin mendengar penjelasan dari Dilan..


Dilan pasrah. Selama ini Zack tidak pernah menghukumnya dengan hukuman berat, tapi bukan berarti dia sengaja tidak menuruti permintaan Zack dalam jangka waktu yang di berikan. "Baik tuan". Sahut Dilan pasrah.


Zack mengabaikan Dilan yang berdiri di hadapannya.


"Maaf kalau kamu menunggu lama...". Sapa Mawar sudah kembali dari mushola rumah sakit.


"Nggak papa. Lagi pula baju gantinya baru muncul. Aku harus membersihkan diri terlebih dahulu. Kamu di sini dulu yah tunggu kabar dari dokter, hubungi aku segera jika pintu ini sudah terbuka. ..". Zack beralih pada Dilan yang menatap Mawar dengan tatapan misterius.


"Kamu tunggu apa di sini? Sudah banyak yang menjaga mereka di sini kamu. Jadi kamu harus ikut aku untuk menerima hukuman atas kegagalan kamu mengerjakan tugas yang ku berikan...". Tegur Zack sambil menepuk bahu Dilan yang kurang fokus.


"Berwudhu lah dan sholah untuk meminta pertolongan untuk Aisyah. Ini bukan hukuman tapi hanya sebuah permintaan, aku tidak memaksa tapi ku mohon kamu sudi mendoakan Aisyah yang baik - baik...". Tutur Zack dengan lirih. Sikapnya sangat bertolak belakang saat Dilan baru datang tadi.


Cinta nya pada Aisyah membuat orang lain tanya sengaja melihat sisi lemah lembut Zack yang selama ini hanya ia perlihatkan pada keluarganya terutama pada Aisyah. Sekarang Aisyah memerlukan doa tulus dari banyak orang. Tanpa paksaan membuat Zack harus meminta pertolongan orang lain untuk mendoakan yang terbaik untuk Aisyah. Jika ia menggunakan kekerasan ia takut doa yang mereka kirim juga tidak manjur. Jadi ia terpaksa bersikap lembut dan penuh harap.

__ADS_1


Dilan tersentak dengan sikap Zack. Ia tidak menyangak akan melihat lagi wajah ramah Zack yang tertuju padanya. Terakhir ia melihat wajah itu saat Zack berusaha memintanya menjadi pengemis di jalanan dan beralih menjadi anak buahnya. Dilan saat itu memnag sangat mengagumi sosok Zack karena ia sudah menolongnya dari kejaran preman yang ingin membunuhnya dan menjual organ tubuhnya.


"Tanpa tuan minta pun saya akan mendoakan yang terbaik untuk non Aisyah. Saya akan sholat tapi bukan atas permintaan tuan tapi karena saya memang ingin. Saya juga sudah meminta anggota yang lain nya untuk turut mendoakan non Aisyah di setiap sholat mereka. Kami memang terlihat seperti preman tapi kami sepakat untuk tidak meninggalkan sholat dan hanya menggunakan kemampuan bela diri kamu untuk menegakkan keadilan. Semoga amal ibadah orang seperti kami ini masih diterima oleh yang maha kuasa". Lirih Dilan sedikit sedih.


Zack tercengang, ia tidak menyangka jika anak buah kepercayaan nya ini merupakan orang yang taat beribadah, bukan hanya Dilan saja, ternyata banyak yang diam - diam sangat taat beribadah.


Zack memegang bahu Dilan erat. "Aku sudah mengatakan pada kalian semua yang bekerja untuk ku, aku tidak akan memaksa kalian untuk tetap berada di dunia gelap ini. Keluarlah jika kalian ingin hijrah. Aku malah akan senang jika kalian semua ingin keluar dari kumpulan untuk meningkatkan ibadah pada yang maha pencipta...". Imbuh Zack mengingatkan kemudahan klan nya.


Dilan geleng kepala, "Tidak tuan, menurut saya dan yang lain nya. Pekerjaan kami ini tidak salah. Kami hanya membunuh mereka yang jahat, merugikan orang lain hanya untuk keuntungan diri sendiri. Seperti mantan tunangan anda itu, non Cleo. Meskipun ia sudah berada di dalam penjara tapi ia tetap saja masih merencanakan untuk membalas dendam lada tuan dan keluarga tuan. Saya curiga jika salah paham yang terjadi antara tuan dan tuan Danish merupakan strategi non Cleo bersama komplotan nya...". Jelas Dilan.


Nafas Zack berderu dengan kencang mendengar nama mantan tunangannya di ungkit oleh Dilan. Tapi yang di ucapkan Dilan mungkin ada benarnya. Cleo merupakan seorang wanita psikopat. Sanagt terobsesi mendapatkan dirinya, ia kini berada di penjara tahanan yang terletak di pulau asing. Tapi tidak mustahil bagi Cleo menjalan kan pembalasan dendamnya karena selama ini dia juga selalu bergerak secara diam - diam melukukan pembunuhan berantai pada beberapa wanita dan beberapa keluarga korban tanpa meninggalakan jejak bukti sedikit pun.


"Tuan jangan pikirkan hal itu sekarang! Biarkan aku dan yang lain menyelidiki lebih lanjut lagi. Kami akan melakukan yang terbaik untuk menyingkirkan manusia serakah itu. Tuan lebih baik masuk lah, bersihkan tubub tuan dulu dan kita akan menjalan sholat jemaah bersama untuk mendoakan non Aisyah". Imbuh Dilan mengingatkan tujuan utama mereka ke musholah.


Zack tersentak, pikirannya saat ini tidak bisa di ajak bekerja sama. Pikirannya mudah di alihkan pada masalah lain karena terlalu banyak beban yang sedang ia pikul sendirian. Tapi sebisa mungkin Zack menjaga kewarasan otaknya. Ia ingin mulai mendekatkan diri pada sang pencipta.

__ADS_1


Zack segera meninggalkan Dilan di depan pintu mushola untuk memberishkan diri dan memakai pakaian bersih saat menunaikan sholat.


Dilan menunggu Zack sambil mengaji, ia dedikasikan bacaannya pad Aisyah yang sedang bertarung nyawa mempertahankan nyawanya.


__ADS_2