Pelakor Pilihan Mertua

Pelakor Pilihan Mertua
Bab 94 Bu Yanti di tahan


__ADS_3

"I i iya dengan saya sendiri. Jika pak polisi mencari suami saya, dia nggak ada pak. Sudah hampir sebulan dia pergi bahkan saya sendiri tidak tahu dia pergi kemana?". Jawab bu Yanti berusaha mengatur perasaannya.


"Kami datang ingin menyampaikan jika suami ibu sedang berada di tahanan setelah menyerahkan diri dan mengakui semua jenayah yang saat ini sedang menjerat beliau". Jelas pak Sambo. Ia dan teman nya yang seorang polwan di tugaskan ke kampung untuk menjemput bu Santi.


"Apa!". Bu Yanti berteriak tidak percaya.


"Dasar tua bang ke memang si Santo itu! Ternyata ia hanya alasan mengunjungi makam orang tuanya tapi sebenarnya pergi ke kota menyerahkan diri pada polisi. Bodoh! Ancamanku selama ini sama sekali tidak di endahkan. Jangan sampai dia melibatkan aku dalam masalah ini, akan ku santet biar cepat mati jika itu terjadi". Gumamnya dalam hati.


"Terima kasih pak telah memberi info penting ini. Saya akan datang menjenguknya jika ada ada waktu dan uang untuk ke kota, saya permisi dulu ke dalam karena ada pekerjaan yang harus saya selesaikan. Pak polisi boleh pergi". Bu Yanti mencoba mengelak dan mengusir pak Santo dan polwan itu.


Sebelum bu Yanti berhasil menutup pintu rumahnya, pak Santo berhasil menahannya, "maaf bu, anda juga harus ikut kami ke kantor polisi sekarang, tak perlu tunggu waktu lagi kami membawa ibu bertemu suami ibu gratis tanpa biaya". Ujar Pak Santo.


"Saya tidak mau pak! Atas dasar apa saya di bawa ke kantor polisi, jangan libatkan saya dalam jenayah yang di lakukan pak tua itu, saya tidak bekerja sama dengan dia pak, sumpah!". Bu Yanti beruaha mendorong pintu agar tertutup rapat. Tapi tenaganya tidak sebanding dengan tenaga dua orang polisi yang berbadan penuh otot.


Tanpa menguras banyak tenaga, pak Santo berhasil membuka pintu dan polwan itu langsung berlari masuk mengejar bu Yanti kemudian memborgol tangannya.


"Silakan beri pembelaan di kantor nanti, bu. Sekarang anda harus ikut kami, tadi kami tidak berniat berbuat kasar tapi sikap ibu memaksa kami berbuat demikian". Jelas pak Santo.


Bu Yanti tidak lagi memberontak, ia menundukkan wajahnya saat di masukkan ke dalam mobil polisi dengam tangan yang sudah di borgol. Kini para tetangga berdatangan menyaksikannya di borgol, suara - suara sumbang banyak terdengar menghibah bu Santi.


Ada yang kasihan tapi tak kalah banyak juga yang mengguncing, sifat bu Yanti yang tidak ramah pada tetangga nya bahkan memiliki sifat sombong dan suka merendahkan sesama membuatnya banyak di benci oleh tetangganya. Kejadian ini membuat tetangga yang tidak menyukainya mengucapkan syukur.


Setelah meminta tolong pada bu RT untuk menggembok pintu rumah bu Santi, Pak Sambo baru lah turut masuk ke dalam mobil dan menyetir menuju kantor polisi.

__ADS_1


*


*


Aisyah memperhatikan sikap Zack sedikit berubah. Ia sering termenung dan jarang sekali tertawa seperti sebelumnya, bahkan saat pulang kantor yang biasanya seluruh keluarga meluangkan waktu satu sama lain tapi Zack malah menghindar dan memilih berkurung di dalam kamar.


Aisyah ingin bertanya tapi khawatir mencampuri urusan pribadi saudaranya itu. Tapi ia tidak suka dengan sikap Zack yang seperti itu, rindu ingin menggoda dan bertengkar dengannya. Di sebabkan tidak bisa menahan diri lagi, Aisyah menghampiri Zack yang sedang sibuk dengan ponselnya.


Pikirnya Zack akan marah karena sikap tidak sopan nya, tapi pria itu malah menatapnya bingung dan bertanya dengan nada lesu.


"Kamu mau apa, Aish?". Tanyanya.


"Kamu itu yang kenapa? Akhir - akhir ini sikap kamu itu menyiksaku tau nggak. Aku rindu sa....". Aisyah menutup mulutnya. Tidak menyangka jika mulutnya mengatakan perkataan keramat itu.


"Ma maksudku.....Kamu jangan kegeeran dulu yah! Aku memang rindu sama kamu, normal kan kita bersaudara jika salah satu saudara sedikit berubah tentu menbuat kita rindu dengan sikapnya yang dulu. Aku tidak mengatakan rindu karena aku suka sama kamu kok". Aisyah mencoba membenarkan maksud perkataannya. Tapi tingkahnya itu membuat senyuman Zack semakin lebar karena gemas.


"Sudah - sudah, jangan kesal begitu! Sini duduk di sampingku". Ajak Zack.


Dengan masih merasa malu - malu, Aisyah menurut. Melipat tangan di dada menandakan dia masih kesal, tapi kesa sama siapa coba lah dia sendiri yang keceplosan. Dasar Aisyah linglung.


"Katakan apa yang kamu inginkan?". Tanya Zack.


Aisyah menatap wajal Zack, "kenapa akhir - akhir ini kamu lebih sering diam dan menghindar dari ibu da ayah. Kamu tau nggak kami rindu padamu tapi kamu malah menghindar dan menyimpan beban di pundak mu sendiri tanpa mau berkongsi". Kini mata Aisyah mulai berembun.

__ADS_1


"Maaf membuat kalian rindu dan pasti nya khawatir padaku. Tapi aku sungguh tidak apa - apa, Aish. Kamu, mommy dan daddy hanya terlalu berlebihan menanggapi sikapku". Jelas Zack.


"Kamu jangan bohong Zack, aku tahu kamu pasti merasa bersalah kan atas perbuatan kedua orang tua kandungmu yang menyebabkan aku berpisah dari ibu dan ayah. Yang mereka lakuka itu memang mutlak salah mereka sendiri, kamu tidak ikut andil dalam perbuatan mereka. Bukankah kamu juga baru tahu siapa mereka sebenarnya setelah pak Santo menyerahkan diri di rumah sakit waktu itu. Kamu sebelum menjadi anak ibu dan ayah bukannya tinggal di panti asuhan juga sama seperti ku...".


"Pasangan itu memang kejam, bukan denganku saja, dengan anak sendiri juga mereka tidak memiliki belas kasihan sama sekali. Jangan bilang kalau kamu yang merasa kesihan pada mereka yang kini sedang menginap di hotel prodeo! Kamu nggak akan beruaha membela mereka kan?". Aisyah menggeleng kepala berharap yang dia katakan tidak benar.


"Aku terlahir dari pasangan itu Aisyah, sifat kedua orang tuanya pasti akan menurun ke anaknya kan. Kamu nggak khawatir jika sifat ku yang sebenarnya sama seperti mereka?". Tanya Zack.


"Kamu jangan ngomong gitu! Aku nggak suka, selama ini aku mengenal kamu sebagai pria paling baik yang pernah aku kenal, dulu saat mengetahui siapa orang tua kandungmu aku sempat kaget kok pria baik seperti kamu terlahir dari orang tua kejam seperti mereka. Kamu harus melakukan tes DNA, pasti ada rahasia lain yang mereka sembunyika dari kamu. Aku yakin itu!". Ujar Aisyah tidak setuju dengan perkataan Zack.


"Andai kamu tahu apa yang pernah aku lakukan di masa lalu bahkan sampai saat ini aku masih menyembunyikan hal itu dari siapa pun. Dan saat ini aku juga merupakan ketua dari salalh satu geng Mafia yang cukup besar di kota ini, jika kamu tau semua tentang aku, aku khawatir jika kamu akan kecewa padaku, maaf kan aku, Aish". Gumam Zack dalam Hati.


"Sudah kamu jangan murung terus seperti ini! Ayo temani aku berbelanja, tangan ku tiba - tiba gatel ingin ke mall melihat kamu santai aja sambil main ponsel di sini. Kamu mau kan?". Ajak Aisyah.


"Iya, kamu bersiap lah aku juga akan bersiap dulu". Zack setuju dan mendorong Aisyah keluar dari kamarnya.


"Perempuan itu memang lancang sekali, dia main masuk aja ke kamar ini tanpa mengetuk pint terlebih dahulu. Kalau aku sedang tidak memakai apa - apa bagaimana? Hish, sungguh meresahkan". Gerutunya saat sudah sendiri.


Setelah bersiap dengan mengunakan Pakaian santai, Zack keluar kamar dan mencari keberadaan Aisyah. "Kebiasaan kalau perempuan yang akan di ajak jalan pasti bersiapny lama". Batinnya.


"Kami sudah siap!". Seru Aisyah.


Zack yang baru saja ingin duduk bersantai menunggu di sofa terpaksa bangkit karena kaget. Ia menatap Aisyah dan Mega sudah siap ingin keluar.

__ADS_1


Zack menelan slavina berat. "Aduh, kok mommy ikut juga sih". Batinnya.


__ADS_2