
"Percuma kamu bersikap seperti ini karena aku tetap pada pendirian ku untuk membalas anak itu sesuai perbuatan, kamu tidak boleh memihak padanya apa lagi meminta aku mengampuni perbuatannya itu!". Tegas Panji dingin.
Mega segera melepas pelukannya untuk menatap keseriusan kata - kata suaminya barusan. "Kamu nggak serius dengan perkataan mu kan, mas?". Tanya Mega baja dengan harap.
Wajah Panji tanpa ekspresi membuat Mega merasa sedih dan segera meneteskan air hangat dari matanya. "Kamu tega dengan anak kita, mas!". Lirih Mega sedih.
"Siapa yang tega dengan siapa duluan, Melodi? Dia! Dia yang tega selama ini melihat kita setiap hari sedih mencari putri kita. Walau pun dia hanya anak angkat kita, tapi seharusnya dia bisa sedikit bisa menolong kita keluar dari kesedihan bukan malah membiarkan kita terus seperti itu sampai kita sakit - sakitan. Dia sama sekali tidak sedih dengan keadaan kita dulu jadi untuk apa juga aku harus tida tega menghukumnya". Ujar Panji tetap pada pendiriannya.
"Kemana kasih sayang kamu selama ini untuk Zack, mas? Bukan kah kamu yang paling bahagia dengan kehadiran Zack dalam kehidupan kita? Tapi kenapa sekarang malah kamu yang terlihat sangat membencinya? Ingat mas! Dia lah anak kita yang selama selalu membanggakan kita berdua, perhatian walau sedikit keras kepala, selalu berada paling depan melindungi kita. Tapi setelah Aisyah hadir tiada satu pun Aset kamu berikan padanya bahkan sekarang kamu memposisikan dia di perusahaan seperti orang asing yang makan gaji di perusahaan keluarganya sendiri. Tapi adakah dia marah atau keberatan?". Cerca Mega sambil mengatur nafasnya.
Air mata terus menetes tanpa di paksa membasahi pipinya. Tidak pernah menyangka jika ia berani mengeluarkan unek - unek nya atas ketidakpua ketidakpuasannya terhadap perlakuan suami nya pada putranya. Sakit hati selama ini ia pendam karena hal itu tidak membuat Zack jauh dari nya karena Zack menerima segala keputusan Panji dengan lapang dada.
"Apa yang kamu harap kan aku beri padanya? Semua yang aku perjuangkan selama ini memang hanya untuk darah daging ku sendiri bukan untuk orang lain meskipun itu adalah anak yang aku besarkan sekali pun. Sudah cukup sebelumnya dia menikmati harta kekayaan kita, berada di posisi paling tinggi di perusahaan. Dia bukan darah daging ku jadi aku berhak mencabut semua fasilitas itu dari nya". Balas Panji turut tersudut emosi.
"Apa mas lupa kalau selama ini dia yang sudah mengisi hari - hari kita? Dia yang selalu menghibur saat kita sedih, menjaga kita saat kita sakit, menyelesaikan segala permasalahan yang terjadi dalam keluarga ini. Hanya karena satu kesalahan kamu sampai lupa segudang kebaikannya yang telah kita terima. Coba pikir kan kembali, mas!". Mega kembali mendesak suaminya agar mengingat masa lalu indah yang mereka lalui bersama Zack.
Panji memang kan muka dengan angkuh tidak mau mengikuti perkataan sang istri, keputusannya sudah bulat dan tidak akan di ganggu gugat oleh siapa pun meskipun itu adalah istri tercintanya sendiri.
"Satu kesalahan yang dia lakukan sangat fatal hingga bisa menggugurkan segala kebaikan yang dia lakukan selama ini. Aku tidak akan melepaskan anak itu hanya karena dia putra angkat kita, aku akan tetap menghukumnya sesuai dengan perbuatannya itu, titik!". Ujar Panji dengan egois.
"Hukum saja dia asal jangan pernah usir dia dari rumah ini, jangan pisahkan aku dengan putra ku!". Lirih Mega pasrah.
__ADS_1
"Kalau aku melakukan itu maka kamu tidak bisa mencegahnya!". Panji sama sekali tidak peduli dengan permintaan istrinya.
"Aku kecewa dengan kamu, mas! Aku tidak menyangka jika hati kamu bisa sekeras batu gini terhadap Zack. Jika kamu benar - benar mengusirnya dari rumah ini maka jangan menyesal jika aku juga turut pergi dari rumah ini ikut bersama putra ku. Nikmati masa tuamu sendirian!". Mega berkata sambil menunjukkan wajah kecewa.
"Kamu membela anak itu yang sudah jelas melakukan kesalahan berbanding aku suami kamu sendiri? Ingat Melodi selama ini aku selalu mengalah untuk memenuhi keinginan kamu memaafkan kesalahan orang lain tapi baru kali ini aku nggak bisa menurutinya karena kesalahan anak itu sangat fatal dan kamu tega mau ninggalin aku hanya karena itu?". Ujar Panji tidak percaya dnegan keputusan istrinya.
"Apa bedanya dengan kamu, memperlakukan Zack tidak adil! Nikmati aja hasil perbuatan mu sendiri, tiada seorang ibu pun yang ingin melihat anak nya menderita apalagi harus terpisah dengan anak nya. Kamu rasakan aja bagaimana seorang ibu membalas perbuatan orang yang menjahati anak nya, bahkan presiden aja berani dia lawan apa lagi hanya seorang suami!". Kata Mega dengan sorot mata mengancam.
Mega meninggalkan Panji sendiri yang tercengang mendengar ucapannya. Tiada maksud mengancam, sedangkan dia sendiri sebenarnya tidak bisa hidup berjauhan dari siapa pun termasuk suami tercintanya, ia hanya menggertak agar Panji membatalkan niatnya untuk menghukum putra mereka.
Sedangkan Panji hanya bisa menghela nafas berat btmelepas kepergian istri dari hadapan nya. Kata - kata Mega tadi berhasil membuat dirinya takut, berjauhan dari sang istri sangat tidak mungkin baginya tapi Zack harus di hukum agar tidak mengulangi kesalahan yang fatal lagi. Ia masih ragu jika Zack sebenarnya masih menyimpan rahasia yang tidak ia ketahui makanya ia tetap harus melakukannya agar Zack jera.
*
*
"Bernyali besar kalian bisa sampai masuk ke markas kami, tidak takut mati konyol di sini? Dalam sejarah kami nggak pernah ada penyusup yang keluar dari sini hidup - hidup". Ujar Dilan dengan sombong.
"Ha ha ha, tikus mungkin? Kalian kan pemakan tikus...ha ha ha ". Gelak seorang pria yang memimpin pasukan Black Tiger untuk menyerang Naga Merah.
"Ha ha ha". Semua anggota Black tiger malah ikutan tertawa.
__ADS_1
"Kalian lah tikus itu". Balas Dilan lanjut merendahkan.
"Banyak bacot loh! Serang!". Pihak Black Tiger menyerang terlebih dahulu dan bermula lah peperangan antara dua klan di markas Naga Merah.
*
*
Zack mencabut selang cairan yang tertancap di lengannya dengan kasar, ia harus segera keluar dari rumah sakit dan menolong anak buahnya melawan musuh yang datang menyerang markasnya. Ia tidak akan membiarkan klan yang sudah susah paya ia bangun di hancurkan begitu saja oleh orang lain.
Aisyah baru saja kembali dan melihat Zack turun dari kasur hendak pergi. "Kamu masih sakit nggak boleh pergi kemana - mana dulu!". Imbuh Aisyah mencegah Zack agar tidak pergi.
Zack menghampiri Aisyah dan memegang kedua pipinya lembut. "Kamu nggak perlu khawatir yah! Aku harus segara pergi, jaga diri kamu". Bujuk Zack lalu mencium kening Aisyah hangat.
Aisyah memejamkan matanya tersentuh dengan perlakuan manis Zack padanya tapi perasaan nya segera berubah khawatir ketika Zack melepas pipinya lalu melangkah keluar dari ruangan..
Aisyah mengejar dan memeluk Zack dari belakang di saksikam dua pengawal. "Aku mohon jangan pergi!". Lirih Aisyah cemas.
Zack menatap dua pengawal itu dengan tajam, mereka pun paham maksud tatapan itu. Zack membalikkan tubuhnya lalu menghadap Aisyah, tanpa sepatah kata pun ia langsung mengecup bibir wanita yang di cintainya itu.
Waktu saat ini seakan terhenti.
__ADS_1