
Beberapa menit yang lalu Aisyah membuka pintu rooftop dan mencari tempat yang cocok untuk menangis. Ia meluapkan segala kesedihannya sambil memeluk kakinya.
Pintu rooftop kembali terbuka dan memperlihatkan seorang wanita yang berpenampilan seperti Aisyah saat ini, Aisyah tampak heran dengan wanita itu. Baju yanh ia kenakan tampa cantik dan elegan serupa dengan baju yang ia kenakan sekarang dan membuatnya semakin heran wajahnya juga tampak tertekan dan sedih sama dengan apa yang ia rasakan saat ini.
"Dia sedang apa berdiri di hujung bangunan itu? Jangan - jangan ingin bunuh diri, ini nggak boleh terjadi aku harus mencegahnya...". Gumam Aisyah melupakan sejenak kesedihannya.
Tapi baru saja ia berdiri di tempat persembunyian nya, pintu rooftop kembali terbuka memperlihatkan sosok Zack yang terlibat cemas di wajahnya. "Zack?". Lirih Aisyah dalam hati..
Zack langsung berlari mendekati wanita tadi dan langsung memeluknya dari belakang. Wanita itu sempat syok tapi ia tahu siapa yang sedang memeluknya saat ini, ia memilih diam dan menikmati pelukan itu.
Aisyah tampak kaget dan sempat berpikiran negetif dengan Zack tapi saat mendengar perkataan Zack yang menganngap wanita itu adalah dirinya yang sedang berusaha bunuh diri membuat nya menggigit bibirnya lucu.
Ini adalah saat yang tepat untuk mendengar kejujuran dari Zack. Danial sebelumnya sudah menceritakan rahasia yang sudah Zack sembunyikan sejak dulu dari siapa pun, tapi Aisyah tidak mau langsung percaya tanpa ada pengakuan langsung dari Zack.
Danial bisa mengetahuinya karena Beruntung dulu dia adalah orang kepercayaan Zack sehingga tanpa sengaja mengetahui rahasia itu saat Zack sedang mabuk.
Entah bagaimana mana nasib Danial saat ini, sebelum di bawa pergi dari gedung di tempat ia dan Alena di sekap ia sempat mendengar anak bua Danial melapor jika Zack dan anggotanya sudah datang menyelamat nya.
Sampai sekarang ia belum pernah lagi melihat batang hidung pria itu, masih hidup atau sudah mati kah dia Aisyah sama sekali tidak peduli.
"Aku mencintai mu, sebelum kamu mengenal diri ini aku udah lama memendam perasaan untuk kamu tapi aku takut mengatakan nya karena beberaoa sebab yang membuat tidak bisa berkata jujur. Status kita adalah saudara di mata masyarat dan mami dan daddy pasti tidak akan memberi restu padaku untuk memiliki mu. Dan ada satu hal lain yang mengahangi ku untuk jujur tentang perasan ini, karena ku yakin jika kamu mengetahui hal itu maka kamu akan membenci ku seumur hidup mu. ...". Zack tertunduk sedih tidak mampu melanjutkan perkataan nya.
Mendengar perkataan Zack yang jujur mengatakan ia cinta pada Aisyah membuat Aisyah sangat syok, terlihat jelas dari matanya yang membulat sempurna saking tidak percaya dengan ucapan Zack.
Ayat terakhir yang keluar dari multi Zack sebelum kembali terdiam juga tak kalah mengejutkannya. Yang di katakan Danial terbukti benar, meskipun masih terdengar samar tapi Aisyah yakin yang di maksud dari perkataan Zack tentang rahasianya adalah itu.
"Aku sudah tahu rahasia yang kamu maksud". Akhinya Aisyah memberanikan diri membuka suara, ia ingin memastikan apa yang ia pikirkan sama ada sama atau tidak.
__ADS_1
Zack tampak syok, perlahan melepas pelukannya dan menoleh ke belakang menatap Aisyah yang sedang melipat tangan di dada sambil menatap sinis ke arahnya.
"Aisyah?". Gumam Zack bingung. Ia kemudian kembali menoleh ke wanita yang ia peluk tadi dan betapa terkejutnya dia siapa yang wajah yang terpampang di hadapannya.
"Aaaaccchhh". Teriak Zack begitu syok.
"Akhirnya aku berkesempatan bisa dipeluk oleh kamu, sayang". Ucapnya dengan gaya aneh. Ia mencoba menghampiri Zack dan ingin memeluknya lagi.
"Ih, pisang! Jangan dekat - dekat!". Ujar Zack menghindar dari di sentuh olehnya karena jijik.
"Jangan begitu dong sayang! Kamu kan tadi bilang sayang sama aku, masak kamu lupa sih? Aku nggak akan bunuh diri lagi asal kamu mau menjadi suami aku". Ujar nya sambil mengedipkan mata.
Aisyah yang menyaksikan adegan itu sakit perut karena menahan tawa. Ia tidak ingin merusak momen lucu ini dengan tawa nya yang nyaring dan pasti akan membuat Zack murka padanya. Karena perutnya semakin sakit akhirnya ia berjongkok menutup wajannya dan mulai tertawa perlahan tanpa suara.
Aksi kejar - kejaran antara Zack dan wanita jadi - jadian itu masih berlangsung, Zack terlihat semakin kesal dan tidak bisa lagi menahan mulutnya dari memaki wanita jadi - jadian itu.
Wanita itu tidak marah sama sekali, ia malah berpikir Zack hanya malu mengakuinya karena ada Aisyah di antara mereka.
"Nggak perlu malu sayang! Bu Aisyah pasti akan paham tentang perasaan kita berdua. Iya kan bu Aisyah?". Wanita itu malah bertanya pada Aisyah yang masih menahan tawa nya.
Aisyah berdiri dengan semangat dan mendukung wanita itu. "Iya, aku paham banget. Jadi nggak perlu malu segala seperti itu, aku akan membantu kalian menjalani hubungan sulit kalian". Ujar Aisyah lalu menggigit bibirnya saking geli dengan ucapannya sendiri.
"Aisyah!". Teriak Zack geram, ia tidak menyangka Aisyah menjadikan nya bahan guraian. Tampak jelas di wajah Aisyah jika saat ini ia sedang menahan untuk menertawakannya.
"Kamu lebih baik pergi aja dulu dari sini biar aku yang membujuk saudara ku ini untuk menerima hakikat jika kamu adalah cinta nya". Bujuk Aisyah pada wanita jadi - jadian itu.
"Benar ya bu Aisyah?". Kata Wanita itu memastikan.
__ADS_1
"Iya, kamu lebih baih segera pergi aja dan jangan berniat bunuh diri lagi, ok". Balas Aisyah.
"Tak salah jika aku menjadikan bu Aisyah sebagai idola bahkan semua gaya yang saya pakai adalan inspirasi dari bh Aisyah. Terima kasih karena mau
Membantu saya meyakinkan yayang Zack dengan perasaan nya padaku". Akhirnya wanita jadi - jadian itu berjalan menuju pintu rooftop.
Saat melewati Zack wanita itu kembali menggedikkan mata dan berkata, "Semoga kamu tidak malu lagi mengakui perasaan kamu di depan semua orang. Aku menganggap kita saat ini sedang berpacaran karena kamu sudah mengutarakan cinta padaku tadi...". Ujarnya pada Zack.
"Cepat pergi! Sebelum aku membunuh mu di sini". Ancam Zack geram. Matanya menatap tajam dan nafasnya tidak beraturan saking tidak bisanya menahan amarah di dadanya.
Wanita jadi - jadian itu pun takut tapi wajahnya masih menatap genit ke araj Zack sambil berjalan perlahan menuju pintu.
"Cepat pergi!". Zack kembali berteriak dengan sangat nyaring.
Baru lah wanita itu berlari masuk ke pintu rooftop.
"Ha ha ha ha ha ha". Akhirnya Aisyah sudah tidak mampu menahan gelaknya. Ia tertawa lepas sambil memegang perutnya.
Zack beralih menatap Aisyah matanya tidak berubah tetap menatap dengan tajam dan geram nya masih belum surut dari dadanya.
Aisyah mundur takut saat Zack menghampirinya dengan wajah bengis. Tawanya berubah menjadi ketakutan yang amat sangat dengan apa yang akan di lakukan oleh Zack pada sekarang.
"Kamu mau apa, Zack? Aku tahu tadi nggak lucu bagi kamu, aku minta maaf yah". Sesal Aisyah merasa bersalah.
Zack tidak peduli dan terus menghampiri nya. Aisyah semakin di buat takut, menoleh kebelakang dan mendapati dirinya sudah mentok berada di hujung bangunan, nasip baik ada pembatas yang menjadi pegangan hingga ia tidak terjatuh.
Tangan Zack terangkat, "Aaaaccc". Aisyah berteriak ketakutan sambil menutup matanya rapat.
__ADS_1