Pelakor Pilihan Mertua

Pelakor Pilihan Mertua
Bab 90 dua pilihan


__ADS_3

"Katakan apa yang kamu inginkan? aku pasti akan mengabulkan untuk mu". Zack menatap Aisyah lekat menunggu wanita itu mengatakan permintaanya.


"Aku pegang kata - kata kamu. Pertama aku tidak mau kekasih kamu itu yang menjadi senertaris aku, kalau kamu tidak memerlukan sekertaris lagi nanti kamu pecat aja dia atau letak dia di tempat lain. Kamu sanggup nggak?". Tanya Aisyah dengan tatapan menantang.


"Kekasih? Siapa maksud kamu? Clara?". Tanya Zack memastikan.


"Iya lah siapa lagi coba? Aku lihat kamu begitu nurut dengan perkataan nya, bahkan aku yang berdebat sama dengan dia tadi pun kamu seolah tidak bisa memilih antara membela aku atau dia, bahkan kamu mengusirnya pun dengan kata lembut pakai janji segala lagi, ehh". Ekspresi Aisyah yang menggemaskan membuat Zack menahan tawa di balik senyuman tipisnya.


Alena yang yang sudah mengerjakan tugasnya sedang menunggu waktu tepat untuk pamit keluar pun terpaksa menyaksikan adegan yang menggemaskan di matanya. 'Ternyata Aisyah cemburu pada bu Clara'. Pikirnya.


"Bisa - bisa nya kamu simpulkan seperti? Aku nggak akan membuat pembelaan tapi ku harap yang ku lakukan nanti bisa menjawab teka - teki yang menyelimuti pikiranmu dari tadi". Kata Zack, ia kemudian mengangkat gagang telepon kantor dan menekan tombol yang langsung menghubungkan nya pada Clara. Matanya tetap menatap tepat ke wajah Aisyah.


"Masuk sekarang!". Pinta Zack dengan nada ketus.


Beberapa detik kemudian pintu di buka oleh Clara setelah di ketuk beberapa kali. Dengan wajah sumbringan Clara berjalan dengan anggun ke arah meja Zack.


"Ada apa tuan panggil saya?". Tanya Clara.


Aisyah yang tidak mau ambil peduli mengajak Alena duduk di sampingnya untuk lanjut ngobrol dan mengabaikan apa yang akan Zack lakukan. 'Pasti dia akan membujuk kekasih genitnya itu untuk pindah tempat kerja, aneh aja kan kalau dia akan memecat kekasihnya bisa perang dunia mereka'. Pikirnya.


"Duduk!". Zack mempersilahkan Clara duduk dengan nyaman.


Clara sempat kaget, ini adalah kali pertama Zack mempersilahkan ia duduk di hadapan lelaki itu dalam ruanganya soalnya selama ia bekerja ia tidak pernah berlama - lama di ruangan ini, jika sudah menyampaikan ajenda harian Zack ia langsung di usir tanpa sempat duduk dengan nyaman.

__ADS_1


Eng


"Aku jadi dek degan nih tuan". Gumamnya dalam hati.


"Saya beri kamu pilihan, keluar dari perusahaan ini dengan mengajukan resain atau masih bekerja di kantor ini sebagai OG?". Tanya Zack dengan wajah serius.


"Apa! Tuan pasti bercanda kan?". Seru Clara tidak percaya.


Zack menggelengkan kepala. Aisyah dan Alena yang asik ngobrol jadi diam mendengar Clara berteriak. Mereka berdua jadi penasaran dan menguping pembicaraan antara Zack dan sekertaris nya.


"Tapi salah saya apa tuan? Saya melakukan semua kerja saya dengan baik kan selama ini, kenapa saya tiba - tiba di pecat sih?". Cerca Clara tida terima.


"Dengar yah! Kamu tau kalau sebentar lagi aku tidak lagi memegang jawatan sebagai CEO di perusaan ini, nona Aisyah lah yang akan duduk di kursi tahta ini sebentar lagi dan aku hanya akan menjadi pembimbing yang tidak memerlukan sekertaris lagi untuk mengatur dan mengingatkan jadwalku...". Jawa Zack.


"Maaf Clara, saya pikir juga begitu tapi dari hasil penilaian saya kamu tidak layak berada di samping nona Aisyah apa lagi menjadi sekertarinya, bukannya bekerja sama kalian pasti hanya akan bertengkar nantinya. Lagi pula ini adalah permintaan nona Aisyah sendiri jika beliau tidak menginginkan kamu sebagai sekekertarisnya dan meminta kamu berhenti saja atau beralih menjadi OG, bagaimana?". Kata Zack.


"Tapi tuan itu hanya salam kenal dari saya. Jika kami sudah sering bertemu pasti kami cocok kok, tolong lah tuan! Saya tidak ingin berhenti atau pun menjadi OG. Saya ini lulusan S2 masak harus bekerja sebagai OG, sia - sia dong ijasah saya itu". Bujuk Clara mengiba.


"Kamu memang tidak punya malu yah! Zack sudah baik memberikan kau pilihan tunggal kamu pilih aja lah, itu kok susah banger! Sana keluar enek aku lihat wajah kamu itu". Usir Aisyah. Ia memang sudah berubah, jika dulu ia masih bisa tahan melihat Desi sering muncul di hadapannya bersama Rehan dengan mesra.


Tidak kini, ia akan langsung mengusir dan tidak ingin berlama - lama menatap wajah wanita yang menurut nya seperti siluman ular.


Clara tidak bergeming, ia masih ingin membujuk Zack untuk mempertahankan nya bekerja di posisi nya saat ini. "Tuan, saya mo....".

__ADS_1


"Zack!". Panggil Aisyah, ia mau lelaki itu bersikap Tegas atas pemintaannya.


"Saya tunggu keputusanmu sebelum jam pulang kantor, jika kamu tidak memberikan saya surat pengunduran diri maka saya simpulkan Kamu memilih bekerja sebagai OG, kemasi barang - barang kamu dari meja kamu sekarang, besok saya tidak ingin melihat kamu di meja itu lagi. Silakan keluar!". Tegas Zack.


Clara menggeleng kan kepala tidak terima, air mulai menetes dengan deras dengan kenyataan yang harus ia hadapi, ia tahu jika ia mengundurkan diri sudah pasti ia akan menjadi pengangguran karena pasti akan sulit mencari pekerjaan di tempat lain jika sebelum nya pernah bekerja di perusahaan besar ini. Tapi menjadi OG juga bukan pilihan yang terbaik, mau di letak dimana mukanya jika teman - temannya tahu ia bekerja sebagai OG.


"Tunggu apa lagi? Sana keluar". Usir Aisyah ketus..


Alena yang berada di sampingnya tidak bisa berbuat apa - apa karena keputusan memang terletak di tangan Aisyah saat ini.


Dengan perasaan sedih dan kecewa Clara melangkah keluar ruangan dengan menghentak - hentakkan kaki saking tidak terima di pelakukan sedemikian rupa. Di meja kerjanya, ia merenung memikirkan pilihan apa yang harus ia ambil karena sebelum pulang kerja keputusannya sudah harus ada.


"Apa kamu sudah puas, Aish?". Tanya Zack kembali menatap Aisyah lekat.


"Puas banget! Muka belagunya yang dari awal tidak menghargai aku kini sudah hilang, semoga ini menjadi pelajaran untuknya di kemudian hari. Aku memang seorang janda beranak satu yang tidak memiliki jam kerja yang begitu lama di bidang ini tapi aku juga tidak suka di remehkan. Mungkin masa lalu dan statusku saat ini yang membuatnya bersikap tidak sopan sedangkan dia tahu aku ini adalah anak ayah Panji, berani juga dia bersikap begitu, dasar!". Gumam Aisyah mengutarakan ketidaksukaan ketidaksukaannya pada Clara dengan suara kecil tapu masih bisa di dengar oleh Zack dan Alena.


"Bagus lah kalau kamu puas". Imbuh Zack kembali berkutak dengan laptop 2dan berkas menumpuk di hadapannya.


"Kamu tidak lupa kan bahwa baru satu permintaan yang kamu penuhi, aku masih ada satu permintaan tapi jika kau tidak setuju juga nggak papa tapi aku berharap sangat kamu setuju". Ujar Aisyah kembali mengingatkan.


"Katakan saja dulu, setuju atau tidaknya aku yakin permintaan kamu itu pasti yang terbaik untuk kenyamanan kamu". Balas Zack.


"Aku ingin Nur Aliana yang menjadi sekertarisku, kamu setuju jika nggak?".

__ADS_1


__ADS_2