Pelakor Pilihan Mertua

Pelakor Pilihan Mertua
Bab 202 pacar boongan


__ADS_3

Zack hari ini ingin mengawasi Aisyah bukan sebagai dirinya tapi sebagai pengawal yang bernama Syakir. Ia mendapat info jika hari ini Aisyah akan mengunjungi rumah makan milik keluarga Alena untuk memastikan cerita yang ia dengar jika Alena akan menikah dengan Rehan tidak lama lagi.


"Bagaimana penampilan aku?". Tanya Zack pada Dilan.


"Udah ok, tuan. Nona Aisyah pasti jadi bingung antara mencintai tuan Zack yang sebenarnya atau tuan Zack yang sedang menyamar ini. Saya harap tuan bisa memikat nya lebih baik dari menjadi tuan Zack sesungguhnya...". Sahut Dilan memberi dua jempol.


"Kita lihat aja nanti. Semoga dugaan ku tidak meleset". Imbub Zack mulai melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan pribadinya.


"Semoga tuan tidak kecewa". Harap Dilan dalam hati.


Zack kini bersama beberapa anak buah nya menuju mansion Purbalingga. Penampilan mereka tidak jauh berbeda, sekarang tugas mereka mengawal setiap langkah Aisyah jika berada di luar mansion. Sesampai di sana, Aisyah kebetulan baru saja masuk ke dalam mobil nya.


"Kemana pula pak Sabaruddin nih, aku udah telan dia belum juga kembali..". Gumam Aisyah mulai bosan menunggu supir pribadinya yang beralasan masuk WC untuk membuang hajat.


Cek lek...


Pintu di buka dan membuat Aisyah melampiaskan kekesalannya pada orang itu. "Anda kemana aja sih pak? Aku udah nugguin hampir satu jam lama nya dan bapak baru muncul sekarang. Kalau sakit perut lebih baik ambil cuti aja pak, saya tidak mau nanti di jalan bapak malah berhenti ingin membuang lagi...". Ujar Aisyah.


Ia sangat ingin memaki supir nya itu tapi ia tidak tega karena perasaan nya juga khawatir dalam satu masa.


"Maaf non, pak Sabaruddin baru saja pamit pulang rumah karena sakit sesuai perkataan anda. Saya yang akan membawa non hari ini, non masih ingat dengan saya kan?". Sahut Syakir dengan wajah syok imut nya.

__ADS_1


"Kamu? Kamu yang hari itu yang mengatakan Zack udah ketemu kan dan malah meminta ponsel kami bertukar untuk memudahkan komunikasi. Mudah apa nya yang ada aku malah was - was sekarang, mana ponsel aku? Aku ingin mengambil nya kembali". Pinta Aisyah dengan raut wajah kesal.


"Maaf non, ponsel nya nggak sama saya sekarang, yang memegangnya tuan muda. Jika non ingin memintanya kembali sila kan minta pada nya secara langsung. . saya sama sekali tidak berani untuk mengambil ponsel kesayangan tuan muda itu dari tangan nya...". Jelas Syakir.


"Apa? Ponsel kesayangan? Itu ponsel aku kenapa malah jadi kesayangan dia pula?". Bingung Aisyah.


"Saya juga kurang pasti non. Tapi yang saya lihat tuan muda selalu saja mengutak - atik ponsel itu sambil senyum - senyum sendiri. Bahkan saya pernah lihat nih kalau tuan muda itu kalau tidur harus cium layar ponsel itu dulu, saya curiga jika tuan muda mencium foto non yang ada di ponsel itu sebelum tidur untuk mengobati rasa rindunya pada non". Jelas Syakir jujur tentang aktifitas nya sehari - hari.


Aisyah syok mendengar ucapan Syakir, ia tidak menyangka jika Zack memiliki sisi kepribadian yang aneh seperti itu. Ia mulai ifiil pada Zack yang terdengar seperti memiliki kelainan.


"Kamu pasti cuma mengada - ngada kan. Awas aja nanti aku adukan pada Zack tentang sikap kurang sopan kamu ini. Aku akan pastikan kamu akan di pecat!". Ancam Aisyah memilih tidak percaya pada Syakir yang baru dua kali ia temui. "Sekarang jalan, jangan banyak bicara atau aku sendiri yang akan memecat mu saat ini juga!". Pinta Aisyah di sertakan ancaman.


"Iya, iya kita berangkat. Tapi yang saya ceritakan tadi benar ada nya loh non". Syakir mengalah tapi masing belum menyerah menjelekkan dirinya sendiri di hadapan Aisyah..


"Apa? Kenapa malah berhenti? Ulangi dan perjelas kata - kata kamu barusan". Pinta Syakir tanpa sadar. Ia tidak menyangka jika Aisyah secara blak - blakan ingin jujur tentang perasaan nya. Tatapannya pada Aisyah sangat dalam dan penuh makna.


Aisyah membulatkan matanya dengan permintaan kurang sopan Syakir tadi. Tapi tatapan Syakir membuatnya terkesan. "Kenapa matanya dan cara menatapnya seperti tatapan seseorang yang aku kenal?". Aisyah membuang pandangan nya ke luar jendela.


"Baru bertemu dua kali kamu udah nggak sopan kayak gini, kamu memang ingin di pecat yah...". Kesal Aisyah.


"Maaf non". Imbuh Syakir. Ia tidak ingin memaksa Aisyah mengulangi kata - katanya, walau pun Aisyah tidak mengulangi nya ia sudah tahu apa yang sebenarnya ingin Aisyah sampai kan. "Maaf, Syah. Aku belum bisa bertemu dengan kamu dengan penampilan ku yang sebenarnya, sekarang cukup aku melihat dan menjaga mu secara dekat seperti ini pun aku udah senang, kamu nggak perlu mengenaliku cukup aku yang mengenalimu". Batin Syakir merasa bersalah.

__ADS_1


Mereka kini sudah sampai ke rumah makan sekaligus kediaman Alena dan kedua orang tua nya. Aisyah sangat sudah ingin keluar tapi dengan cepat Syakir menghalanginya dengan memegang tangan nya.


"Non jangan turun dulu, di dalam kayak nya ada Pak Rehan. Sebaiknya tunggu pria itu pergi terlebih dahulu baru kita masuk". Saran Syakir. Bukan kerana jika Rehan nekat berbuat macam - macam paa Aisyah, tapi ia takut jika pria itu sengaja membuat Aisyah panas dan kesal hingga rencana mereka mencari tahu sebab mengapa Alena menerima Rehan sebagai suaminya menjadi gagal.


Aisyah sempat terpana dengan sentuhan Syakir, ia teringat pada kenanga Zack menggenggam tangan nya persis seperti saat ini.


"Kamu takut pada pria pengecut seperti dia? Katanya kamu seorang pengawal dan akan menjaga aku dari kejahatan orang lain terutama pada si Rehan itu, tapi kenapa kamu malah bersikap pengecut melebihi dia? Dasar payah!". Aisyah menhmpaskan tangan nya dari genggaman Syakir.


"Maaf non. Bukan maksud saya jadi pengecut seperti yang non pikirkan, tapi tidak mau nanti non malah di buat cemburu oleh pria itu dan akhirnya non tidak bisa bertemu dengan Alena dan tidak akan mendapatkan informasi apa pun dari nya.


Aisyah berpikir sejenak. "Benar juga yang di katakan oleh pengawal songong satu ini. Pasti Rehan sengaja ingin memanas - manasik aku jika aku masuk sekarang, kecuali...". Aisyah menatap Syakir dengan tatapan misterius.


Syakir yang paham kemana arah ingin nya Aisyah pun langsung geleng - geleng kepala menolak secara halus.


"Buka jas kamu itu, kita masuk ke dalam sama - sama. Kamu tolong jadi pacar bohongan aku..". Tegas Aisyah.


"Tapi non, saya ti...". Syakir ingin pura - pura menolak tapi Aisyah dengan cepat memotong ucapannya


"Udah deh, nanti aku bayar kamu gimana? Tapi kamu harus benar - benar berakting dengan baik menjadi pacar aku saat bertemu dia di mana pun kalau kita ketemu dengan nya. Kamu setuju kan?". Tawar Aisyah.


"Saya tidak memerlukan uang non, uang saya udah banyak. Saya cuma takut kalau tiba - tiba pacar saya lihat, dia malah mutusin saya padahal kan saya sayang banget sama dia". Syakir memang sangat pandai berpura - pura.

__ADS_1


"Kalau kamu nggak mau maka saat ini juga kamu aku pecat!". Tatapan Aisyah mengisyaratkan jika ia tidak main - main.


"Jangan salah kan aku jika nanti kamu baper sendiri". Batin Syakir. "Baik lah, saya setuju tapi saya mohon jangan pecat saya. Nanti pacar saya mau makan apa?". Syakir menyetujui permintaan Aisyah.


__ADS_2