Pelakor Pilihan Mertua

Pelakor Pilihan Mertua
Bab 32


__ADS_3

Zack yang semulanya ingin mengatakan yang sebenarnya pada kedua orang tua angkatnya yang pikirnya akan membuat dirinya makin disayangi oleh keluarga angkatnya itu terutama oma Dinda, terpaksa mengurungkan niatnya mendengar pertengkaran di ruang tamu tadi.


"Benar apa yang di katakan bik Yanti, jika anak itu di temukan, maka aku akan dibuang dan menjadi gelandangan di jalanan karena aku juga tidak mungkin mengakui kedua orang tua kandungku itu..". Zack kembali teringat perkataan bu Yanti dan pak Santo tempo hari. Hatinya menjadi ragu dengan keputusan yang harus dia lakukan.


"Maaf den! Kenapa malah melamun di sini dan tidak langsung masuk?". Tanya pak Santo melihat Zack, anak kandungnya hanya berdiri mematung di depan pintu sambil melamun ke hadapan dan meneteskan air mata.


Zack tersentak sadar dari lamunannya, menatap wajah teduh pak Santo telah menyakinkan mengambil keputusan yang begitu berat untuknya.


"Oh, aku sedang mencari sesuatu saja di luar, tapi sepertinya tidak ada di sini. Aku permisi dulu ya pak, mau masuk istirahat..". Bohong Zack langsung Pamit meninggalkan pak Santo di depan pintu.


"Semoga kamu bahagia nak!". Batin pak Santo melepas kepergian anaknya yang tidak bisa dia sentuh secara langsung.


Melihat kehidupan Zack secara dekat dan ikut andil dalam melindungi anaknya di rumah ini, begitu membuatnya bahagia dan sangat bersyukur, meskipun mungkin selamanya dia tidak akan pernah mendengar anaknya itu menganggapnya sebagai ayah kandungnya.


Sering melihat Zack sedang menangis jika mendengar keluarga besar Purbalingga bertengkar karena kehadirannya, membuat hati pak Santo tergores dan begitu ingin memeluk dan mang hapus air mata anaknya itu, tapi sayangnya dia tidak punya keberanian untuk melakukan nya. Kesalahan telah menelantarkan Zack membuatnya tersiksa dan merasa bersalah untuk mendekati anaknya sendiri.


Sementara Zack melangkah masuk sambil menghapus sisa air mata yang mengalir di pipinya, dia tidak ingin menambah beban pada ibu angkatnya yang sedang begitu tertekan setelah perdebatannya bersama oma Dinda.

__ADS_1


"Mommy kenapa menangis seperti ini? Ayo bangun, kita duduk di sofa yah". Seperti biasa Zack bersikap seolah tidak mendengar perdebatan di dalam keluarga ini. Demi menjaga hati dan perasaan orang tua angkatnya, pasti sakit menjadi anak yang sering di anggap tidak penting oleh ahli keluarga yang lain.


Tapi apa lah daya, dia hanya anak angkat yang tidak pantas mengutaran perasaan yang menusuk di hatinya itu. Dia sedar diri nya siapa.


"Kamu dari mana saja nak? Sepulang sekolah bukannya langsung pulang, tapi malah kelayapan?". Suara mommy Melodi begitu lembut pada Zack, sambil menyeka air matanya dia menetralkan kesedihannya di hadapan anak angkatnya itu. Dia tidak ingin membuat Zack sedih melihatnya sedih seperti sekarang.


Meskipun dia tahu, Zack pasti selalu melihatnya bertengkar dengan oma Dinda sebab kehadirannya di rumah ini.


"Aku ada kerja kelompok di rumah teman, jadi lambat pulangnya". Jawab Zack sedikit berbohong. Hari ini sepulang sekolah memang ada kerja kelompok di rumah temannya tapi dia hanya datang sekejap dan langsung pamit pergi dengan alasan sakit perut.


"Kamu kenapa tidak mau lagi di hantar oleh supir setiap mau pergi dan lebih memilih naik angkot berpanas - panas?". Tanya daddy Panji mendekat ke arah mereka.


Daddy Panji juga memilih tidak terlalu men gubris perkataan mertua nya tadi yang hanya akan membuat hubungannya dengan mommy Melodi menjadi regang.


Perkataan oma Dinda hanya di anggap angin lalu oleh pasangan itu, melakukan semua perkataan Oma Dinda bukan atas desakan semata tapi mereka melakukan semuanya demi kebahagian mereka sendiri. Tidak melawan karena menjaga hati orang tua itu saja bukan lantaran takut.


Mommy Melodi dan daddy Panji menyayangi Zack sudah seperti anak mereka sendiri, semua kebutuhan dan keinginan Zack mereka akan penuhi. Tapi memang sudah sifat Zack yang tidak manja dan baik hati tetap tidak menerima semua perlakukan itu secara berlebihan. Dia ingin menjadi orang yang sederhana saja meskipun di besarkan dalam keluarga kaya raya.

__ADS_1


Zack pamit ingin ke kamar beristirahat pada mommy dan daddy nya, hatinya memilih merahasiakan apa yang telah di ketahui nya. Bukan lantaran takut terbuang, biar lah mereka menemukan anak itu sendiri dengan usaha mereka. Zack memilih bungkam daripada menghadapi oma Dinda yang pasti tidak akan pernah menghargai pengorbanan nya. Biarlah takdir yang menemukan orang tua angkatnya itu pada anak kandungnya.


Setelah lulus SMA, Zack di kirim ke Amerika melanjutkan studynya di sana untuk melayakkan dirinya membantu mengurus perusahan Purbalingga kelak.


"Pak Zack!..".


Panggilan yang begitu nyaring di telinga membuat Zack tersadar dari lamunannya, tangannya refleks menekan kepalanya yang terasa sakit. Masalah perusahaan di tambah sebuah ingatan yang membuat perasaannya bercampur aduk, mengakibatkan kepalanya serasa mau pecah.


sebenarnya sudah beberapa kali panggilan lembut tapi tidak di gubris nya hingga terpaksa wanita cantik itu sedikit berteriak di telinganya.


"Pak Zack kenapa malah tinggal di sini menangis? Masalah perusahaan sangat meresahkan pikiran bapak yah?". Sekretaris Zack membuatnya terkejut dan langsung menghapus sisa air mata di pipinya.


Ternyata dia turut meneteskan air mata saat Zacl remaja menangis dalam ingatannya.


Zack hanya tersenyum kecut pada sekertaris nya itu, wanita cantik itu memang sangat perhatian padanya sebagai saudara. Dia adalah anak perempuan pak Santo dari istri pertamanya.


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2