
"Baik bos. Itu ide yang bagus. Lakukan saja sebelum mereka berhasil mengejar kita. Wanita itu haru mati hari ini juga, tiada waktu yang tepat kecuali saat ini. Jika dia sudah mati maka tugas kita selesai...". Sahut yang lain setuju.
Ketua para pembunuh itu mengeluarkan senjata miliknya dari dalam sweater nya. "Sekarang adalah ajal mu wahai pewaris kekayaan Purbalingga...". Ujar pria itu sambil mengarahkan senjatanya ke arah Aisyah yang masih pura - pura pingsan.
Dorrrr....
Aisyah syok dan langsung membuka matanya lebar - lebar. Ia terdiam di tempat sambil gemetaran dan semua orang terlihat kaget karena ternyata Aisyah sudah sadar.
"Bos!". Seru mereka serentak saat melihat bos mereka dalam keadaan tidak bergerak akibat terkena tembakan dari luar mobil.
"Dari mana peluru itu?". Ucap sala satu dari mereka yang terlihat sangat ketakutan dan syok.
"Semua menunduk!". Seru yang lain nya.
Aisyah yang tidak paham apa - apa juga ikut menunduk menyelamatkan diri. Pria yang menghubungi nya tadi sudah terkujur kaku di samping kemudi. Mobil terus melaju dan...
Dorrr....
Satu tembakan lagi terdengar dan tepat terkena oleh pria yang memegang kemudi. Mobil oleng dan mengakibatkan mobil menabrak pohon.
BRAKKKK....
Karena kelajuan mobil yang sangat tinggi membuat mereka yang berada di dalam mobil terhumban ke depan terutama Aisyah.
"Aisyah!!!". Seri Zack panik saat melihat mobil itu menabrak pohon dengan sangat kuat. Mobil sudah mengeluarkan asap tebal.
__ADS_1
Saat mobil Zack berhenti di sekitar mobil itu, ia langsung keluar dan memeriksa keadaan Aisyah. Tercium bau bensin yang sangat menyengat di sekitar mobil. Kaca mobil juga sudah berserakan kemana - mana ada juga yang tertancap di wajah dan bagian tubuh lain para pengendara termasuk Aisyah.
Aisyah berada di dalam mobil dengan keadaan yang sangat mengenaskan, sekujur tubuh nya sudah di lumuri darah segar. Ia sudah tidak sadar kan diri akibat hentaman yang kuat di bagian kepalanya. Zack sampai meneteskan air mata dan meraung memohon agar Aisyah tetap bertahan di dalam sana. Ketiga pembunuh bayaran itu juga sudah tidak sadar kan diri. Dua di antaranya mati akibat tembakan yang datang entah dari mana, dan seorang lagi mungkin mati akibat hentakan di bagian tertentu saat mobil menabrak pohon..
"Bertahan, Syah. Aku akan mengeluarkan mu dari sana. Tolong bertahan lah untuk ku....". Sahut Zack dengan sangat berharap.
Ia berusaha membuka pintu dengan sekuat tenaga, begitu pula dengan yang lain nya. Mereka berusaha membuka semua pintu mobil itu untuk mengeluarkan semua pengendara sebelum mobil meledak. .
Zack berhasil mengeluarkan Aisyah dari mobil setelah usaha yang cukup menguras tenaga. Ketiga pembubuh bayaran itu juga sudah berada di luar mobil dan tiba - tiba...
BOMMMM....
Mobil meledak dengan sangat kuat sampai dapat membuat Zack yang masih memeluk Aisyah di tanah juga ikut terkena besi bagian mobil yang terlempar. Punggung nya terasa nyeri akibat hentaman besi itu tapi ia masih tetap kuat mengangkat Aisyah menjauhi mobil yang sedang terbakar itu.
"Cepat ke rumah sakit sekarang!". Tegas Zack dengan wajah yang sudah tidak terkendali. Air matanya berderai dengan kuat sambil memangku Aisyah di dalam mobil. 7
"Pria ini masih hidup, ia bisa kita jadikan saksi siapa yang telah membayar mereka untuk menculik Aisyah...". Jelas anak buah nya.
"Terserah kalian, cepat bawa mobil ini sekarang. Aku tidak peduli dengan pria itu tapi jika aku melihatnya lagi maka akan aku bunuh detik itu juga...". Tegas Zack kesal.
Mobil melaju ke rumah sakit terdekat. Zack memeluk erar tubuh Aisyah dengan perasaan yang sangat tertusuk. Ia tidak pernah terpikir kan jika secepat ini dia akan kehilangan Aisyah.
"Ku mohon bertahan lah! Jangan tinggal kan aku, ku mohon kuat lah. Aku mencintai mu. Aku tidak sanggup kehilangan kamu, Syah....". Lirih Zack berderaian air mata.
Anak buah Zack turut merasa sedih melihat bos mereka menangis pilu seperti itu. Mereka sangat mengerti dengan perasaan Zack. Berada di posisi itu juga akan merasakan hal yang masa. Terpukul dan sangat terpuruk.
__ADS_1
Sesampai di rumah sakit, mobil berhenti secara ugal - ugalan di depan lorong ruangan unit gawat darurat. Hampir saja mobil mereka menabrak mobil ambulans yang terparkir di depan mereka.
"Dokter! Dokter! Tolong selamat kan dia, segera!". Zack berlari menyusuri lorong mencari dokter yang akan menangani luka Aisyah.
Dua orang perawat melihat siapa yang datang langsung sigap membantu dengan perasaan cemas. Meskipun ini bukan rumah sakit keluarga Purbalingga, tapi sosok Zack sangat terkenal dengan kekejaman nya. Dua perawat itu mendorong brangkas menghampiri Aisyah untuk mengambil alih pasien..
"Letakkan di sini, kami akan membawa nya ke ruang operasi". Seru salah satu perawat.
"Selamat kan dia! Jika kalian gagal maka kalian semua akan .menerima akibatnya. Aku tidak mau menerima kabar buruk dari kalian. Kalian paham!". Ujar Zack dengan wajah yang sangat menyeramkan.
Kedua perawat menelan slavina mendengar ancaman dari Zack.
"Tuan tenang saja, kami akan mengusahakan yang terbaik yang kami bisa". Imbuh salah seorang perawat.
"Dokter, kita ada pasien yang harus di tangani segera. ..". Seru perawat saat melihat seorang dokter baru saja keluar dari ruang operasi.
Dokter memerhatikan siapa yang membawa pasien, ia tercebgang saat melihat Zack lah orang itu. "Bawa segera ke ruang operasi sebelah sana. Ruangan itu sangat lengkap dan masih kosong". Titah dokter itu pada bawahannya.
Zack menghampiri sang dokter dan menarik kerah bajunya dengan kuat. "Selamat kan dia! Jika tidak maka kalian semua yang akan menanggung akibatnya!". Ancam Zack dengan tatapan yang sangat menyeramkan.
"Ba baik tuan. Saya akan mengusahakan yang terbaik. Tolong lepaskan, saya harus segera menangani kekasih anda. Jika terlambat maka anda yang akan menyesal. Anda tunggu di luar saja sambil terus berdoa untuk keberjayaan kami menangani pasien.". Ujar sang dokter mengingatkan Zack.
Zack melepas kerah baju dokter itu dengan kasar. Tanpa berlama - lama lagi dokter itu langsung mempersiapkan diri untuk melakukan penanganan bersama rekan dokter yang lain.
Zack dengan perasaan cemas tidak bisa duduk diam. Dia terus saja mengitari pintu ruang operasi dengan perasaan takut kehilangan sosok wanita yang sudah berhasil mengisi hatinya selama belasan tahun. Segala momen berharga bersama Aisyah tee putar indah dalam ingatan nya, saat pertama kali melihatnya di panti asuhan, keanggunan dan keluguan Aisyah berhasil mencuri hati Zack. Pertama kali mereka bertatap muka secara dekat saat Albar mengalami demam tinggi dan Zack lah pahlawan nya. Sehingga kenangan terindah saat di taman kemarin terputar indah di matanya.
__ADS_1
"Aku ingin mengulang kembali segala kenangan indah bersama mu, bahkan aku akan mengukir kenangan baru di antara kita berdua saat kamu sadar nanti, jadi ku mohon bertahan lah. Aku akan membuat mu terus merasakan kebahagiaan yang tidak pernah kamu rasakan sebelumnya....". Gumam Zack memohon dalam hati.
"Maaf jika saya mengganggu tuan. Saya ingin menyampaikan sesuai yang berkaitan dengan kecelakaan mobil yang membawa non Aisyah tadi. Saya baru saja kembali dari tempat kejadian dan mendapati ada sesuatu yang janggal..". Dilan menghampiri Zack dan ingin menyampaikan sesuatu yang mengganjal di pikirannya mengenai kecelakaan yang terjadi.