Pelakor Pilihan Mertua

Pelakor Pilihan Mertua
Bab 30


__ADS_3

Tiga belas tahun yang lalu.


Sepasang suami istri sedang berdebat mempertahankan pendapat masing - masing di halaman belakang mansion utama keluarga Purbalingga.


"Kamu jangan cari mati pak! Kamu kira dengan mengatakan semua itu bisa membuat hidup kita kembali tenang! Malah nyawa kita akan semakin terancam pak!". Ucap bik Yanti, seorang pembantu paruh baya yang tampak emosi tapi masih mertutur dengan suara kecil agar tidak di dengar orang lain selain mereka.


"Tapi bu, bapak selalu di hantui rasa bersalah telah membuang anak yang tidak berdosa itu. Kita sudah tua seperti ini, bapak tidak mau mati dengan masih membawa rasa bersalah yang telah kita lakukan di masa lalu. Tolong berubah la buk demi ketenangan masa tua kita nanti, bapak akan mengatakan yang sebenarnya pada nyonya tentang keberadaan anak kandungnya..". Setelah mengatakan itu, Pak Santo berlalu pergi ingin menemui majikannya, tapi dengan cepat langkahnya di halang oleh istrinya.


Bu Yanti memang masih terlihat muda berbanding pak Santo yang sudah lemah, usia mereka berpaut tujuh tahun di tambah lagi Pak Santo yang sering ketakutan hingga kurang tidur dan mulai sakit - sakitan akibat rasa bersalahnya, oleh itu tenaga bu Yanti lebih kuat dari suaminya itu.

__ADS_1


Bu Yanti mendorong suaminya hingga jatuh terduduk dilantai. "Kamu jangan gila pak! Rencana kita sudah berjalan dengan mulus, sekarang anak kita berasil menjadi anak di keluarga ini, kamu tidak takut anak kita akan di buang setelah anak mereka berhasil di temukan, tidak pak! Anak kita pasti akan disingkir kan.... Jadi kamu jangan bodoh pak!! Lebih baik kamu mati dari pada anak kita gagal menjadi orang sukses seperti apa yang telah kita rencanakan bersama...". Cerca Bu Yanti geram dengan jalan pemikiran suami yang ingin membuat rencananya gagal di tengah jalan.


Setelah semua yang mereka lakukan dengan susah paya sampai mengancam nyawa mereka, kini dengan gampangnya suaminya ingin membongkar semuanya, "aku tak akan membiarkan bapak memberi tahu nyonya dan tuan, ibu rela kehilangan bapak daripada harus melihat anak kita hidup sekarat!". Ancam Bu yanti dengan penuh penekanan.


Pak Santo terdiam melihat sorot mata istrinya yang memerah akibat menahan amarah, dia begitu mengenal wanita yang menjadi teman hidupnya itu. Dia tidak segan - segan membunuh seseorang yang berani menggagalkan rencananya, sama seperti dulu saat ingin menikah tapi tidak di restui ibunya, keesokan harinya dia dengan tidak berperasaan membunuh ibunya sendiri demi bisa menikah, tapi dia tetap menerima bu Yanti dengan segala sifatnya itu karena cinta.


"Jika kamu merasa bersalah pada anak itu, kan kamu bisa datang ke panti asuhan itu, beri sedikit bantuan untuknya agar hidup lebih enak, tidak semestinya kamu memberi tahu nyonya dan tuan kan, sekali lagi ibu mendengar ucapan bapak soal ini, ibu tidak akan segan - segan lagi...". Sambung Bu Yanti sedikit lebih lembur sambil melirik kiri kanan melihat siapa tahu ada yang melihat pertengkaran mereka, dia kemudian melangkah pergi dari hadapan suaminya setelah sekali lagi memberi tatapan yang mematikan pada pria paruh baya itu.


"Jadi aku adalah anak bik Yanti dan Pak Santo? ". Ucapnya dalan hati dengan menutup mulutnya agar tidak ketahuan oleh pak Santo yang masih terduduk diam di tempatnya.

__ADS_1


Yah, anak remaja itu adalah Zack, dia yakin dirinya lah anak yang mereka maksudkan, dia adalah anak yang di ambil di panti asuhan semasa bayi oleh daddy Panji dan Mami Melodi.


"Siapa anak daddy dan mami sebenarnya? Kasihan mereka dari dulu mencari tapi tak dapat petunjuk apapun, aku harus menemukan nya cepat supaya mereka tidak sedih lagi". Tekatnya setelah berhasil masuk ke dalam kamarnya tanpa dilihat oleh pa Santo.


Dia turut sedih melihat kedua orang tua yang membesarkannya setiap hari sibuk mencari anak mereka yang hilang.


Dia tidak berniat menganggap pak Santo dan bu Yanti sebagai irang tua kandungnya, menurutnya mereka kejam telah membuangnya sedari kecil di panti asuhan, dan lebih kejam nya lagi mereka telah mencuri anak orang lain kemudian menukarnya dengan dirinya. Tiada yang bisa di anggap baik dari perbuatan sepasang suami istri itu.


Keesokan harinya, Zack mengikuti kemana pak Santo pergi sepanjang hari, tapi tidak menunjukkan kemana letak sebenar panti asuhan tempat mereka membuang anak tidak berdosa itu.

__ADS_1


Sepuluh hari dia terus membuntuti, hingga pada akhirnya membuahkan hasil, pak Santo memasuki sebuah yayasan panti asuhan dan keluar setelah setengah jam berada di tempat itu.


"Ini pasti panti asuhan di mana mereka membuang anak itu, aku akan mencari tahu yang mana anak daddy dan mommy yang sebenarnya..". Di dalam taksi Zack terus mengamati gerak - geri pak Santo.


__ADS_2