
Setelah mengantarkan Jasmin ke kampung yang ia ingin kan dengan penjagaan yang sengaja di lakukan diam - diam,
Zack juga menyewa beberapa orang untuk selalu mengikuti Jasmin di manapun berada, mereka juga harus rela tinggal di kampung yang sangat jah dari kota, bahkan saking pedalaman nya kampung itu besembarangn dengan hutang rimbun yang masih rawan hewan liar yang buas.
Sudah beberapa hari ini Zack mendiami Aisyah karena kesal dengan keputusan wanita itu yang ingin kembali rujuk dengan Rehan. Selepas ini jalan untuk mereka bersatu semakin buntu, tiada yang lagi harapan untuk hidup bersama pujaan hati nya.
"Dari mana saja kamu Zack? Beberapa hari nggak pulang ke rumah dan hanya menghabiskan waktu di kantor apa nggak suntuk kerja terus?". Cerca Mega saat baru saja melihat Zack di balik pintu utama.
"Kamu tu apa - apa sih sayang! Anak baru pulang bukannya di sambut hangat malah di Cerca dengan pertanyaan, sana sediain makan malam mungkin dia udah lapar". Tegur Panji menggoda istrinya.
"Halah, Zack yang paper atau kamu mas yang paper, jangan biasakan jadiin orang lain kambing hitam deh! Jujur napa". Kesal Mega sebelum beranjak ke dapur untuk membantu chef memasak.
Zack duduk di sopa yang tidak jauh dari Panji. Wajahnya tampak sangat gusar hingga tertanggap jelas di mata Panji. "Coba kamu bujuk adik mu itu, Aisyah tampak tidak ingin mengubah keputusannya tetap akan rujuk dengan mantan suaminya yang nggak bertanggung jawab itu...Daddy juga heran bagaimana harus menasihatinya, dia hanya ingin menepati setiap janji yang pernah ia lakukan konon nya sebagai seorang pemimpin dia harus sentiasa berpegang pada ucapannya, dari mana coba dia mengambil prinsip seperti itu?". Ucap Panji.
Zack tertunduk karena dialah yang pernah mengajarkan kepada Aisyah seperti itu, tapi ia lupa jika itu hanya berlaku untuk orang baik saja bukan untuk semua orang bahkan mantan suaminya sangat tidak pantas menerima perlakukan baik seperti itu, jika untuk membalas kebaikannya karena sudah menyelamatkan Aisyah dari anak buah Danial tapi tidak sampai harus rujuk segala. Rehan memang sangat pintar memanfaatkan kesusahan orang untuk mewujudkan keinginan nya.
"Biarkan aja dia dad, bukannya nggak sayang tapu dia harus belajar untuk menepati setiap perkataanya, lagi pula jika mereka memang udah jodoh maka mereka tetap akan bersama meskipun kita berusaha memisahkan mereka, begitu juga sebalik nya jika mereka nggak berjodoh maka bagaimana pun caranya atau muslihat apa pun yang digunakan maka tetap tidak akan bersama". Jawab Zack.
Panji tercengang tidak biasanya Zacj tampak dewasa seperti itu, biasanya pria muda itu hanya memilih diam saja jika tidak sejalan dengan pikirannya tapi sekarang Zack mengutarakan pendapatnya tapi dari wajahnya masih tampak gusar bercampur sedih beradu menjadi satu di wajahnya.
Zack mengatakan itu bukan karena rela Aisyah kembali dengan Rehan tapi kata - kata yang diucapkan secara tidak sadar itu sebenarnya tertuju pada dirinya sendiri. Dia tidak akan memaksa kan kehendaknya untuk memiliki Aisyah karena pada hakikatnya Aisyah sudah mewanti- wanti agar mereka tetap hanya sebagai saudara meskipun tidak sedarah.
Dengan langkah gontai Zack meninggalkan Panji di ruang keluarga setelah berpamitan dengan suara yang sudah seperti tidak bernyawa. Panji hanya menatap kepergian anaknya dengan tatapan aneh, sedikit paham dengan perasaan yang sekarang menyerang anaknya.
Beberapa saat kemudian Aisyah terlihat muncul dari anak tangga bersiap untuk pergi. Di wajahnya sama sekali tidak terlihat beban ingin kembali rujuk dengan mantan suaminya.
"Mau ke mana kamu Aisyah?". Tanya Panji pada putrinya.
__ADS_1
"Mau keluar sebentar yah". Jawab Aisyah mengulurkan tangannya untuk berpamitan.
"Ingat bawa pengawal! Ayah tidak mau terjadi sesuatu lagi sama putri ayah ini". Pesan Panji memberikan tangannya.
"Iya, ayah tenang saja ok. Supir ku juga bukan kaleng - kaleng kok dia juga mahir bela diri tingkat internadional, Aisyah pamit pergi dulu yah sudah keburu nih...". Aisyah kemudian berlari keluar meninggalkan ayah nya.
"Saja sekali tidak terbebani kerana ingin menikah lagi dengan pria yang sudah menyakitinya, mungkin memang masih ada rasa yang tertinggal di hatinya makanya tampak gembira begitu...". Meskipun keberatan dengan keputusan putrinya, Panji tetap bahagia jika melihat senyuman indah di wajah putrinya itu.
"Tapi jika Rehan kembali menyakiti mu lagi, ayah akan pastika hidupnya tidak akan tenang, selama ini ayah membiarkan dia hidup dengan tenang atas permintaan mu yang konon nya Rehan tetap ayah dari Akbar tapi dari sikap mu ini ayah bisa pastikan kamu masih menyimpn rasa untuk pria tidak tahu diri itu". Sambung Panji bergumam dalam hatinya.
*
*
Desi saat ini sedang berada di dalam ruang VIP di sebuah restoran mewah, ia sengaja menyewa tempat ini karena ia akan bertemu dengan sseorang yang kata raya jadi meskipun menikmati pasilitas mahal dia tetap tidak akan mengeluarkan biaya. Yakin jika Aisyah yang akan membayar semuanya.
"Nggak kok, silakan duduk! Sebentar lagi hidangan akan tiba". Jawab Desi.
Karena perasaanya saat ini sedang senang Aisyah pun duduk di hadapan Desi dengan wajah yang ceria.
"Kamu terlihat bahagia banget yah. Apa kamu memang sangat menginginkan untuk rujuk bersama Rehan?". Sindir Desi.
"Biasa aja kok". Jawab Aisyah.
"Yang akan aku sampaikan nanti mungkin bisa membuat senyuman di wajahmu itu segera pudar dari tempat nya, tapi kita nikmati aja dulu kebahagiaan kamu ini untuk terakhir kalinya". Sindir Desi lagi.
Aisyah sama sekali tidak tersinggung mendengar perkataan itu, ia tetap menatap Desi seperti biasa. "Semoga saja". Ucapnya sepele.
__ADS_1
Pelayan masuk dan menyajikak pesanan yang sudah Desi pesan sebelum Aisyah datang, Aisyah tampak menggelengkan kepala melihat semua yang tertata di depan matanya. Begitu jenis hidangan yang menurutnya pasti akan menghabiskan begitu banyak rupiah untuk sekali makan.
"Kenapa di lihat saja, mari makan!". Ajak Desi begitu tidak sabar menyantap semua makanan di hadapannya. Meskipun ia tidak sanggul untuk menghabiskan semuanya tapi ia sudah lama tidak makan enak dalam satu masa, mencampurkan semua nya dalam mulut pasti enak.
"Kamu makan aja semuanya, saya bawa makanan dari rumah". Tolak Aisyah memanggil pengawalnya membawakan makanan masuk.
"Apa kamu membawa makanan dari rumah? Tida salah tuh, wanita kaya seperti kamu malah bawa makanan dari rumah saat makan di restoran mewah seperti ini. Dasar aneh!". Ucap Desi terdengar menyindir.
"Di rumah udah ada chef yang masakin jadi nggak perlu makan di restoran mewah dulu baru bisa makan enak ...". Balas Aisyah tak kalah nyinyir.
Desi tidak menjawab ia kembali fokus menikmati makanan yang menurutnya gratis itu. Tidak peduli jika Aisyah tidak makan pesanannya yang pasti wanita itu yang akan membayar semuanya nanti.
Meskipun makan masakan dari rumah tali menurutnya makanan yang di masak oleh ibunya lebih enak dari pada masakan orang lain. Sebelum pergi ia sengaja melihat ke dapur melihat Mega sedang melakukan apa dan gembiranya Aisyah saat melihat ibunya itu sedang asik memasak. Dengan tidak malunya dia meminta agar ibunya membawakan hidangan itu untuknya makan di restoran mewah ini.
Setelah menyelesaikan ritual makan mereka, meja kini sudah tampak kembali bersih, Aisyah sengaja meminta pelayan segera merapikan meja kerena ia risih jika sedang berbicara tapi meja masih tampak berantakan.
"Sekarang katakan apa yang ingin kamu sampaikan?". Ujar Aisyah to the points.
"Kamu itu kenapa sih? Santai napa. Tapi karena aku sekarang juga udah kenyang jadi kita ke topik utama aja ya kan....". Balas Desi.
"Udah cepat katakan aku nggak punya banyak waktu untuk ladenin kamu begitu lama, selepas ini aku ingin bertemu seseorang". Potong sambil memaikan cincin di jari manisnya.
Desi tampak kesal, ia berpikir Aisyah akan pergi bertemu dengan bakal mantan suaminya setelah ini. Dengan emosi yang mulai terpancing Desi Akhirnya membuka mulut menceitakan semua rencananya dulu bersama Rehan.
"Kamu sebaiknya batalkan niat kamu untuk rujuk dengan Rehan, niat sebenarnya adalah untuk menguasai harta yang kamu miliki, ia tahu kamu masih menyimpan perasaan padanya makanya ia memintaku untuk bekerja sama menjebak kamu! Selama ini kamu udah di bohongin dengan semua tipu helahnya, aku sama sekali tidak pernah memelet dia, aku sama sekali tidak menggodanta dulu tapi dia sendiri yabg datang menghampiriku dan memintaku agar menjalin hubungan lagi dengannya...". Kata Desi antusias.
"Katanya kamu udah nggak ada gunanya sama sekali dalam hidupnya, bahkan anak yang kamu berikan pun berpenyakitan nggak normal. Maka nya saat aku hamil dia begitu gembira dan senang. Tapi mengetahui kamu adalah anak konglomerat membuatnya tergiur juga ingin menikmati harta milikmu makanya aku di minta untuk ikut meyakinkanmu, dia berjanji akan memberiku banyak uang setelah kamu berhasil rujuk dengan". Sambung Desi dengan sedikit menambah cerita.
__ADS_1
"Terus kenapa kamu malah memberi tahuku? Bukannya itu akan membuat rencana kalian gagal". Bingung Aisyah sama sekali tidak marah karen Ia hakikatnya ia sudah tahu semua itu dari mata - matanya dulu.