Pelakor Pilihan Mertua

Pelakor Pilihan Mertua
Bab 112 Masalah baru


__ADS_3

Maaf ya ingin curhat sebentar, bukan ingin merendah atau menghina pihak manapun cuma saya ingin meminta pendapat atau solusi dari permasalahan yang saya hadapi.


Saya nulis cerita kan tidak langsung di aplikasi NT karena tidak memiliki data pribadi. Jadi saya memilih menulis di aplikasi nulis offline yaitu aplikasi 'WPS office'. Saya cek juga tulisan saya setelah selesai menulis di aplikasi itu karena ketika mau update ke NT saya harus minta hostpot pada tetangga yang punya data, karena kurang enak saya langsung post aja tanpa mengecek ulang lagi. Tapi ternyata saat saya baca tulisan saya yang sudah di post di NT begitu banyak kesalahan ejaan di sana. Saya bingung harus bagaimana?


Alhasil saya termenung memikirkan kesalahan saya sendiri,,, Dari pada lama - lama memikirkan masalah lebih baik kita lanjut ke ceritanya.


Cekidot


Zack dan Aisya saling menatap, mereka bingung keluar dari kecanggungan yang tercipta antara mereka.


"Tentang ucapan daddy tadi kamu jangan ambil hati ya. Jangan pikirkan Juga beliau pasti hanya bercanda menggoda anak - anak nya. ". Ujar Zack.


Setelah Panji melihat rekaman CCTV yang memperlihatkan adegan berpelukan antara Zack dam Aisyah awalnya ia tampak kaget tapi pada akhirnya ia mengatakan lebih baik anak - anaknya itu menikah dari pada terus menyembunyikan hubungan mereka dari keluarga sendiri.


Zack dan Aisyah saat itu tercengang, ingin membantah ucapan ayah mereka, tapi Panji lebih dulu mengangkat tangan tidak ingin mendengar penjelasan apa pun dari dua orang yang pikirnya sedang di mabuk kasmaran itu kemudian Panji meniggalkan mereka dengan rasa canggung yang tiba - tiba tercipta.


"Aku nggak ambil hati kok! Lagi pula kita tidak mungkin menikah karena kita udah seperti saudara kandung tahu bahkan nama kita berdua sama - sama tercantum nama keluarga besar Purbalingga dan Jayangkara. Jadi sangat nggak mungkin!". Bantah Aisyah menyakinkan.


"Baguslah kalau kau berpikir seperti itu, soalnya kita memang tidak sepadan sama sekali". Balas Zack sedikit kecewa. Tapi dari cara nya menyampaikan juga membuat hati Aisyah kecewa.


Setelah perbincangan singkat itu, Aisyah memilih fokus menghabiskan makanannya dengan sesekali menghela nafas kasar. Entah apa yang ia pikir kan saat ini yang pasti perkataan Zack tadi berhasil membuatnya sakit hati dan kecewa.


Zack hanya menatap Aisyah yang terlihat begitu berat menghabiskan makanannya. Ia sama sekali tidak kembali menyentuh makanannya karena sangat tidak berselera setelah mendengar perkataan Aisyah tadi. "Kita memang tidak harus berhubungan lebih dari seorang saudara. Kamu dan aku begitu berbeda jauh, Syah. Kamu adalah ratu dalam kerajaan mu dan aku hanya sebagai ajudan yang kebetulan berada paling hadapan untuk melindungi mu, aku menyesal telah menyalah gunakan semua titipan hingga membuatku tega menyakitimu lebih lama. Aku memang tidak layak jika di sandingkan dengan mu!". Gumam Zack dalam hati.


Meskipun kecewa dengan ucapan Aisyah, tapi ia sadar dan menyetujui ucapan wanita itu. Kesalahan yang pernah ia perbuat sangat fatal, bahkan penderitaan yang pernah wanita di hadapannya alami dia juga ikut andil di dalamnya.

__ADS_1


"Semoga kamu segera menemukan seorang lelaki yang pantas bersanding denganmu, menyayangimu dan sanggup berkorban untukmu dan paling penting kamu bahagia bila bersamanya". Doa Zack tulus.


Aisyah melihat Zack nanar, lelaki itu sudah berada di hadapannya, selalu berada di masa tersulit dirinya, selalu memberi solusi dalam setiap permasalahan yang ia hadapi. Kembali teringat memori ingatan beberapa bulan lalu saat ia masih berstatus istri Rehan. Zack lah yang mengenalkan Jasmin sebagai pengacara untuk membantunya lepas dari pernikahan toksik dengan Rehan, Zack juga yang memberinya pekerjaan agar Aisyah tidak lagi bergantung hidup hanya dari pemberian Rehan.


Bahkan ia bertemu dengan kedua orang tua kandungnya juga berkat Zack, sangat beruntung mengenali Zack. Hanya satu tembok besar yang mebgahalangi perasannya untuk di sampai pada lelaki itu, status mereka saat ini adalah bersaudara, meskipun hanya angkat tapi menurut Aisyah tidak pantas aja anak yang selama ini orang tuanya besar kan dari kecil akan menjadi menantunya.


Masyarakat juga pasti akan mengecam Zack, karena mereka akan berpikir Zack tidak ingin lepas dari kekayaan Purbalingga sehingga mencoba mengambil alih kembalu dengan menikahi anak kandung keluarga itu untuk menguasai kembali semua aset yang sempat di ambil darinya.


Aisyah memutuskan untuk tidak masuk kantor lagi dam memilih pulang saja dengan alasan ingin menjelaskan pada sang ayah tentang kesalahpahamin yang terjadi.


"Jadi kamu mau pulang aja?". Tanya Zack memastikan.


Aisyah mengangguk yakin.


"Aku hantar pulang yah". Tawar Zack.


"Nanti aku hubungi pak Sabaruddin untuk menjemput kamu di sini". Tawar Zack.


"Ngga perlu juga, aku udah chat ibu untuk meminta pak Sabaruddin datang kok, kamu tenang saja, pergi sana cepat supaya kerja kamu cepat kelar!". Usir Aisyah.


"Nggak papa nih aku pergi?". Zack masih ragu meninggalkan Aisyah sendiri.


"Iya nggak papa kok, lagi pula pak Sabaruddin udah dekat kok". Bujuk Aisyah.


"Aku tungguin kamu yah". Zack masih tetap ingin menemani Aisyah.

__ADS_1


"Apa an sih? Aku bukan anak kecil tak mau di tungguin segala, aku ini udah jadi mama, udah pergi sana lama - lama aku bisa pusing ladenin kamu terus yang nggak mau pergi tahu nggak! Kamu pikir kerjaan di kantor akan selesai kalau kita berdua sama - sama nggak masuk?". Aisyah terus mengusir. Bukan tidak suka di temani oleh Zack tapi ia ingin menata hati nya lagi dan yang ada jika mereka terus berinteraksi antara satu sama lain malah rasa yang ada dalam hatinya semakin besar.


"Baik lah, kamu hati - hati yah". Pamit Zack.


Melihat Zack pergi sedikit membuat hati Aisyah sedih, tapi dengan cepat ia menyangkal perasaan itu demi kebaikan mereka berdua.


Drrrttt


Drrrttt


Ponsel Aisyah tiba - tiba berdering memaparkan nomer yang tidak di kenali. Aisyah ragu menjawabnya tapi pada akhirnya ia tetap menerima panggilan itu.


"Dimana kamu sembunyikan Jasmin, hah? Jangan selalu ikut campur dalam urusan keluarga kami jika kamu tidak mau semua ahli keluarga Jayangkara mati mengenaskan. Aku akan pastikan kamu dan keluarga mu menyesal telah berurusan dengan kami!". Ancam seseorang dari balik panggilan tersebut.


Tut


Tut


Tut


Panggilan pun diakhiri sepihak oleh pemanggil membuat Aisyah tercengang di tempatnya. Karena khawatir dengan seseorang yang di maksud oleh pemanggil. Aisyah langsung menghubungi kontak milik Jasmin tapi sayang nya tidak aktif. Beberapa kali mencoba menghubungi tetap tidak aktif.


Aisyah dengan perasaan cemas keluar dari restoran dan kebetulan pak Sabaruddin baru tiba untuk menjemputnya. Aisyah bergegas masuk dan meminta di hantarkan ke kantor Jasmin.


Pak Sabaruddin nurut dan langsung melajukan mobil ke alamat yang di maksud oleh majikannya. Ia bingung tapi tidak berniat bertanya karena melihat wajah majikannya tampak sangat khawatir.

__ADS_1


"Aku harap kamu baik - baik saja, Jas!". Mohon Aisyah sambil menengadah tangan meminta pada tuhan.


__ADS_2