
Zack yang berada di dalam mobil sudah mulai sadarkan diri. Meskipun keseluruhan tubuhnya terasa perih dan masih sedikit pusing akibat pengaruh obat bius. Empat orang lain yang semobil dengan nya tiada satu pun yang mengawasinya, semuanya sibuk menyerang dan mempertahan kan diri dengan senjata api masing - masing. Kadang menunduk untuk menghindari peluru, kadang mengeluarkan kepala mereka untuk mengamati situasi.
"Keahlian bersenjata yang sangat minim mereka ini. Pasti masih kurang berpengalaman dan kurang di beri tunjuk ajar oleh ketua mereka". Gumam Zack merasa kasihan pada mereka yang berhasil menculiknya.
Zack terus mengamati keadaan mobil mencari celah untuk lepas dari jeratan mereka sambil membuka ikatan yang mengikat dan kakinya. Sekelip mata Zack melepasnya dan mulai menggerakkan tubuh sedikit.
"Auw...". Lirih Zack dengan suara perlahan. Perih di punggungnya akibat tembakan masih sangat menyakitkan, tapi ia harus menahannya agar bisa lepas dari mereka semua.
"Suara apa tuh?". Salah satu anak buah musuh malah mendengar rintihan Zack tadi tapi cuma samar - samar karena ia juga fokus menambak dan berlindung.
"Coba kau cek di belakang, siapa tahu pria bang sat itu udah sadar". Titah teman nya yang keteteran.
Pria itu kemudian menolek untuk memeriksa keadaan mangsanya, Zack pula bergegas kembali berpura - pura pingsan.
"Nggak mungkin ia sadar begitu cepat, kan obat yang di gunakan adalah obat paling mahal dan paling berkesan apa lagi saat di gunakan mennggunakan dosis yang tingga agar pria bang sat itu pingsan dalam waktu yang lama. Jadi mustahil ia akan sadar secepat ini...". Ujar rekan yang lain.
"Iya benar juga, lagi pula ini baru beberapa menit berlalu semenjak di pingsan jadi tidak mungkin dia sudah sadar. Lebih baik kita bawa dia ke markas sekarang, pasti tuan sudah lama menunggu kita membawanya kehadapam tuan". Ujar rekan yang lain..
Zack terheran - heran dengan ucapan mereka yang mengatakan jika dia baru saja beberapa menit pingsan, mustahil jika menggunakan obat dosis tinggi dan juga berkualitas tapi ia sudah sadar. "Aneh, pasti ada sesuatu yang mereka juga tidak tahu". Gumam Zack bingung. Tiba - tiba ia baru tersadar letak peluru yang tertancap di tubuhnya tepat di bahagiam tubuh yang pernah ia tunjukkan pada anggota klan terpercaya nya supaya yang di tuju tidak sampai meninggal dan tidak sampai mengakibatkan luka serius.
__ADS_1
"Pundas?". Gumam Zack mengingat satu nama yang merupakan ketua pengawal bagi semua pengawal yang ia pekerja kan. "Aku tidak tahu kamu masih menjadi orang kepercayaan ku atau sudah berkhianat tapi cara kamu ini membuktikan salah satu nya". Sambungnya dalam hati sambil tersenyum sinis.
Usaha yang tidak terlalu menguras tenaga pada akhirnya membuat tali yang mengikat tangan dan kaki nya berhasil terlepas dengan perlahan. Zack mencoba meregangkan tubuhnya yang sedikit pegal. Duduk dengan tegak dan ke empat pihak anak buah pihak musuh sama sekali tidak memperhatikan.
Zack mengambil tadi yang mengikat kaki dan tanganya lalu menjerat leher dua pria yang duduk di bangku tengah alias hadapannya dengan menggunakan masing - masing tali itu.
Kedua nya mencoba melawan tapi tenaga Zack dan posisi nya yang ada di belakang mereka sama sekali tidak bisa melukai pria itu. Malah semakin mereka banyak bergerak semakin membuat mereka kehilangan nafas.
"Sialan, ternyata benar dia sudah sadar". Ujar pria yang duduk di samping kemudi yang baru menyadari saat rekannya udah mulai lemas. Tembakan demi tembakan di berikan pada Zack tapi dengan sigap Zack menghindari dan malah dua rekannya sendiri yang terkena tembakan darinya setelah terjadi beberapa perlawanan.
Saat musuh mengisi peluru Zack cepat - cepat melompat ke depan untuk melumpuhkan dua lagi musuh yang berada satu mobil dengan nya.
Salah seorang anggota Naga Merah akhirnya menemukan mobil mana Zack berada. Ia dengan cepat melaporkan hal itu pada Dilan agar mereka tidak buang - buang masa mengejar mobil yang lain.
Ada yang jatuh menabrak pohon, ada yang berguling sampai terbakar ada pula yang jatuh ke jurang karena lokasi mereka saat ini sudah memasuki kawasan pegunungan.
Kembali pada Zack yang masih berusaha melumpuhkan dua lawannya. Tidak sukar karena yang satunya fokus mengemudi di jalan juram. Sedangkan yang satu nya sangat sukar untuk di lumpuhkan karena memiliki keahlian bela diri yang cukup tinggi. Perlawanan seimbang terjadi, Zack yang kadang di serang perih oleh sakit di punggungnya membuatnya kurang leluasa menyerang, jika tidak memiliki luka dalam maka pria di hadapannya bukan lawan yang standing dengan nya.
Zack tertunduk dan saat itu pula musuh nya menekan luka tembak yang terletak di punggungnya, "Aaahhh". Rintihan Zack kesakitan.
__ADS_1
Saat Zack merintih kesakitan, pria yang duduk di samping kemudi sambil menekan luka Zack ia pun mengangkat pistol nya ke arah nya dan, "dorrrrr". Sebuah bunyi tembakan terdengar sangat nyaring dalam mobil.
Zack memejamkan matanya tapi saat ia buka mata, ia sama sekali tidak merasakan luka baru di tubuhnya malah rasa perih akibat tekanan dari musuhnya semakin memudar hingga oada akhirnya tangan yang menekan lukanya terkulai jatuh ke bawah.
Zack mengamati ternyata bukan musuhnya yang menembak tapi Dilan yang berada di sebarang sana yang sudah menolongnya. Tapi karena masih banyak musuh dengan kenderaan masing - masing datang mengganggu Dilan, mobil mereka kembali terpisah jauh.
Kini tinggal satu orang yang harus di lumpuhkan oleh Zack, pria yang mengemudi mobil. Ingin menyerang tapi kondisi saat ini tidak memungkin kan karena mereka sedang berada di atas jurang. Saat Zack bingung dan melihat ke arah jendela, pria yang menyetir mobil tiba - tiba menembaknya.
"Dorrrr". Nasip peluru itu tidak terkena organ pentingnya hanya sekedar terancam di tangan bahu kanan nya, Zack sempat mengelak dengan menggeser sedikit posisi nya. Zack yang kesal tanpa mempedulikan sakit di bahunya yang tak seberapa mencabut sandaran kepala pada kursi samping kemudi dan memukulkan pada muka musuhnya.
Sakit di muka nya membuat pria itu tdiak lagi fokus menyetir, satu tangannya memegang wajahnya yang sakit sedang kan yang satunya menyetir sambil memegang pistol. "Sialaaaannn!!!!". Maki pria itu dengan geram.
Mobil oleng ke kiri lalu ke kanan hampir saja terjun ke juram yang tingginya puluhan kilo meter ke bawah. Tapi Zack dengan cepat memegang stir dan mengembalikan mobil ke jalur yang betul. Perlawanan antara Zack dan pria itu berlaku sengit, Zack mencoba menyeti mobil di jalan sedangkan pria itu sengaja ingin menyetir mobil ke jurang.
"Biar kita mati sama - sama dari pada kamu selamat, aku dan semua keluarga ku mati sia - sia. Lebih baik kita mati bersama asal keluarga ku selamat". Imbuh pria itu terdengar pilu.
"Jangan! Aku akan menolongku dan keluargamu agar lepas dari jeratan mereka, sekarang kamu jangan berniat bunuh diri! Aku akan menolong mu, aku janji!". Sahut Zack simpati.
"Terlambat! Sesuai perjanjian jika kamu tidak berhasil kami bawa ke hadapannya maka kamu harus mati di tempat jika tidak keluarga kami semua yang akan di binasakan...". Tolak pria itu.
__ADS_1
Tekat yang kuat, sambil menitiskan air mata pria itu melayangkan tonjokan pada wajah Zack hingga Zack terjatuh ke belakang. Stir di banting ke arah kiri dan mobil akhirnya jatuh ke jurang.
"Bos!!!!!". Teriak semua anggota Naga Merah dengan pilu.