Pelakor Pilihan Mertua

Pelakor Pilihan Mertua
Bab 52 pertemuan Aisyah dan Rehan


__ADS_3

Tanpa dia sadari sepasang mata turut memperhatikannya dalam keraguan.


"Wanita itu terlihat seperti Aisyah. Jika benar, bagaimana dia bisa datang ke majlis yang pasti hanya mengundang kalangan elit saja? Atau aku cuma salah lihat karena sudah begitu merindukannya?". Gumamnya dalam hati.


Dia begitu penasaran dengan sosok wanita itu, dia sama seperti undangan yabg hadir di majlis ini, memakai topeng sesuai temanya 'Masquerate party' atau pesta topeng. Dia menghampiri wanita itu dengan membawa dua gelas minuman.


"Hai nona". Siapanya saat sudah berada di di belakang wanita itu.


Aisyah tidak langsung menoleh atau menjawab karena suara yang menyapanya barusan begitu tidak asing baginya. Dia menarik nafas dalam, mengontrol emosinya sebelum menjawab sapaan orang itu. Karena mustahil untuk nya menghindar, orang itu pasti akan langsung mengenalinya.


"Ya Hai". Jawabnya singkat dengan suara yang sedikit ditahan.


"Nama aku Alfaro, kamu?". Rehan mengulurkan segelas minuman pada Aisyah.


Aisyah mengambil minuman itu dan meletakkannya di meja tanpa berniat ingin meminumnya, takut saja minuman itu ada sesuatu yang bisa membuatnya hilang kewarasan lagi. Dilihat dari tingkahnya, dia pasti belum mengenali Aisyah, hingga dia memperkenalkan dirinya dengan nama lain.


"Siti..". Jawab Aisyah singkat dan jutek.


"Siti yah!". Rehan berusaha menahan tawa mendengar nama wanita di hadapannya sangat kuno. " Maaf! Kamu itu terlihat seperti seseorang yang begitu aku rindukan, tapi dari dekat ini semakin jelas sama cuma suara yang agak berbeda, ya jelas la memang bukan kok...". Ucap Rehan segan melihat tatapan tajam wanita itu.


" curhat pula orang nih! Dia pikir aku peduli! Dasar...". Batin Aisyah kesal. Dia berniat ingin menghindari saja tapi saat melihat ke belakang Rehan, seorang wanita sedang menatap ke arah mereka berdua dan dapat di pastikan wanita itu adalah Desi yang tampak cemburu suaminya sedang mendekati wanita lain.


"Duduk aja di sini mas! Tamunya mungkin udah pulang tadi dengan pasangannya.". Ajak Aisyah menepuk bangku kosong di sampingnya.


Dengan senang hati Rehan duduk di sebelah Aisyah dengan jarak yang tidak begitu jauh tapi tidak begitu rapat juga.

__ADS_1


Rehan mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan foto yang terpapar di layarnya. "Dia istriku, kabur bersama lelaki lain membawa serta anak kami. Jika kamu terlihat dia di jalan atau di mana gitu tolong hubungi aku di sini yah!". Ucap Rehan sambil memberikan juga kartu nama miliknya pada Aisyah.


"Apa? Dia bilang aku kabur bersama lelaki lain? Sedangkan dia menutup fakta yang sebenarnya terjadi di antara kami, jadi gini cara kamu mas! Ok, sangat jelas kamu ingin mulai perang denganku sekarang, lelaki bareng sek!". Maki Aisyah dalam hati.


"Dia perempuan yang tidak tahu di untung yah! Suami bekerja sebagai direktur utama malah di tinggalkan, ganteng dan baik pula. Emang selingkuhannya itu kerja apa sih sampai sanggup ninggalin kamu yang sudah cukup sukses ini?". Tanya Aisyah sok memuji dengan menahan perasaan mual di lambungnya.


"Selingkuhannya cuma karyawan biasa...". Jawab Rehan dengan sedih mencari simpati pada wanita di hadapannya.


"Dia pasti menyesal...". Sahut Aisyah. "Siapa pun itu, apapun pekerjaannya? Jika dia bisa memberi kebahagiaan, menghargai pasangannya sudah pasti lebih memilih orang itu berbanding kamu suami breng sek!". Batinnya lagi.


Rehan seakan tertarik dengan wanita cantik di sampingnya ini, dia mencoba memegang tangan wanita itu perlahan namum pasti. Saat hampir menyentuh...


"Sedang apa kamu mas?". Tegur Desi dengan suara ketusnya.


Rehan tersentak, tak menyangka istrinya itu diundang ke majlis ini. Dengan cepat ia menarik tangannya menjauh dari tangan si Siti. Dia membuang nafas kasar lalu menatap istrinya dengan intens. "Kenapa kamu bisa datang ke pesta ini? Dengan dandanan jelek seperti itu lagi..". Tanya Rehan dengan sedikit membentak.


"Saatnya kita lihat pertunjukkan..". Batin Aisyah.


"Diam kamu Desi! Kamu jangan sampai buat aku malu di sini!". Tegas Rehan dengan suara yang di kecil kan. Sekarang ia sudah berdiri sambil menggenggam erat tangan istrinya.


"Ini istri kamu yang kabur bersama lelaki lain itu atau gimana, sih? Atau kamu sebenarnya hanya mengarang cerita untuk mendekati aku...". Aisyah sok bingung untuk membuat suasana semakin keruh.


"Kamu bilang Aisyah kabur karena lelaki lain? Kamu sedar nggak mas, dia itu kabur karena ulah kamu yang suka selingkuh, sekarang aku sudah menjadi istri kamu dan kamu akan buat hal sama padaku..". Kesal Desi.


"Aduh aku baru tahu mbak, maaf yah! Tapi maksudnya mbak ini dulu selingkuhan nya dia yah hingga istrinya kabur, karma dong yah!". Ejek Aisyah.

__ADS_1


Desi yang mendengarnya omongan wanita dihadapannya langsung naik pitam. Dia sangat ingin menjambak rambut indah milik wanita sok kecantikan dihadapannya itu, yang sengaja menjatuhkan maruah nya di depan tamu undangan yang lain. Tapi langkahnya di tahan oleh Rehan yang sedari tadi menggenggam erat pergelangan tangannya.


"Ada apa ini?". Mega menghampiri menghampiri mereka setelah mendengar ada sedikit keributan di pojokan gedung. Nasib hanya segelintir tamu undangan yang memusatkan perhatian mereka ke arah keributan itu, jika tidak! Dapat di pastikan hukuman apa yang akan di terima oleh mereka yang sudah berani menimbulkan kekacauan di majelisnya.


"Ti - tidak nyonya! Ini hanya salah paham saja...". Jawab Rehan dengan terbata - bata.


Mega kemudian beralih pada wanita anggun dengan gaun yang sangat cantik, dia bisa mengenali wanita itu karena bisa merasakan perasaan aneh yang sama saat mereka bertemu pertama kali tempo hari. "Kamu temannya Zack, kan? Tamu istimewa yang di undang khusus oleh anak mami". Ucap Mega antusias.


Aisyah tersipu malu sekaligus bernafas lega. Setidaknya ibu Zack tidak menyebut namanya di hadapan lelaki dan wanita kepa rat itu.


"Kalian jika ada masalah, selesaikan di rumah! Sana pulang saja!". Usir Mega pada Rehan dan Desi.


Dengan menahan rasa malu, Rehan dan Desi pamit dengan sedikit menundukkan badan dan segera berlalu pergi. Mereka melewati kerumunan tamu undangan yang sangat ramai, tapi beruntung posisi mereka sekarang dekat dengan pintu keluar memudahkan mereka berdua cepat keluar dari gedung itu.


"Ini karena ulah kamu, aku malu ada istri bodoh seperti kamu tau nggak!". Bentak Rehan saat berada di depan mobil miliknya.


"Kamu menyalahkan aku mas! Kamu yang kegenitan menggoda wanita lain di dalam sana, tapi malah aku yang salah..". Jawab Desi tidak mau kalah.


"Kamu!". Rehan mengangkat tangannya ingin menampar sang istri tapi urung dan memilih membuang tangannya ke bawah. "Beruntung pesta ini di gelar dengan tema bertopeng, jika tidak! Pasti reputasi aku akan hancur di mata rekan bisnis dan sainganku kamu tahu! Sekarang masuk ke dalam mobil!". Teriak Rehan penuh emosi yang memuncak.


Saat mereka asik bertengkar, Aisyah yang masih berada di dalam gedung merasa geli dalam hati melihat ekspresi takut dan malu dari pasangan yang telah membuat hidupnya berubah. Pertengkaran tadi merupakan balasan yang belum seberapa darinya, ia akan melakukan lebih dari itu suatu saat nanti dengan bantuan Jasmin, bik Saras dan Zack tentunya.


"Kita ke hadapan yuk! Kamu di sini hanya akan si ganggu orang lain seperti tadi. Jika bukan mami yang datang sendiri meleraikan, mungkin kamu akan ikut di seret keluar oleh pengawal..". Ajak Mega.


"Nggak usah tante! Saya di sini saja, lagi pula di depan pun saya tidak kenal siapa - siapa selain tante...". Tolak Aisyah.

__ADS_1


"Nggak ada penolakan!". Mega langsung menggandeng tangan Aisyah menuju aula hadapan.


__ADS_2