
Zack sudah selesai melepas rindunya pada kedua orang tua angkatnya, yang ia lalui selama di pinggir hutan bersama mbah Suryo dan mboh Darmi sudah ia ceritakan sebagai penyelamat hidupnya. Ia hanya menceritakan yang baik - baik saja. Cerita yang bisa membangkitkan emosi tidak ia ceritakan hanya cerita yang indah dan bisa melegakan perasaan kedua nya.
Sebelum keluar Zack menghapus sisa air matanya, ia tidak ingin ada yang melihatnya sedang sedih seperti saat ini. Ia akan membalas kan dendam untuk kedua orang tua nya. Ia tidak akan segan lagi meskipun yang akan is hadapi kedepannya adalah orang tua dari sahabatnya sendiri, Jasmin. Sebelumnya ia tidak terlalu menanggapi sikap mereka tapi mereka berani melibatkan keluarganya dalam masalah mereka, dia tidak akan bisa bersikap segan lagi.
"Kau berani mengusik keluarga ku maka kau akan menghadapiku, gunakan semua uang mu untuk melenyapkan ku, jangan salah kan aku jika aku tidak akan segan lagi meskipun kau daddy dari Jasmin. Aku tetap akan membunuh mu, semua anak buah mu akan aku binasakan jika mereka tetap ingin membela mu". Tekatnya penuh dendam..
Selama ini mereka berseteru tidak pernah mengaitkan keluarga dalam masalah mereka, tapi sekarang Danish sudah melewati batas kesabarannya. Selepas ini ia akan melakukan sesuatu secara tidak wajar, ia akan melenyapkan Danish dalam diam dengan bantuan Pundas dan Dilan..
"Apa kabar Dilan dan yang lain nya? Aku harap tiada satu pun di antara mereka yang mengkhianat atas ketiadaanku di tengah - tengah mereka beberapa bulan terakhir. Semoga Dilan bisa membimbing dan mendidik mereka menjadi pria - pria perkasa, tanggung jawab dan yang paling penting setia pada Klan Naga Merah...".
Zack kemudian memutuskan untuk segera ke Markas bersama beberapa anak buahnya yang lain agar tiada yang curiga dengan penyamarannya. Tapi baru saja ia keluar, tiba - tiba ponsel nya berdering. Ia sangat hafal itu adalah nomer kontak milik Aisyah.
"Ini anak nggak sabaran banget, sih. Udah rindu berat yah". Gumam Zack dengan percaya diri. Ia kurang pasti dengan perasaan Aisyah padanya tapi yang pasti ia suka jika Aisyah bersikap seperti ini padanya. Begitu perhatian padanya dan yang ia tahu Aisyah begitu bergantung pada dirinya, buktinya Aisyah memilih kabur setelah sehari ia tidak memberi kabar padanya.
"Aku tidak peduli apa perasaan kamu yang sebenarnya tapi yang pasti aku suka kamu yang seperti ini. Terus lah menjadi kan ku bagian terpenting dalam hidup mu, aku juga akan menjadi kan mu bagian terpenting dalam hidup ku, bahkan sudah dari dulu, Syah. Sejak pertama kali melihatmu aku sudah selalu mengutamakan mu meskipun caraku salah tapi aku harap kamu mengerti..". Gumam nya sampai panggilan dari Aisyah ia abaikan. Bukan waktu yang tepat untuk video kol dengan wanita itu.
Ia akan menghubungi Aisyah kembali setelah urusan di Markas selesai. Ia ingin menemui Dilan dan yang lain nya agar mereka tidak bimbang lagi dan mulai mengatur stretegi baru. Mereka harus bergerak cepat sebelum Danish dan anak buah nya berhasil menghancurkan keluarganya secara perlahan.
"Ini kesempatan bagus, selagi mereka belum mengetahui jika aku sudah kembali maka aku harus bergerak seolah - olah orang lain yang menjadi ancaman nya". Gumam nya.
__ADS_1
Tringg
Satu pesan masuk dari Aisyah.
(Aku udah menghubungi kamu duluan, menyingkirkan perasaan malu hanya untuk memastikan mu benar kembali atau tidak. Jika dalam waktu dua jam kamu tidak menghubingiku maka jangan salah aku kalau pengawal bernama Syakir itu lenyap di tangan ku)
Zack hanya geleng - geleng kepala dengan ancaman Aisyah melalui pesan singkat itu.
"Sebelum kamu berhasil membunuhku aku lebih dulu akan membuatmu koma dengam cinta ku". Ujar Zack meskipun ia tidak tahu bila waktu nya dia akan menyatakan isi hati nya pada Aisyah.
Tidak terasa saking fokus nya memikirkan sikap aneh Aisyah, ia sampai tidak menyadari jika mobil yang ia tumpangi sudah sampai di markas senjata milik nya yang sekarang sudah di jadikan markas utama Klan nya. Tiada siapa pun yang menyadari jika markas senjata ini wujud, karena dari luar tiada apa pun yang terlihat selain hutan. Tapi saat pintu bawa tanah sudah terbuka maka terlihat lah anak tangga yang begitu banyak yang menghubungkan mereka ke lift lalu menuju ruangan rahasia markas mereka yang begitu luas.
Dilan awal nya kaget kok tiba - tiba ada yang bisa membuka pintu bawa tanah selain lima orang kepercayaan Zack dan semua di antara mereka sudah berada dalam markas ini tanpa terkecuali.
Zack hanya bisa tersenyum sinis menaap Dilan yang penuh kewaspadaan.
"Bagaimana nih bang Lan? Markas kita satu - satu nya udah di ketahui lagi oleh mereka, lepas ini kemana lagi kita akan pergi? Aku tidak mau menyerah, lebih baik aku mati saja dari pada harus menghianati tuan Zack". Bisik salah seorang dari mereka pada Dilan.
"Kita harus mempertahan kan markas ini bagaimana pun caranya! Aku yakin tuan Zack masih hidup maka nya kita harus sama - sama berjuang sampai ia kembali pada kita semua. Jika mereka berhasil masuk tapi belum tentu mereka berhasil keluar dari sini. Mereka kalah jumlah dengan kita yang berada di dalam sini. Kalian jangan bimbang....". Balas Dilan dengan percaya diri.
__ADS_1
"Saya sudah memblokir setiap jalan keluar dari markas ini. Mereka tidak akan bisa keluar dari tempat ini hidup - hidup". Satu orang berlari menghampiri Dilan untuk menyampaikan laporannya.
"Bagus. Bersiap di posisi kalian". Tegas Dilan.
Prok, . . prok, . . prok
Dilan dan yang lain nya heran dengam sikap enam orang penyusup itu. Bukan nya merasa takut, mereka malah bertepuk tangan sambil tersenyum bangga. Lebih mengagetkan lagi saat salah seorang dari mereka membuka topeng berbentuk kulit yang sedang ia gunakan.
"Tuan Zack!!!!". Mereka semua berseru gembira melihat siapa yanh sedang berdiro di hadapan mereka saat ini.
Dilan yang sangat gembira tanpa sadar langsung memeluk Zack yang sebenarnya tidak suka di sentuh oleh orang lain termasuk dia kecuali kedua orang tua angkatnya, Albar dan yang paling utama Aisyah.
"Aku senang tuan kembali. Maaf kan kami tidak berhasil menemukan tuan lebih dulu... Kami baru saja kembali dari desa Karang Jati selepas melihat video yang memperlihatkan wajah tuan tapi sayang nya mereka semua yang terlibat dalam video itu sudah mati bunub diri. Jadi kami kembali kehilangan petunjuk untuk menemukan tuan". Imbuh Dilan merasa bersalah tapi udah lega karena Zack sudah berada di hadapannya.
"Kalian semua harus di hukum karena tidak becus mencari ku!". Sahut Zack dingin.
"Nggak papa, kami akan menerima apa saja hukuman dari tuan. Iya kan semua?". Seru Dilan meminta persetujuan semua nya.
"Benar, kami akan menerima apa saja hukuman dari tuan...". Seru mereka serentak. "Asal jangan di bunuh aja". Tiba - tiba salah satu dari mereka bersorak seorang diri.
__ADS_1
"Siapa juga yang akan membunuh kalian, kalian adalah keluargaku yang setia. Terima kasih sudah mau mengorbankan diri kalian untuk mempertahan kan markas dan klan kita. Aku bangga dengan kalian". Imbuh Zack.
"Terus hukuman untuk kami semua apa tuan?". Tanya Dilan penasaran.