Pelakor Pilihan Mertua

Pelakor Pilihan Mertua
Bab 119 Lari!!


__ADS_3

Aisyah membalas tatapan Danial tak kalah mencekam, "Katakan siapa dia?". Pinta Aisyah..


"Orang yang selama ini kau anggap malaikat bersayap karena selalu berada di samping mu saat susah bahkan kamu merasa berkat dirinya lah kamu berhasil bertemu dengan keluarga aslimu, yang ternyata hanya mencari perhatian sama kamu dan sebenarnya sama sekali tidak berniat memprtemukanmu dengan tuan dan nyonya Panji bahkan sengaja menghindari pertemuan antara kalian, tapi karena takdir berkata lain pada akhirnya kalian tetap bertemu dan dia tersingkir dari semua yang dia perjuangkan ja...". Imbuh Dania dengan wajah sinisnya tetap melekat di wajahnya.


"Berhenti!....". Potong Aisyah mulai terpancing emosi. Provokasi yang dilakukan Danial berhasil mencabik - cabik hatinya.


"Kamu jangan berusaha merendahkan Zack di hadapanku, aku sama sekali tidak percaya dengan ucapan mu!". Bentak Aisyah meronta - ronta dari tempat duduknya mencoba lepas dari ikatan tapi sayang tenaganya tidak mencukupi.


"Ha ha ha, Aisyah, Aisyah! Aku memang merendahkannya sekarang tapi yang ku katakan memang benar adanya, kamu mau percaya atau tidak ini kenyataan. Dengar yah, Zack itu psikopat, membunuh siapa saja yang menghalangi jalannya, sangat memungkinkan jika nanti kamu juga akan mati di tangannya, ha ha ha...". Gelak Danial terbahak - bahak di ikuti oleh bawahannya.


"Apa bedanya dengan kamu? Sama - sama psikopat!". Cerca Aisyah kesal. Nafasnya saat ini tidak beraturan menahan geram.


Danial berdiri lantas memberi tamparan keras ke pipi Aisyah. Bukan hanya tidak meringis kesakitan ia malah menatap Danial dengan tajam..


"Kamu harusnya bersyukur sudah mengetahui kebusukan Zack lebih awal sebelum terlambat, aku ini sebenarnya ingin bersikap baik tanpa menyakiti kalian karena dalam kamus kehidupanku tidak akan mau menyakiti wanita dengan tanganku, tapi sikapmu ini sangat memancing emosiku, kalau kamu tidak mau berkerja sama denganku sekarang jangan pikir kalian berdua bisa bebas dari sini!". Danial mencengkram rahang Aisyah dengan kuat dan menghempas nya.


"Jangan berharap lebih menunggu Zack datang menyelamatkan kalian, sekarang ia malah sedang tertawa terbahak - bahak karena sebentar lagi harta dan aset keluarga Purbalingga aka sepenuhnya menjadi miliknya seperti sebelum kedatangamu, percaya sama aku dan kita berkerja sama untuk menjatuhkan pria arogan itu...". Ajak Danial.


Alena terus menggeleng menghalangi Aisyah dari percaya dengan ucapan Danial yang berusaha mengelabuhi nya untuk bekerja sama.


Tiba - tiba pintu terbuka memperlihatkan seorang lelaki yang sedang ngos - ngosan habis berlarian, tubuhnya juga tampak babak belur. "Me mereka su sudah datang bos". Ujar lelaki itu yang merupakan anak buah Danial.


Danial sontak berdiri kaget, "bawa mereka pergi dari sini cepat! Aku akan menghadapi mereka sekarang". Tegas Danial pada anak buahnya, ia kemudian bergegas keluar menemui musuhnya.

__ADS_1


Aisyah yanh sudah dilakban di bawa pergi dari gedung itu sebelum Keberadaan mereka berhasil di temukan.


Di lantai bawah, Zack saat ini sedang bertarung dengan melawan anak buah dari Black Tiger, anggotanya yang sudah tidak banyak membuatnya harus turun tangan sendiri menjatuhkan penghalangnya.


"Akhirnya kita berdua bertemu lagi Tuan Zack". Seru Danial saat Zack berhasil berdiri di hadapannya.


Zack sempat tercengang, tapi dengan cepat mengatur mimik wajahnya menjadi biasa saja. Tanpa bertanya Zack sudah tahu sebab mengapa Danial berpaling darinya. Pasti karena ia tidak meletakkan Danial sebagai tangan kananya dalam klan miliknya, itu karena ia tahu kemampuan bertarung Danial sangat minim dan lebih cendrung mahir ke arah mengatur strategi saja dari jauh maka ia tidak mau mem posisikan Danial dalam bahaya tapi Danial lebih dulu kesal dan memilih hengkang begitu saja tanpa pamit.


Yang membuatnya tidak abis pikir adalah Danial sekarang malah bergabung dalam klan Black Tiger, musuh bebuyutan dan yakin banget sebagian besar rahasianya sudah di beritahu kepada pihak musuh.


"Apa kamu tidak gentar berhadapan dengan mantan bos mu? Kau pasti tahu bagaimana kemahiran bertarungnya bukan, jadi lebih baik kamu mundur lebih dulu sebelum nyawamu berhasip kamu cabut". Sahut Dilan muncul mendekati mereka berdua di kerumunan orang - orang yanh sedang bertarung membela klan masing - masing.


"Jangan banyak bacot loh! Lo nggak pernah lihat gue bertarung bukan berarti gue nggak bisa ngalahin kalian, bos lo ini nggak pernah beri gue kesempatan nunjukin ke kalian semua, dan sekarang lah saat yang tepat...". Seru Danial sinis.


Di tempat lain, Aisyah sedang di bawa oleh anak buah Danial ke tempat persembunyian mereka yang lain tapi melewati jalan kota jika ingin cepat sampai. Saat mobil mereka berhenti di sebuah mini market yang buka 24 jam untuk membeli pengganjal perut mereka.


Saat para anak buah meninggalkan mobil karena yakin tawanan mereka masih dalam keadaan pingsan, dengan cerobohnya mereka meninggalkan kan Aisyah dan Alena di dalam mobil tanpa pengawasan.


Aisyah membuka matanya dan mencoba memerhatikan sekeliling, di rasa aman ia membangunkan Alena yang masih berpura - pura pinsan karena masih merasa takut.


"Bangun Lena! Kita sekarang sudah aman". Imbuh Aisyah pada Alena sambil membuka ikat di kakinya yang sudah mulai longgar akibat gesekan kakinya sepanjang perjalanan.


Alena segera membuka matanya dan melakukan hal yang sama dengan Aisyah hingga akhirnya ikatan di kedua kaki mereka terbuka. Mereka mencoba membuka pintu dan beruntung pintu itu terbuka memudahkan mereka melarikan diri.

__ADS_1


"Lari Lena, lari yang kenceng!". Seru Aisyah memberi semangat dengan suara di rendahkan.


Suasana tampak sunyi, mereka berdua berlari ke kawasan yang lebih gelap untuk bersembunyi.


Sementara di minimarket para anak buah Danial yang berjumlah empat orang selesai berbelanja dan mendapati mobil sedang terbuka. Semua panik bukan main dan saling menyalahkan antara satu sama lain atas kecerobohan ini.


"Sudah - sudah! Lebih baik kita berpencar pencari mereka berdua, gue yakin mereka pasti masih berada di kawasan ini...cepat pasti kam kita menemukan mereka kalau tidak nyawa kita sebagai taruhannya...". Imbuh salah satu dari mereka setelah puas berdebat.


Akhirnya mereka berempat berpencar mencari keberadaan dua wanita yang menjadi tawanan mereka tadi.


Sementara Aisyah dan Alena yang berada di balik tempat sampah di lorong gelap merasa tersiksa dengan bau busuk dari sampah. Alena ingin muntah tapi dengan sekuat tenaga ia menahannya lain halnya dengan Aisyah yang sedang menahan pipis yang membuatnya meringis kesakitan.


Terdengar langkah kaki mendekat, "hei gadis manis, mari keluar sayang kita akan bersenang - senang bersama...". Seru pria itu.


Tiba - tiba pria itu membuang angin yang cukup besar dan bau. Alena yang mendengarnya langsung tidak bisa lagi menahan mual di perutnya, ia lantas muntah mengeluarkan smeua isi perutnya.


Mendengar seseorang sedang muntah membuat menemukan keberadaan dua wanita itu, "mereka ada di sini!". Teriak pria itu yang merupakan salah satu anak buahb buah Danial.


Aisyah langsung berdiri dari kegelapan dan beruntung posisinya berapa di punggung pria itu dan langsung menendang bokongnya hingga terjurkir ke tanah.


"Aushhhh". Pria itu meringis kesakitan karena membentur batu.


"Ayo lari cepat Alena!". Seru Aisyah pada sahabatnya yang tampak lemas habis muntah.

__ADS_1


Dengan menguatkan diri, Alena menguatkan diri untuk berlari. Sesekali Aisyah menoleh kebekang dan mendapati hanya ada tiga orang yang sedang mengejar mereka dan satunya lagi entah kemana. Saat tidak memperhatikan, Aisyah tiba - tiba menabrak tubuh seseorang....


__ADS_2