Pelakor Pilihan Mertua

Pelakor Pilihan Mertua
Bab 152 Tidak akan memaafkan


__ADS_3

"Bagus lah kalau kamu benar - benar setuju, aku adalah sahabat Alena jika kamu berani menyakitinya maka kamu akan berhadapan langsung dengan ku". Ancam Aisyah dengan tatapan yang sukar untuk di artikan. "Kamu mau makan apa? Aku ingin keluar memesan makanan sebentar, kamu nggak papa kan sendirian di sini?". Sambungnya berpamitan.


"Pesan untuk kamu aja, aku udah kenyang habis makan hidangan yang di sediakan pihak rumah sakit tadi. Kamu pergi aja aku nggak papa kok, kamu pikit aku ini anak kecil harus di temani terus saat sedang sakit, lihat tubuh kekar ku ini aki udah gedek kalik!". Ujar Zack bercanda.


Aisyah tersenyum senang melihat Zack bisa bersikap santai setelah mendengar permintaan nya. Meskipun sudah tahu perasaan Zack sebenarnya untuknya tapi ia berusaha menepis perasaan di antara mereka karena semakin tipis kemungkinan untuk mereka bersatu.


"Kalau begitu aku pergi dulu, kamu istirahat lah mungkin aku akan sedikit lebih lama". Pamit Aisyah sambil melambaikan tangan nya pada Zack.


Zack pun membalasnya dengan senyum lebar seperti di antara mereka tidak pernah terjadi masalah. Setelah Aisyah keluar dari ruangan baru lah wajahnya berubah drastis lagi. Pura - pura tegar menerima permintaan wanita yang di cintai nya sangat tidan mudah ia lakukan, apa lagi permintaannya adalah untuk bersama sahabat wanita nya sendiri. Bagaimana dia akan menjalani hidup kedepannya?


Ia harus memaksakan diri bersikap mesra di hadapan Aisyah untuk membuktikan keseriusannya menerima permintaan wanita itu tanoa beban sedikit pun. Sedangkan hatinya sebenarnya adalah milik wanita lain dan wanita itu sudah tahu tentang perasaannya. Siapa yang tersiksa di masa depan dengan hubungan segi tiga yang mereka ciptakan sendiri?


Aisyah di luar berusaha bersikap biasa saja di depan pengawal yang menjaga ruang rawat Zack, ia masih berusaha tersenyum meskipun hati nya sedang di cabik - cabik oleh permintaan nya sendiri. Tidak mudah bersikap tegar di depan pria yang di cintai apa lagi dia sudah tahu jika perasaan tidak bertepuk sebelah tangan. Meskipun ia belum pernah mengatakan perasaan nya secara terus terang pada Zack, tapi tetap saja ia merasa sakit mendengar Zack setuju menerima Alena dalam hidupnya.


Bodoh memang, dia sendiri yang meminta tapi dia sendiri juga yang sedih. Setelah berada di tempat sunyi walau pun mimik wajahnya tampak tegar sepanjang melangkah tapi sat itu lah air mata nya menetes dengan deras. Ramai yang melihatnya aneh tapi ia berusaha bersikap tegar dengan menghapus air matanya dengan lembut sambil mengukir senyum cerah pada siapa saja yang di lewatinya.

__ADS_1


Kembali dalam ruangan, Zack menghubungi Dilan untuk menanyakan hasil penyelidikannya tentang siapa dalang sebenarnya dalam pertikaian nya dengan klan Black Tiger yang meruapakan klan keluarga sabmhabatnya sendiri, Jasmin. Dua klan mafia itu semakin berseteru semenjak Jasmin memutuskan untuk meninggalkan keluarganya atas bantuannya.


"Saya mendapat laporan jika Cleo lah yang meminta anak buahnya menyebar fitnah dalam klan Black Tiger. Wanita itu tampaknya tidak akan pernah melepaskan bios hidup tenang di dunia ini. Meskipun sudah di fonis hukuman mati tapi aksi balas dendam nya tetap berlanjut. Apa lagi mereka bergerak secara diam - diam dan tiada satu pun yang tahu siapa saja yang terlibat, anak buahnya tersebar di mana - mana dengan identitas yang disembunyikan. Boleh saja anak buah kita juga sebenarnya ada yang merupakan bagian dari dirinya. Kita harus ekstra berhati - hati bos". Jelas Dilan melalui panggilan telepon.


Zack hanya bisa diam mencerna semua yang di sampaikan oleh tangan kanannya. Ia tidak boleh gegabah, sesuai perkataan Dilan dia harus ekstra hati - hati karena musuh nya bisa saja berada di sekitarnya. Dia memprediksi siapa saja yang berkemungkinan musuh dalam selimut di sekitarnya, ia harus bersiap sedia jika ada lagi orang kepercayaan nya menjadi Danial yang selanjutnya.


"Lanjutkan penyelidikan mu, untuk beberapa hari kemudian aku tidak bisa datang ke markas memantau secara langsung aktivitas anggota kita jadi aku serahkan semua pada kamu...". Ujar Zack dingin.


"Baik bos, semoga bos lekas sembuh". Setelah mengatakan itu Dilan segara mengakhiri panggilan dengan bosnya.


"Saya sudah mencari tahu siapa saja wanita yang berkemumungkinan, tapi tiada satu pun yang bisa saya dapatkan. Di hari yang sama tiada satu pun karyawati yang berpenampilan sama dengan penampilan nona Aisyah pada hari itu. Bahkan hanya ada dua orang yang terakam dalam CCTV berjalan menuju rooftop dua hari yang lalu. Saya rasa wanita itu merupakan salah satu suruhan Cleo untuk menjatuhkan anda. Aksinya sangat rapi dan profesional saat bertindak, saya sampai mengacungkan dua jempol untuk nya....". Jelas Pundas menyampaikan hasil penyelidikannya. .


Zack tercengang firasatnya yang mengatakan jika Panji sudah tahu akan rahasianya semakin meyakinkan. Ia harus bersiap siaga dengan apa saja tindakan yang akan di lakukan pria paruh baya itu padanya kelak. Walau pun Panji sangat menyayanginya tapi pria paruh baya itu tidak akan pernah mengampuni siapa saja jika melakukan kesalahan fatal.


"Kamu sudah cek semua CCTV yang tersebar di setiap sudut gedung?". Tanya Zack dingin.

__ADS_1


"Sudah bos, tapi kami sama sekali tidak melihat ada yang mencurigakan tapi kami sampai sekarang tetap terus menyelidiki sampai kami menemukan sedikit saja petunjuk jadi bos tenang saja dan serahkan urusan ini pada kami di sini. Tapi saya hanya ingin mengingatkan jika orang yang kita selidiki ini kemungkinan besar sudah menyampaikan setiap informasi yang di dapatkan pada tuan besar...". Ujar Pundas mengingatkan bos nya.


"Terima kasih, lanjutkan saja penyelidikannya...". Zack mengakhiri panggilan bersama Pundas dan mulai mencerna setiap perkataan dari dua orang kepercayaan nya. Ia dapat menyimpulkan satu perkata tapi masih sedikit samar tapi ia harus mulai waspada dalam tindakan selanjutnya.


Sebenarnya ia sudah bisa keluar dari rumah sakit karen ia sudah merasa sedikit lebih fit dari sebelumnya. Tapi Mega yang khawatir masih ingin ia di rawat di rumah sakit agar tubuhnya semakin membaik.


Tapi bukan itu alasan sebenar Mega menahan Zack di rumah sakit, ia khawatir jika Zack keluar dari rumah sakit maka suaminya akan mulai bertindak menyiksa putra nya dan ia tidak mau kalau hal itu sampai terjadi. Ia tidak akan membiarkan Zack hidup menderita akibat perbuatan suaminya yang tidak bisa menerima kesalahannya.


Di Mansion, dengan langkah hati - hati setelah menguatkan tekatnya Mega menghampiri suaminya yang sedang berdiri di balkon yang ada di kamar mereka. Ia memeluk dari belakang sang suami dengan harap pria itu luluh dengan permintaan yang akan ia berikan pada suami nya itu.


Panji menghela nafas berat, ia sudah hafal dengan sikap istrinya. Jika sudah seperti ini maka ia tahu jika istri akan meminta sesuatu darinya dan sikapnya itu selalu berhasil meluluhkan hatinya tapi tidak dengan kali ini. Permintaan istrinya sudah ia tahu dan itu tidak akan pernah terjadi.


Jika kesalahan lain maka ia masih bisa memaafkan dan hanya memberi hukuman ringan pada sang pelaku kesalahan tersebut tapi yang di lakukan Zack sama sekali tidak bisa di ampuni.


"Percuma kamu bersikap seperti ini karena aku tetap pada pendirian ku untuk membalas anak itu sesuai perbuatan, kamu tidak boleh memihak padanya apa lagi meminta aku mengampuni perbuatannya itu!". Tegas Panji dingin.

__ADS_1


__ADS_2