Pelakor Pilihan Mertua

Pelakor Pilihan Mertua
Bab 287 Bertemu


__ADS_3

"Kamu sekarang nggak boleh terlalu banyak pikiran... Aku bawakan makanan kesukaan kamu, kita makan bareng, yah". Ajak Zack mengalihkan kan pembicaraan.


"Tapi aku penasaran, Zack. Aku nggak mau kamu dalam masalah besar tapi aku sama sekali nggak tahu hal itu. Ku mohon katakan lah pada ku Zack! Aku nggak bisa tidur jika kamu sebenarnya sedang menanggung beban yang sangat berat tanpa ku ketahui". Lirih Aisyah khawatir.


Zack tersenyum ternyata Aisyah sangat mengkhawatir kan nya. "Nggak ada apa - apa yang perlu kamu khawatirkan, sayang. Aku baik - baik saja selagi kamu juga baik - baik saja. Jangan berpikiran macam - macam aku hanya perlu kamu di sisi ku sebagai sumber kekuatan ku". Kata Zack membujuk.


Akhirnya Aisyah bisa bernafas lega karena Zack masih bisa menghandle semua nya sendiri. Ia bertekat untuk cepat sembuh supaya bisa menemani hari - hari Zack dan membantu pria itu keluar dari semua masalah yang sedang dia hadapi.


"Baik lah, aku akan makan bersama kalian. Aku nggak sabar pulang ke rumah dan cepat sembuh total agar aku tidak merepotkan mu lagi..". Bibir Aisyah di tutup dengan jari telunjuk Zack.


"Jangan katakan itu. Kamu sama sekali tidak merepotkan ku atau siapa pun. Aku dan semua ikhlas merawat mu. Apa pun yang terjadi kamu adalah prioritas kami sekarang. Setelah perusahaan stabil kita akan mengadakan konferensi pers untuk kembali nya kamu sang pewaris sebenar. Kamu nggak bisa terlalu banyak pikiran karena begitu banyak yang sudah menanti kembali nya kamu". Ujar Zack.


Mawar ikut memberi masukan. "Benar yang di katakan Zack. Kamu harus semangat untuk sembuh, hanya orang terdekat yang tahu kalau saat ini kamu masih hidup. Manakala seluruh rakyat termasuk karyawan di kantor semua sudah kami perdaya kalau kamu sudah tiada untuk melindungi diri mu dari semua musuh yang ingin menjatuhkan kalian berdua...". Ujar Aisyah.


Aisyah mengangguk paham. Bu Saras sudah menceritakan padanya jika mereka sudah melakukan sandiwara kematian diri nya untuk mengelabuhi musuh yang masih berusaha membunuh Aisyah yang mengalami koma.


"Sudah, nggak perlu bahas yang nggak penting. Sudah waktu nya kita makan siang, setelah itu kamu istirahat dulu...". Imbuh Zack membuka bungkus makanan yang ia bawa..


"Kenapa kita tidak langsung pulang saja setelah makan? Aku sudah nggak sabar tidur di kamar ku sendiri di mansion". Ujar Aisyah bingung.


"Sayang, dari tadi pagi kamu belum pernah istirahat lagi. Perjalanan dari rumah sakit ini ke mansion memakan waktu panjang, aku nggak mau kamu kelelahan nanti nya". Bujuk Zack beralasan.


Aisyah menghela nafas berat. Meskipun ia sudah sangat tidak sabar ingin pulang, tapi ia tidak ingin membantah ucapan pria yang sangat ia cintai. Lagi pula semua yang di lakukan Zack adalah yang terbaik untuk kesembuhan nya.

__ADS_1


"Baik, tapi janji yah kalau aku bangun nanti kita langsung pulang". Sahut Aisyah.


"Iya, sayang. Aku janji....". Zack memberikan jari kelingking nya untuk berjanji.


Aisyah menyambut nya dan mereka semua pun menikmati hidangan yang sudah di siap kan oleh Bu Saras dan Mawar.


"Ciehhh,, yang lagi kasmaran! Bermesraan terus, kami di sini hanya menumpang doang". Goda Mawar membuat Aisyah tersadar dan tersipu malu.


"Udah lah, Mawar. Jangan goda mereka lagi, mereka sudah seharusnya bersikap seperti itu, ingat berapa bulan kita tidak pernah melihat raut bahagia di wajah mereka berdua...". Bu Saras malah nggak sudah dengan sikap putri nya yang lancang menggoda Aisyah dan Zack..


Pintu terbuka dan memperlihatkan mbah Suryo yanh baru kembali dari musholah rumah sakit. "Assalamualaikum". Sapa mbah Suryo.


"Waalakumsalam, eh mbah Suryo. Mari makan bersama kami di sini". Ajak Aisyah ramah.


"Mbah duduk sini. Mbah kelihatannya sangat kelelahan. Udah istirahat saja di sofa itu, biar aku yang menggantikan mbah untuk merawat daddy dan mami....". Tawar Mawar menuntun mbah Suryo ke sofa yang sangat nyaman untuk di gunakan istirahat beberapa jam sebelum pulang ke mansion. Sofa itu sengaja Zack sedia kan untuk ia gunakan saat malam hari menemani Aisyah. Tapi karena setiap malam Aisyah ingin di temani tidur di brangkas, jadi sofa itu nggak pernah di gunakan.


Seperti yang terlihat, mbah Suryo langsung tertidur lelap beberapa saat setelah Mawar menolong nya baring dengan nyaman..


Zack menatap haru pada mbah Suryo. Ia tidak tahu harus berterima kasih bagaimana lagi untuk membalas semua bantuan pria tua itu. Baru kenal setahun ini ia mengenal mbah Suryo tapi ia sudah banyak berhutang budi pada pria tua itu sampai ia tidak bisa membalas nya dengan cara apa lagi.


Setelah menghabiskan makanan mereka masing - masing, Aisyah akhirnya tertidur pulas setelah di beri suntikan oleh dokter. Manakala yang lain lebih dulu pulang memeriksa persiapan untuk menyambut Aisyah kembali nanti kecuali Zack. Ia memutuskan untuk berangkat bersama - sama Aisyah dan mbah Suryo nanti.


*

__ADS_1


*


Desi sedang berjalan menuju rumah yang paling megah di desa terpencil ini. Ia sedang meneteng dua kresek di masing - masing di setiap tangan nya. Ia di minta membawakan pesanan Keysyah berupa ikat lele yang baru saja di panen dan juga berbagai jenis sayuran yang baru saja di petik tadi pagi.


Ia membuka pagar besi perlahan dan melangkah masuk ke halaman rumah itu. Pintu utama tertutup rapat seperti bisa. Tiada tanda - tanda jika penghuni di rumah ini sedang melalukan aktifitas. Ia memberi salam beberapa kali tapi tidak mendapatkan balasan.


"Assalamualaikum". Seru Desi sambil mengetuk pintu.


Desi memberi salam beberapa kali tapi tetap tidak mendapat kan balasan yang sepatut nya. Desi teringat perkataan Keysyah saat meminta ia untuk mengantarkan pesanan nya.


"Jika kamu nggak mendengar balasan dari kami, mungkin kami sedang sholat atau sedang istirahat di kamar masing - masing sehingga tidak mendengar suara orang memberi salam. Kalau begitu kamu langsung masuk saja ke dapur dan letakkan semua pesanan saya di dalam kulkas".


Desi teringat pesan Keysyah waktu itu. Meskipun sedikit ragu dan merasa kurang sopan tapi ia tetap memberanikan diri untuk membuka pintu dan melangkah menuju dapur. Suasana rumah sangat sepi sehingga membuat Desi merinding ketakutan di siang hari.


Tapi ada sesuatu yang membuat Desi tercengang, ia melihat cangkir kesayangan mantan suami nya ada di antara cangkir - cangkir yang tersusun rapi di rak piring.


"Mungkin hanya perasaan ku saja. Tidak mungkin hanya satu cangkir seperti ini di dunia ini, pasti hanya serupa saja...". Desi membuang semua perasaan yang mengganjal di hati nya.


Desi mengabaikan cangkir itu tapi pikirannya tetap tidak bisa menyingkirkam semua kenangan bersama Rehan yang tiba - tiba terlintas di kepala nya. Ia bergegas menyimpan semua ikan bahagian beku kulkas dan sayuran di bahagian bawah kulkas secara asal - asalan. Lalu bergegas menutup kulkas itu. Ia ingin keluar tapi ia merasa tangan nya harus di bersihkan terlebih dahulu karena tercium bau amis ikan lele.


Setelah selesai membersihkan tangan nya, ia membalikkan tubuh nya secara tiba - tiba sehingga menabrak tubuh kekar seorang pria. "Maaf, maaf saya nggak sengaja". Ujar Desi sambil mendongak menatap wajah pria itu.


Mata mereka membulat sempurna menyadari diri masing - masing. "Kamu??". Seru mereka berdua serentak.

__ADS_1


__ADS_2