Pelakor Pilihan Mertua

Pelakor Pilihan Mertua
Bab 251 Masalah selesai


__ADS_3

Beruntung posisi Cleo saat ini sedang membelakangi kedua polisi tersebut. Mendengar ada keributan, salah satu polisi malah menghampiri Cleo, Zack dan Shela. Manakala seorang lagi menghandle masalah yang di timbulkan Pundas.


"Ada apa ini ribut - ribut?". Tanya sang polisi pada Zack. Ia menatap bingung karena sebelumnya mereka bertemu di dalam lift. "Eh, anda yang tadi di lift tu kan". Tunjuk nya pada Zack.


"Eh pak polisi, senang bertemu dengan anda lagi...". Zack sengaja menegaskan ucapannya agar Cleo dan Shela mengerti maksudnya.


Shela menjadi gelagapan, ia segera menghalangi Cleo untuk menghadap ke arah polisi tersebut danmemakaikan masker pada putrinya. "Pakai ini dan jangan buat gaduh di sini". Bisik Shela pada Cleo.


Cleo sebenarnya tidak takut menghadapi polisi tersebut, jika ia di baw ke penjara juga dia tidak takut. Tapi ia teringat dengan rencana balas dendamnya pada Zack maka ia nurut saja apa yang di katakan mami nya.


"Anda beri saja dia pelajaran! Sangat tidak sopan meminta orang pergi dari sini tanpa alasan munasabah. Ganggu orang sedang makan saja". Ujar Cleo setelah memakai masker.


"Ibu tenang saja, sila nikmati hari anda". Balas pak polisi.


"Ini orang bukan nya berterima kasih, malah meminta aku di beri pelajaran. Dasar tidak bersyukur!". Batin Zack kesal.


Tapi ia tetap bernafas lega karena Cleo tidak berhasil di tangkap lagi oleh pihak polisi.


"Breaking news, berikut wajah seorang buronan wanita sedang di incar oleh pihak berkuasa karena berhasil kabur dari penjara dengan pertolongan rekan - rekannya. Jika ada yang melihat nya berkeliaran bebas di luar sana, di minta untuk melaporkan keberadaan nya segara pada pihak berwajib. Wanita ini di vonis hukuman mati lima hari dari sekarang akibat melakukan pembunuhan berantai pada puluhan wanita tidak bersalah....".


TV menyiarkan berita kaburnya Cleo dari penjara. Wajanya juga di sebar luaskan melalui berita tersebut. Semua kejahan yang telah ia lakukan juga di beberkan agar masyarakat takut dan melaporkan segera keberadaan Cleo pada pihak berwajib.

__ADS_1


"Seram juga ya ini perempuan! Wajah saja tampak ayi tapi sebenarnya psikopat tongkat akut. Jika aku melihatnya, maka aku sendiri lebih dulu memberi pelajaran pada nya. Dasar tidak berperikemanusiaan!".


"Benar banget, tangan aku tiba - tiba gatal ingin menghajar orang...".


Suara - suara sumbang menghina dan berniat memberi pelajaran pada Cleo terdengar dari para pengunjung. Sama sekali tidak ada yang berpikiran baik terhadap nya. Berita tentang kasus nya beberapa bulan lalu juga sudah viral di jagat maya dan sekarang berita ia kabur kembali membuat wajah dan nama baik nya tercemar. Tercemar akibat ulah nya sendiri.


"Kalian jangan seenak nya saja berbicara! Kalian yang mati di tangan nya baru tahu rasa kalian semua". Cleo melupakan emosi nya pada pengunjung lain. Geram mendengar semua orang menjelekkan dirinya di hadapannya langsung.


"Kamu pasti teman nya, atau komplotannya? Kok kamu yang marah - marah. Emang siapa yang tidak membenci perempuan psikopat itu. Atau kamu suka bila salah satu sahabat atau keluarga mu mati di tangan nya?".


"Aneh saja, psikopat di bela. Lebih baik laporkan saja ia juga ke kantor polisi sebelum dia menjadi Cleo kedua. Aku mah kesal lihat cewek seperti mereka ini. Udah salah malah di bela. Dasar psikopat!".


Begitu banyak yang mengeluarkan unek - unek tidak suka pada sikap Cleo. Membuat wanita itu meneliti setiap wajah mereka satu persatu, ia akan memberi pelajaran pada mereka yang sudah berani menyakiti hatinya..


"Sudah lah, nak. Jangan ladeni mereka. Ayo kita segera pergi dari sini...". Shela menggandeng tangan Cleo dengan sedikit kasar.


"Eh, mami apa - an sih. Nggak usah pakai nyeret - nyeret segala kalik. Aku bisa jalan sendiri!". Imbub Cleo melepas tangan nya dari Shela dengan kasar.


"Kamu nggak boleh terpancing emosi begitu dong, Cleo! Kalau ada yang curiga itu kamu bagaimana? Kamu bisa masuk ke dalam penjara lagi dan menjalani hukuman mati itu. Mami nggak sanggup mendengar kabar buruk itu, nak...". Lirih Shela di lorong sunyi.


"Aku nggak takut! Aku bersumpah akan menghantui hidup semua orang yang sudah menghancurkan masa depan ku!". Sahut Cleo tidak takut.

__ADS_1


"Jangan ngomong begitu, nak! Kalau kamu mati, siapa yang akan menemani mami di dunia ini. Hanya kamu yang mami miliki sekarang. Kamu tidak boleh mati, kita harus sama - sama balas dendam pada Zack..". Mohon Shela.


Cleo membuang nafas berat. Ia sangat malas bila Shela memasang wajah memelas seperti itu. Timbul niat ingin membunuh wanita yang sudah melahirkan nya itu, karena suatu hiburan tersendiri bagi nya jika ngelihat wajah memelas seperti itu saat ia menyiksa orang. Tapi ia tidak mungkin membunuh Shela, walau bagaimana pun Shela lah wanita yang paling berjasa dalam hidupnya. Sama sekali tidak pernah membuatnya kesal seumur hidup.


Sementara itu, Pundas kembali setelah meminta maaf pada kedua orang tua bocah yang menangis akibat ulahnya. Beruntung mereka tidak memperpanjang masalah sepele ini. Hanya saja telinga Pundas panas menerima nasihat yang terdengar meremehkannya.


Zack pula menghampiri Pundas dan mengatakan sesuatu padanya. "Mereka itu becus nggak sih jagain mereka? Sudah di beri isyarat untuk membawa Cleo dan Shela pergi, mereka malah cuek dan buat hal sendiri. Laporkan saja sikap mereka itu!". Kesal Zack menunjuk ke arah mereka yang salah tingkah akibat sikap mereka sendiri.


"Maaf kan kami Pundas. Kami pikir tadi kamu hanya bercanda, kami pikir dua polisi tadi pengunjung biasa. Kami janji tidak akan cuai lagi, jangan laporkan kan sikap kami pada bos Danish...". Lirih salah seorang dari mereka.


"Nggak penting, yang sekarang harus kalian pikir kan ke mana non Cleo dan ibunya pergi? Apa kah ada yang terus mengawasi mereka?". Tanya Pundas memastikan.


Mereka semua saling melemparkan pandangan aneh. "Maaf, kami akan segera mencari mereka". Sahut mereka serentak.


Baru saja mereka ingin berganjak, Zack mengangkat bicara. "Nggak perlu, sekarang mereka sudah kembali ke Apartemen". Kata Zack ketus.


"Bagaimana kamu tahu? Memang nya siapa kamu? Aku baru kali ini melihat pria dengan penampilan aneh". Tanya salah satu dari mereka.


"Kalian nggak perlu tahu aku siapa? Yang harus kalian tahu, kalian bekerja dengan sangat tidak becus!". Setelah mengatakan itu Zack berlalu meninggalkan mereka yang tercengang dengan ucapannya tadi..


"Kalian harus mempertanggung jawab kan semua kesalahan kalian ini. Kalian memang baru bekerja dengan bos Danish, tapi bukan berarti kalian bisa sesuka hati melakukan kesalahan. Seharusnya kalian fokus dan hanya fokus pada tugas kalian. Sekarang ikut aku ke Apartemen, kalian harus menerima hukuman agar di kemudian haru tidak terjadi kesalahan yang serupa...". Tegas Pundas.

__ADS_1


Mereka kini menuju apartemen Shela untuk memastikan jika mereka benar - benar sampai dengan selamat di sana. Pundas bingung bagaimana Zack tahu akan hal ini, tapi ia yakin karena Zack adalah orang yang begitu banyak orang suruhan yang bertebaran di mana - mana. Hanya membuka mulut, mereka langsung datang menemui nya.


__ADS_2