Pelakor Pilihan Mertua

Pelakor Pilihan Mertua
Bab 193 pertemuan Aisyah dan Zack


__ADS_3

Zack sudah sampai di rumah sakit, dengan mengenakan pakaian pengawal ia dengan yakin melangkah menuju lantai khusus keluarga Purbalingga tanpa hambatan. Sesampai di depan pintu ruangan Panji dan Mega, pengawal yang sudah tahu identitas asli pengawal baru yang mereka lihat langsung saja membukakan pintu ruangan untuknya tanpa basa basi lagi.


Terlihat lah pemandangan yang sangat menyayat hati Zack saat melihat Aisyah asik membersihkan tubuh Panji dengan telaten. Walaupun sebenarnya Aisyah sudah melakukam kesalahan fatal dengan minggat dari rumah meninggakal kedua orang tua mereka menanggung semua beban pikiran ini, tapi Zack tahu penyebab mengapa Aisyah melakukan hal itu. Tidak lain kerana tidak sanggup menjalani hidup di kota dengan cabaran hidup yang sangat menantang tanpa dirinya.


"Maaf Jika saya mengganggu aktivitas anda nona. Tapi sebaiknya anda pergi istirahat, wajah nona sudah terlihat pucat. Saya risau kalau tiba - tiba nona drop di ruangan ini...". Ujar Zack.


Wajah Aisyah memang sangat pucat sekarang, tapi ia sama sekali tidak ingin meninggalkan ruangan ini dan membiarkan kedua orang tua nya kesepian. Ia akan menebus kesalahan nya dengan merawat mereka sepenuh hati. Sebelum mereka sadar dan pulih dari sakit yang mendera mereka maka ia tidak akan pernah bisa tenang.


"Kamu siapa? Aku baru melihat wajah kamu dari sekian banyak pengawal. Kamu pasti anak baru yah?". Tanya Aisyah setelah menatap Zack sekilas.


"Coba nona lihat aku lagi, nona pasti akan mengenali ku". Zack ingin menunjukkan jati dirinya yang sebenar pada Aisyah, siapa tahu bisa membuat wanita itu sedikit bersemangat.


"Nggak penting kamu udah lama kerja dengan ayah, tapi sekarang yang aku ingin kan adalah kamu lebih baik jalan kan tugas kamu yang semestinya dan jangan ganggu aku". Tolak Aisyah dengan suara yang tidak bersemangat.


"Saya sekarang juga sedang menjalankan tugas saya nona, yaitu menjaga anda agar tetap aman dan yang lebih penting sentiasa sehat walafial. Saya baru mendapatkan tugas dari tuan muda agar setiasa berada di samping anda, mengatur jadwal yang seharusnya nona lakukan setiap hari, lebih tepatnya asisiten pribadi gitu". Ujar Zack membujuk.

__ADS_1


Aisyah tercengang dengan ucapan Zack barusan. "Kamu jangan bercanda! Tuan muda siapa yang kamu maksud jika tuan muda yang sebenarnya masih belum di temukan. Kamu jangan mengajakku bercanda, aku tidak akan menerima candaan apa pun tentang dia". Aisyah memutuskan tidak mempercayai ucapan Zack.


"Maaf kalau saya baru bagi tahu nona sekarang, sebenarnya tuan Zack sudah di temukan tapi ia masih beluk bisa memperlihatkan dirinya karena keadaam yang tidak memungkinkan. Keamanan tuan muda sekarang sedang tidak baik - baik saja. Banyak pihak musuh yang ingin menghancurkan dirinya, maka nya ia harus bersembunyi terlebih dahulu sampai keadaan menjadi sedikt aman...". Jelas Zack berbohong demi bisa mendapatkan kepercayaan dari Aisyah.


Aisyah hanya tersenyum sinis, ia masih tidak percaya dengan ucapan Zack. "Tidak mungkin Zack tega, jika ia benar - benar sudah ketemu seharusnya ia langsung ke sini temui ibu da ayah yang sedang koma, dia tidak akan bisa hidup tenang jika belum menjenguk kedua nya. Berhenti lah mengarang cerita hanya untuk membuat aku mendengar setiap perkataan mu. Kamu sama saja dengan bu Saras melalu melakukan segala cara agar aku bisa meninggalkan mereka di sini sendiri...". Aisyah tetap menolak untuk mempercayai ucapan pengawal yang berusaha membujuknya saat ini.


"Kalau nona percaya, aku ada rekaman suara yang tuan muda ingin anda dengar, silakan nona dengar sendiri setelah itu terserah nona mau percaya atau tidak dengan ucapan ku. Tapi sebelumnya perkenalkan nama ku Syakir. Nona bisa panggil aku Surya atau Darman juga bisa, apa pun panggilan dari nona aku terima bahkan jika nona memanggil ku dengan nama sayur - sayuran atau hewan pun bisa. Yang mana nona selesai saja". Zack mencoba menghibur Aisyah tapi ucapannya sama sekali tidak lucu..


"Rekaman suara? Mana?". Aisyah sama sekali tidak menggubris candaan Zack tapi ia malah sangat penasaran dengan rekaman suara yang ia maksud sebelumnya.


"Ya, aku sangat merindukannya". Imbuh Aisyah juga dengan suara lirih. Tanpa ia paksa setetes air mata mengalir ke pipi nya.


Zack membulatkan matanya tidak menyangka jika ucapannya yang hanya sekedar candaan malah di balas dengan ucapan yang memilukan oleh Aisyah. Ia sama sekali tidak bermaksud apa - apa dengan ucapannya tadi tapi Aisyah malah bersikap berlebihan dengan mulai tersedu - sedu dalam diam.


"Rindu yang di maksud Aisyah pasti rindu yang di tujukan untuk seorang kakak atau seorang saudara yang dekat dengan tidak lebih...". Batin Zack tidak mau terlalu percaya diri.

__ADS_1


"Jika waktu bisa terulang kembali, aku memilih untuk menghindarinya dari awal jika aku tahu pada akhirnya akan jadi seperti sekarang. Bukan hanya status tapi keadaan juga tidak memungkinkan untuk...". Aisya tertunduk sambil menghapus air matanya yang semakin deras mengalir dalam diam.


"Lebih baik kita ngobrolnya di tempat lain aja, pasti nona juga sangat penasaran dengan rekaman suara tuan muda kan? Aku tidak akan mendengarkan nya pada nona kalau kita masih di sini". Tawar Zack.


Aisyah menghentikan aktivitasnya membersihkan tubuh Mega dan melangkah lebih dulu keluar dari ruangan itu tanpa sepatah kata pun dari mulutnya. Zack turut melangkah sejajar dengan nya. Sesampai di luar, Aisyah menjelang tajam pada Zack, "Tolong bersikap lah seperti seorang pengawal, nggak perlu berjalan sejajar dengan ku, aku tidak terbiasa!". Imbuhny dengan raut wajah keberatan.


"Maaf nona". Zack menepuk jidatnya karena lupa jika sekarang ia sedang menyamar menjadi seorang pengawal. Sebelum melanjutkan langkanya ia lebih dulu menoleh ke belakang. "Zack pamit pergi dulu ya mom, dad, jika Aisyah sudah merasa lebih baik maka aku akan menjenguk kalian dan menceritakan semua kejadian yang menimpaku selama ini". Gumam nya berpamitan pada kedua orang tua angkatnya.


"Kita ngobrol di sini saja, au tahu kamu pengawal ku tapi kita juga harus tahu batas". Aisyah menghentikan langkah nya di sebuah lorong yang tidaj jauh dari ruang rawat tadi. Bukan apa nya, Aisyah tidak mau ambil resiko dengan berdua anak dengan seorang pria yang bukan mahramnya. Ia juga harus tetap berada dalam lingkungan pengawasan pengawal supaya keselamatan nya bisa terjamin..


"Baik lah". Zack setuju saja asal yang ia ucapkan tiada satu pun yang bisa mendengarnya kecuali dia dan Aisyah saja..


"Ini adalah ponsel milik tuan muda ia berikan pada nona untuk di jadikan penghubung antara kalian berdua. Belum ada kartu nya, nona masukkan saja milik nona di ponsel ini, dan ponsel yang nona gunakan sekarang harus nona berikan padanya. Begitu kata nya". Jelas Zack..


Aisyah tidak bisa percaya begitu saja, ia harus memastikan ponsel ini memang benar milik Zack atau bukan. Ponsel ini sangat berbeda dark punya Zack yang sering ia pegang karena hanya menggunakan hiasan dari anyaman bambu tapi cukup kreatif dan sangat indah. Ia mulai mengutak - atik ponsel ini dan benar saja ponsel itu adalah milik Zack.

__ADS_1


"Dari mana kamu menemukan ponsel ini? Kamu harus mengatakan ia sekarang berada di mana? Aku tidak akan pernah memaafkan nya jika terus menyiksa ku seperti ini! Tega dia membiarkan aku menanggung rasa bersalah dan rindu ini sendiri! Cepat katakan dia sekarang ada di mana?". Aisyah tiba - tiba nangis histeris sambil menggoyang - goyangkan tubuh Zack.


__ADS_2