
Zack hanya tertunduk dengan perasaan menyesal yang amat sangat di harinya. Seseuai perkataan nya ia tidak akan memaksamu Aisyah untuk memaafkannya. Tapi yang ia pikir kan sekarang bagaimana mengatakan hal ini pada Mami Mega dan daddy Panji.
"Aku tidak peduli jika harus di usir dari rumah dan jadi gelandangan di jalan, aku harus menebus kesalahan ku ini pada mereka. Aku berjanji tidak akan menyimpan dendam karena memang pada hakikatnya aku sediri yang salah...". Gumam Zack bertekat untuk mengatakan pada Semua tentang rahasia ini..
Tiba - tiba hujan turun menemani air matanya menetes ke pipi, jika air hujan bisa melunturkan kesedihan maka kesedihan nya akan segera pudar tapi hujam saat ini seakan turut menyiksanya, turut menangis menambah kesedihan di harinya.
Ia melangkahkan kaki nya dengan gontai Keluar dari pintu menyusuri setiap lorong dengan perasaan sesal, setiap tatapan aneh ia abaikan karena tubuh nya saat ini udah basah kuyup akibat guyuran air hujan di rooftop tadi.
Seorang pengawal menghampirinya dengan membawa jas untuk menghangatkan tubuh atasanya tapi Zack yang dengan cepat mengangkat tangan agar pengawalnya itu tidak menghampirinya. Semua kariawan yang melihat Zack menatap heran dan berbisik dengan berbagai nada, ada yang mengira Zack udah stress dengan pekerjaan sampai berlaku bodoh seperti itu.
Ada juga yang terpesona dengan penampilan Zack, walaupun sedang basah kuyup dan terlihat sangat kusut ia masih tampan dan berkarisma.
Sesampai di luar gedung Zack kembali di hampir oleh satpam untuk menyerahkan kunci mobil tapi Zack lagi - lagi mengangkat tangan nya. Ia melanjutkan langkahnya keluar menuju gedung dan kembali di guyuri hujan yang lebat. Semua orang menatap bingung ke atas tindakan konyol atasanya mereka. Ingin membantu tapi atasan mereka sudah mengisyratkan untuk tidak mendekat. .
Mereka sangat kesal dengan sifat atasan mereka itu, jangan sesekali membantah perintah nya jika tidak maka nantikan saja amukan dari nya.
*
*
Aisyah mendapat laporan dari pengawal tentang tingkah aneh Zack saat berjalan di kantor, basah kuyup dan wajahnya tampak sangat tertekan, Zack juga nggak mau di hampiri oleh siapa pun bahkan kunci mobil nya tidak mau di ambik dan sekarang berjalan kaki entah ke mana.
"Ikuti kemank dia pergi dan pantau setiap gerak gerinya". Perintah Aisyah pada pengawal nya.
Aisyah kecewa dan sangat menyayangkan sikap Zack yang tega merahsiakan keberadaan nya pada Keluarga nya dulu. Ingin mengabaikam dan membiarkan saja Zack seperti itu tapu hati nuraninya khawatir jika Zack sampai kenapa - kenapa.
__ADS_1
Karena perasaan nya yang tidak menentu, akhirny Aisyah memilih pulang lebih awal, barusan juga ia kembali mendapat laporan jika Zack saat ini sedang baik angkot menuju jalan pulang ke mansion. Ia ingin menyelesaikan masalah ini, soal hukuman untuk Zack biar Keluarga nya yang menentukan.
Aisyah ingin pamit pulang pada Alena tapi wanita itu dari tadi tidak tampak batang hidungnya, ia juga bingung tapi ingin mencari tapi pikirannya saat ini terus tertuju pada Zack.
Supir pribadi menemani perjalanan pulang Aisyah menuju mansion Purbalingga. Ia awalnya berniat menyetir sendiri tapi pengawal khawatir karena jalan saat ini sedang licin dan air hujan yang deras mengaburkan penglihatan. Untuk keselamatan Aisyah harus di hangat pulang dan dikawal sepanjang perjalanan sampai ia selama sampai ke tempat tujuan.
Sampai di persimpangan jalan menuju mansion, mereka melihat Zack sedang turun dari angkot dan kembali bermain hujan sambil menyusuri jalan ke ayah mansion. Jika menaiki mobil masih ada sekitar sepuluh menit sampai ke gerbang jika berjalan kaki mungkin memakan waktu setengah jaman lebih. Apa lagi langkah Zack begitu sangat lambat dan longlai.
"Bukan kah itu tuan Zack?". Tanya Pak supir.
"Lanjutkan saja jalan nya dia sendiri yang menginginkan itu jadi jangan di ganggu takut dia marah panti". Ujar Aisyah pada pak supir.
Pak supir yang kesiham dengan keadaan Zack tidak bisa berbuat apa - apa selain menatap iba pada pria itu. Walau bagaimana pun keputusan Aisyah lah yang harus ia jalan kan paling utama setelah itu baru perintah atasan nya yang lain.
Sesampai di mansion Aisyah bergegas menemui ayah dan ibu nya. Pasangan baruh baya yang masih terlihat bugar itu sedang berada di taman menghabiskan waktu berdua bersama tanaman kesayangan mereka. Taman kata yang mereka bangun memudahkan mereka berkebun bila - bila masa seperti saat ini, Meskipun sedang hujan deras mereka masih sibuk dengan tanaman mereka mengisi waktu luang.
"Eh, anak ibu udah pulang tumben awal nggak ada kerjaan yah". Goda Mega pada putri semata wayangnya. "Kamu pulang sama siapa? Zack di mana?". Sambung nya bertanya. Tangannya masih sibuk memangkas tanaman - tanamannya yang mulai rimbun.
"Aku pulang di hantar supir. Kalau Zack masih di kantor mengerjakan sesuatu dan meminta ku pulang terlebih dahulu". Jawab Aisyah. "Sudah lah tuh, Aish kan udah pulang jadi besok aja dengan tanamannya lagi. Aish kan mau luangkan waktu juga dengan ibu dan ayah". Sambung nya meminta.
"Baik lah, sana panggil ayah kamu kata duduk di sudut sana ngobrol bertiga". Kata Mega setuju.
Aisyah tersenyum lalu melangkah mendekati sang ayah yang juga sibuk membersihkan tanaman kesayangan sang istri tercinta.
"Sudah lah tu ayah! Hujan - hujan gini itu enaknya minum the hangat sambil memeluk pasangan untuk menghangatkan tubuh bukannya malah asik dengan tanaman gini". Sapa Aisyah menggoda sang ayah.
__ADS_1
"Kamu ada - ada aja, nak. Kalau ayah panti memeluk ibu kamu, memang kamu nggak marah atau iri gitu. Kamu kan nggak ada pasangan". Balas Panji menggoda.
Aisyah tersipu malu tapi ia segera menggeleng kepala dan berkata, "melihat kalian akur dan mesrah pun bisa menghangatkan hati ku yang kosong ini jadi nggak perlu iri lah". Jawab Aisyah santai.
"Baik lah, ayok ayah nggak sabar memeluk ibu kamu kalau begitu". Imbuh Panji antusias. Ia bergegas berdiri lalu meninggalkan Aisyah yang masih berdiri di tempat.
"Semangat pula dia jadi nya, malah aku yang sekarang ditinggal. Semoga kalian tetap bahagia seperti ini walau pun yang akan aku sampaikan nanti bisa membuat kalian sedih dan kecewa dalam satu masa. Meskipun sulit tapi kalian juga harus tahu kenyataan pahit ini agar nanti kalian tidak lagi terkejut jika mengetahuinya dari orang lain....". Gumam Aisyah dalam hati.
"Apa yang kamu buat di sana, Aish? Sini!". Teriak Mega membuyarkan lamunan Aisyah.
"Iya, Aish datang". Jawab Aisyah malu. Ia segera berjalan menghampiri kedua orang tua nya dengan berlari kecil.
"Sini duduk dekat ibu dan ayah, kamu duduk di tengah aja". Ajak Mega memeluk ruang kosong bangku panjang di antara dirinya dan Panji.
Panji memanyumkan bibirnya beneroa senti karena gagal memanas - manasik putrinya dengan kemesraan nya dan sang istri. Ia berharap dengan Aisyah cemburu maka putrinya itu akan segera mencari pasangan hidup untuk menemani hari - harinya.
Aisyah yang paham dengan tatapan Panji hanya bisa tersenyum menggoda sang ayah sehingga ayah nya itu semakin kesal. "Kasihan deh ayah". Bisik Aisyah di telinga Panji.
Panji hanya bisa pasrah. Setelah beberapa topik obrolan Aisyah akhirnya memberanikan diri bertanya pada kedua orangtuanya.
"Sebenarnya ada satu perkara yang ingin Aish sampaikan pada Aisyah dan ibu tapi Aisyah segan...". Ujar Aisyah.
"Katakan saja sayang, kenapa kamu harus segan pada kami berdua sedangkan kamu adalah yang terpenting untuk kami". Balas Mega sambil memeluk Aisyah hangat.
"Bagaimana jika selama ini sebenarnya ada orang yang tahu keberadaan ku dari dulu tapi tidak mengatakan nya pada ayah dan ibu atas sebab tertentu dan orang itu adalah orang yang sangat dekat dengan kalian?". Tanya Aisyah dengan sangat hati - hati.
__ADS_1
"Siapa orang itu?". Tanya Panji dengan wajah yang awalnya ceria kini tampak merah padam menahan amarah.