Pelakor Pilihan Mertua

Pelakor Pilihan Mertua
Bab 253 Gombalan maut


__ADS_3

Saat ini Danish sedang meluangkan waktu bersama istri nya, bu Meranti. Mereka kini sedang ada di bali menikmati suasana pantai yang begitu menenangkan mata. Bagi Danish, karena di sini begitu banyak cewek - cewek yang berpakaian seksi. Bahkan ada yang hanya memakai bikini di pesisir pantai sambil berjalan dan memperlihatkan kulit mulus mereka pada semua orang. Bukan hanya pengunjung asing yang mengenakan b1k1ni, pengunjung berwarga negara Indonesia juga hanya memakai pakaian kurang bahan itu.


Meranti juga sama. Walau pun usia nya tak lagi muda, tapi cara berpakaian nya tidak kalah dengan anak ABG. Meskipun ia masih terlihat muda dari usia nya, tapi tetap saja mata Danish sama sekali tidak melirik istrinya.


"Kamu sedang lihat apa sih, mas?". Tegur Meranti tampak biasa aja saat memergiki suaminya sedang tergiur melihat tubuh wanita lain.


"Kamu ngagetin aja, sayang. Itu, mas lagi nikmatin pantai nya, indah yah". Jawab Danish hanya melirik sekilas ke arah istrinya dan kembali fokus menatap seorang wanita seksi tak jaub dari hadapannya.


Bagi Meranti itu lumrah, setiap pria pasti suka melihat tubuh wanita. Tapi ia percaya dengan suami nya seratus seratus jika hanya dirinya lah yang ada di hati suaminya.


"Aku bahagia deh, mas ngajak aku liburan. Sudah lama kita tak liburan bersama. Selalu saja aku pergi sendiri. Dulu ada Jasmin yang temani, tapi semenjak ia kabur dari rumah aku jadi kesepian...". Wajah Meranti berubah sendu mengingat putri sambungnya.


Meranti lah yang menjaga Jasmin semenjak ia baru berusia beberapa hari. Saat itu, ia bertemu dengan Danish yang sedang kelimpungan mengurus putri kecilnya di dalam swalayan. Meranti menghampiri menawarkan bantuan, di situ lah awal mereka ngobrol dan akhirnya memutuskan menikah. Meranti tidak hanya mencintai Danish, tapi juga mencintai Jasmin seperti putri nya sendiri.


Menyadari perubahan emosi Meranti, Danish teringat akan niat sebenarnya mengajak sang istri liburan. Ia merangkul tubuh sang istri lalu berusaha menenangkannya.


"Kamu tenang saja ya, sayang. Aku akan segera membawa Jasmin ke sisi kita lagi agar kamu tidak kesepian lagi. Maaf ya kalau selama ini mas selalu sibuk, kamu tahu sendiri kan bagaimana pekerjaan aku? Aku harus menguras tenaga dan mental untuk mengembangkan bisnis keluarga kita. Dan kamu sendiri menikmati hasil nya. Tiada rahasia yang aku sembunyikan dari mu, setiap hari aku akan sempatkan pulang ke rumah untuk tidur bersama mu. Kamu tahu kenapa?". Gombal Danish.


"Iya mas, aku tahu kok. Sebab kamu tidak akan tidur jika tak di sampingku...". Balas Meranti terpesona.


"Bukan itu poin utama nya, sayang". Danish geleng kepala membantah.


"Terus sebab apa? kamu jangan ngeles deh mas!". Goda Meranti.

__ADS_1


"Aku nggak ngeles kok. Sebab aku tidak mau kamu berpikiran lain tentang mas, sayang. Tapi mas jujur loh ini. Di hati mas hanya ada kamu seorang. Maaf kalau selama ini mas tidak pernah jujur tentang perasaan mas terhadap kamu". Ujar Danish.


"Mas bisa saja ngombal nya. Udah kalah anak ABG". Meranti malu di buat nya.


"Emang kamu pernah di gombal ABG sampai boleh menyamakan gombalan mas dengan mereka?". Tanya Danish menggoda.


"Mas nggak tahu saja, aku ini sering di godai brondong mas, bahkan sampai....". Meranti menghentikan ucapannya ingin melibat ekspresi Danish.


"Bahkan sampai apa? Katakan siapa yang pernah ngelakuin itu sama kamu, aku akan segera membunuhnya!". Tegas Danish geram.


"Ha ha ha.... Kok mas malah marah gitu. Emang apa yang aku katakan tadi? Maksud aku bahkan ada yang sampai melamar aku, meminta aku agar menceraikan mas yang menurut mereka sudah terlalu tua untuk aku. tapi mas tenang saja, aku hanya menganggap mereka bercanda kok...". Jelas Meranti menertawakan sikap suaminya.


Danish menatap mata istrinya lekat, "Kamu beneran masih mencintai aku kan?". Tanya Danish memastikan. Menurut ucapan Meranti tadi, ia merasa terpuruk dengan kondisi yang lebih tua berbanding istrinya.


Danish bernafas lega mendengar penjelasan Meranti.


"Sekarang masalah kita tidak kecil, sayang. Mas dan dua orang ponakan kamu sedang berseteru akibat masalah bisnis yang gagal. Mereka melampiaskan semua kesalahan pada mas seorang. Mas tidak keberatan di salahkan, karena itu memang salah mas. Tapi mereka mengancam mas untuk memisahkan kita berdua. Mas yakin sekarang mereka sedang mengasut ahli keluarga lain untuk ikut memusuhi mas. Tapi mas harap kamu masih berada di pihak mas...". Imbuh Danish.


Meranti tercengang mendengar ucapan suaminya. Ia tidak menyangka jika suaminya mengalami masalah berat dengan keluarga besar nya. Tapi kasih sayang nya pada Danish sangat besar sehingga ia tidak akan peduli dengan kesalahan apa pum yang Danish lalukan asal itu bukan perselingkuhan atau sebuah kebohongan.


"Emang mas melakukan kesalahan apa?". Tanya Meranti.


"Anak buah ku bernama Pundas mencintai seorang wanita yang sudah di vonis hukuman mati oleh pihak berwajib. Ia meminta tolong padaku untuk membebaskan wanita itu. Aku setuju dan memberi nya bala bantuan untuk mengiringi membebaskan wanita itu. Tapi Robert dan Ronal malah salah paham. Mereka merasa di sisihkan sehingga memfitnah mas selingkuh maka nya mereka tidak di libatkan dalam misi ini. Tapi sebenar kan tidak seperti itu, mereka tidak percaya dan malah ingin memisahkan kita berdua, sayang".

__ADS_1


Danish pura - pura sedih dan mengarang cerita yang tidak beda jauh dari cerita sebenar.


"Mas tenang saja, aku akan selalu percaya dan berada di pihak mas. Aku akan menjelaskan pada keluarga besar aku yang sebenarnya terjadi, sehingga mereka tidak ikut campur urusan rumah tangga kita...". Bujuk Meranti.


Danish memeluk Meranti erat dengan perasaan lega. Ia tidak menyangka jika istrinya semudah itu di bohongi. Tiba - tiba ponsel Danish berdering memaparkan Pundas sebagai pemanggil.


"Mas tinggal sebentar ya, sayang. Ini anak buah mas yang bernama Pundas itu menelpon. Mungkin ingin meminta tolong lagi mengenai kekasihnya..". Ucap Danish.


"Iya mas. Katakan pada nya, jangan sampai kekasihnya di tangkap lagi oleh polisi". Sahut Meranti mengizinkan suami nya mengangkat telepon dari Pundas.


Danish menjauh dan menekan tombol hijau. "Aku kan sudah bilang, jangan ganggu aku selagi aku berlibur. Kamu paham bahasa nggak, hah?". Geram Danish.


"Maaf bos. Tapi ini masalah penting dan harus di selelsaikan sekarang juga". Balas Pundas santai.


"Katakan!". Ketus Danish..


"Non Cleo ngamuk dan minta anda agar segera membawanya melalukan operasi plastik hari ini juga. Kalau tidak ia akan menyerahkan diri sendiri ke kantor polisi. Lebih parah nya lagi ia mengancam bunuh diri, ia frustasi jika terus di kurung di apartemen ini karena tidak boleh keluar jalan - jalan dengan wajah nya sekarang....". Imbuh Pundas.


"Dia ingin mengubah wajahnya segera. Tapi aku masih di bali, belum boleh pulang. Kalau begitu aku serahkan semua nya sama kamu Pundas. Lakukan sesuai permintaan nya. Tapi pastikan kamu tidak membuat masalah ini tersebar. Bayar dokter itu untuk tutup mulut!". Tegas Danish.


"Tapi bos...". Pundas ingi menolak tapi tidak bisa.


"Tiada tapi - tapi. Pastikan rahasia ini tidak tersebar luas dan identitas putri ku ketahuan oleh pihak berwajib. Lalukan dengan cermat, kamu paham kan?". Danish tetap tidak ingin mendengar alasan dari Pundas.

__ADS_1


__ADS_2