
Bu Wahida turut bingung tapi ia teringat dulu saat masih menjadi ibu mertua kejam nya Aisyah, Rehan selalu lahap apa saja yang di masak oleh istrinya. Pada hakikat nya Rehan sebenarnya sangat mencintai Aisyah, tapi karena pengaruh buruk dari ibunya dan tergoda pada kecantikan dan kemolekan tubuh Desi, ia berubah dan tidak lagi mencintai Aisyah.
"Masak saja seadanya". Ujar bu Wahida dengan yakin.
"Apa ibu yakin?". Tanya Keysyah memastikan.
Bu Wahida menggangguk yakin dan mulai memotong - motong tempe..
Meskipun kehidupan mereka nanti nya akan sulit. Tapi bu harus tetap kuat dan semangat demi kesembuhan Rehan. Keysyah juga dengan senang hati akan menemani mereka berdua dalam masa - masa susah mereka. Tanpa sadar, saat pikirannya dan tangan tak sejalan, tangan fokus menyiapkan hidangan tapu pikiran tetap tertuju pada masa sulit menyembuhkan kan Rehan. Mata bu Wahida meneteskan setetes air mata sedih.
Melihat itu, Keysyah turut prihatin. Meskipun ia sering menjahili bu Wahida tapi Keysyah merupakan orang yang paling mengkhawatirkan kedua majikannya. Keysyah menghampiri bu Wahida dan memeluknya memberi kan semangat.
"Ibu nggak sudah sedih, tenang aja, Ok! Aku akan sentiasa berada di sisi ibu sampai ibu sendiri yang mengusir saya pergi dari sini. Ibu nggak saya izinkan merasa sendiri, karena saya ada di sini untuk merawat ibu". Imbuh Keysyah berusaha memberi ketenangan pada bu wahida.
Bu Wahida terharu mendengar perkataan Keysyah. Memang wanita muda itu menerima bayaran dari nya atas pekerjaan nya tapi ia sama sekali tidak menganggap Keysyah seorang suruhan, ia menganggap Keysyah keluarga sendiri bahkan seperti anak nya sendiri. Meskipun sering di buat kesal tapi ia tidak menaruh dendam, mengganggap semua perbuatan Keysyab adalah sebuah hiburan tersendiri dalam keseharian nya.
"Iya ibu tahu. Terima kasih yah, kamu sudah mau ikut kesini tinggal sama ibu dan Rehan. Jauh dari keluarga dan orang terdekat kamu. Ibu terharu dengan semua perhatian yang kamu berikan pada kami berdua selama ini". Lirih bu Wahida sambil membalas tatapan Keysyah.
Setelah puas meluapkan perhatian dan rasa syukur masing - masing, mereka melanjutkan aktivitas memasak sambil bercanda ria.
__ADS_1
*
*
Aisyah sudah semakin membaik. Besok adalah jadwal ia akan di benarkan rawat jalan. Ia tidak sabar ingin keluar dari rumah sakit dan istirahat di kamar nya sendiri. Saat ini ia sedang di temani oleh bu Saras dan Mawar. Mereka mengobrol dan bercerita apa saja yang terjadi selama Aisyah koma beberapa bulan. Hanya satu masalah yang nggak bu Saras dan Mawar berani cerita kan. Mereka tidak ingin mengambil resiko yang bisa memudaratkan kesehatan mental Aisyah lagi.
Zack juga pernah menegaskan pada mereka jika mereka bebas bercerita pada Aisyah tentang semua yang terjadi selama ini tapi jangan dengan masalah yang cukup mampu mengguncang emosi Aisyah yaitu hilang nya Albar, putra semata wayang nya.
"Jadi selama aku koma, Zack selalu di mendapat masalah?". Lirih Aisyah khawatir.
"Iya, nak. Kami sampai jarang melihat nya ada di mansion saking banyak nya yang harus ia selesaikan. Beruntung ada Pundas dan Dilan yang setia membantu dan memikul sebagian besar beban itu. Kalau tidak, mungkin saat ini Zack udah nggak terlihat lagi. Nyawanya sering di ambang tanduk, tapi dengan kepercayaan diri nya dan bantuan Pundas dan Dilan ia masih bisa berdiri di hadapan kita semua". Imbuh Bu Saras.
Aisyah menatap tingkap dengan tatapan sedih. Sesekali membuang nafas berat mengingat kesengsaraan yang selama ini Zack lalui tanpa nya. "Patut lah tubuh Zack sekarangterlibat tirus dan tak terawat. Ia pasti tidak punya masa hanya sekedar merawat tubuh nya dan menjaga pola makan nya". Lirih Aisyah sedih.
Mendengar perkataan Aisyah, ia merasa ada sesuatu yang masih belum di ceritakan oleh bu Saras. Karena penasaran, Aisyah langsung mencerca bu Saras dengan pertanyaan.
"Lebih baik ibu jujur sama aku sekarang! Apa yang masih ibu sembunyikan dari ku! Bagaimana kondisi ibu Mega dan ayah Panji sekarang? Apa kah keberadaan Jasmin dan Albar masih aman? Perusahan masih baik, kan?". Cercah Aisyah.
Bahu bu Saras di goncang - goncang oleh Aisyah dengan kuat memaksa wanita tua itu untuk angkat bicara.
__ADS_1
Mawar yang sedang mengupas kulit buah - buahan untuk mereka nikmati bersama, terpaksa ia tinggal kan untuk menghindari sesuatu yang tidak di kehendaki terjadi. "Lagi bahas apa sih? Sudah dulu yah. sekarang sudah waktu nya kamu istirahat dulu. Aku nggak mau nanti Zack datang dan ternyata kamu belum istirahat semenjak ia pergi". Kata Mawar mengalihkan pembicaraan mereka berdua.
"Kamu jangan berusaha mengalihkan pembicaraan Mawar! Aku mau tahu semua yang sudah terjadi selama aku koma. Aku nggak mau ada yang kalian tutup - tutupi dari ku. Katakan sekarang!". Ujar Aisyah.
Mawar dan bu Saras saling melempar tatapan bingung. Mereka tidak tahu harus bagaimana sekarang, sama ada mereka mengatakan yang sebenar nya atau tidak efek nya sama saja. Aisyah tetap akan drop jika rasa penasarannya menguasai dirinya sehingga pikirannya merantau kemana - mana.
Mawar memutuskan untuk jujur saja pada Aisyah, masalah Zack murka akan menjadi masalah kemudian pula.
"Sebenarnya,...". Baru saja Mawar membuka mulut ingin mengatakan semua nya pada Aisyah. Pintu terbuka.
"Zack!!". Sahut mereka bertiga dengan tatapan yang berbeda - beda. Mawar dan bu Saras langsung tertunduk melihat kehadiran Zack di ambang pintu, sedangkan Aisyah menyambutnya dengan senyum cerah.
"Kalian sedang buat apa?". Sapa Zack dengan nafas yang ngos - ngosan.
"Semua yang telah kamu lalui sudah bu Saras ceritakan padaku, tapi aku merasa masih ada rahasia yang mereka sembunyikan dari ku. Aku sangat penasaran dengan hal itu tapi mereka belum sempat mengatakan nya dan kamu udah datang aja. Jadi lebih baik kamu sendiri saja yang mengatakan nya pada ku". Imbuh Aisyah masih tidak bisa mengalihkan pikirannya.
Zack menelan slavina kasar. Ia bingung harus memulai dari mana untuk jujur pada Aisyah. Tapi ia yakin sekarang bukan waktu yang tepat. Ia memutuskan untuk menunda lagi.
"Kamu sekarang nggak boleh terlalu banyak pikiran... Aku bawakan makanan kesukaan kamu, kita makan bareng, yah". Ajak Zack mengalihkan kan pembicaraan.
__ADS_1
"Tapi aku penasaran, Zack. Aku nggak mau kamu dalam masalah besar tapi aku sama sekali nggak tahu hal itu. Ku mohon katakan lah pada ku Zack! Aku nggak bisa tidur jika kamu sebenarnya sedang menanggung beban yang sangat berat tanpa ku ketahui". Lirih Aisyah khawatir.
Zack tersenyum ternyata Aisyah sayang mengkhawatir kan nya. "Nggak ada apa - apa yang perlu kamu khawatirkan, sayang. Aku baik - baik saja selagi kamu juga baik - baik saja. Jangan berpikiran macam - macam aku hanya perlu kamu di sisi ku sebagai sumber kekuatan ku". Kata Zack membujuk.