Pelakor Pilihan Mertua

Pelakor Pilihan Mertua
Bab 55 ketakutan


__ADS_3

Mega dan Panji jadi kaget dengan tatapan bakal menantu mereka. Tatapan yang memancarkan kekecewaan dan dendam dalam satu masa.


"Kalian sebenarnya niat nggak sih bermenantukan aku! Aku di sini yang tersakiti oleg sikap kalian yang tidak bisa tegas dengan Zack, bukannya melarang dia dekat dengan perempuan lain demi menjaga perasaan aku tapi malah kalian yang memberi ruang padanya untuk berduaan dengan perempuan lain... Cleo akan adu kan hal ini pada papa dan mama, mereka pasti akan marah karena telah menyakiti perasaan anak tunggal mereka....". Cleo berucap dengan penuh emosi yang di sertakan ancaman.


"Bukan seperti itu maksud mami dan daddy Cleo! Mami hanya ingin melindunginya, jika Zack sendiri yang turun tangan makan kecil kemungkinan ada kejadian yang tidak mengenakan lagi kan..". Jelas Mega. "Lagi pula Aisyah itu anak.....". Sambung Mega tapi cepat di potong oleh Panji.


"Aisyah itu anak angkat kami". Potong Panji.


Cleo diam dan hanya mantap tajam Mega dan Panji secara bergantian. Dia mengambil ponselnya di dalam ta's miliknya lalu menghubungi seseorang untuk menjemputnya segera. Tak sedang beberapa lama, sebuah mobil berhenti di depan gerbang dan Cleo dengan cepat berlari menghampiri mobil itu dengan sedikit berlari karena tidak sebarang mobil yang bisa masuk ke dalam mansion Megah ini kecuali ahli keluarga atau anak bawahan Purbalingga sendiri.


Sementara Mega dan Panji hanya menatap kepergian Cleo dengan santai tanpa beban. Sikap Cleo tadi mereka anggap sebagai kecemburuan saja terhadap kekasihnya, sifat posesif itu sudah biasa bagi pasangan.


*


Sementara di dalam mobil menuju desa M, Aisyah dan Zack hanya diam di dalam mobil larut dalam pikiran masing - masing. Zack sesekali mengajak bicara Aisyah namuj wanita itu hanya menjawab seadanya saja terkesan cuek.


"Kalau aku ada salah sama kamu, aku minta maaf! Tapi jangan bersikap seperti itu dengan ku, kamu mau aku pecat, hah!". Ancam Zack tanpa niat buruk.


Benar saja, Aisyah langsung menatapnya dengan mengiba. "Jangan dong tuan Zack! Aku makan dari makna jika di pecat, hanya tuan Zack yang mau menerima saya bekerja tanpa meminta ijazah sekolah, jika saya di pecat....". Gumamnya berpikir yang tidak - tidak.


"Ha ha ha, kamu ini lucu banget sih". Zack merasa gemas dengan tingkah Aisyah dan refleks mencubit pipi wanita itu. Aisyah membeku, jantungnya tiba - tiba memompa darah hangat ke seluruh tubuhnya, bahkan wajahnya kini berubah panas dan gugub akibat sentuhan Zack di pipinya.


Beberapa saat Aisyah terdiam hingga dia tersadar dan cepat menyingngkirkan tangan Zack menjauh dari wajahnya. "Aku nggak mungkin baper dengan tunangan orang, bisa makin marah pula perempuan itu sama aku, lagi pula aku nggak mau jadi pelakor dalam hubungan seseorang, apa bedanya aku dengan Desi jika berbuat seperti itu....". Gumamnya menetralkan kembali perasaanya.

__ADS_1


"Berhenti formal denganku! Sekarang kita itu sudah menjadi saudara, sama - sama anak angkat dari keluarga Purbalingga, jadi jangan segan gitu, panggil seperti biasa aja!". Imbuh Zack.


"Kamu bisa aja Zack, lagi pun yah aku nggak anggap serius kok ucapan mami, takkan lah baru ketemu denganku dua kali udah di angkat menjadi anak, pasti mami hanya bingung mau memperkenalkan aku bagaimana semalam sedangkan dia sendiri tidak tahu identitas sebenar aku, jadi mami malah mengatakan hal konyol seperti itu...". Elak Aisyah.


"Jadi kamu pikir mami dan daddy semalam hanya bercanda! Kamu salah Aisyah, mami nggak pernah bercanda dengan ucapannya, bahkan nanti pasti akan ada kejutan yang lagi spektakuler yang akan kamu ketahui nanti...". Sahut Zack santai.


Aisyah menatap bingung ke arah Zack, dia begitu penasaran ingin tahu kejutan apa yang di maksud dari ucapan pria itu. Tapi dia memilih dian tidak bertanya lebih banyak yang terkesan nanti seperti begitu berharap sedangkan beluk tentu sesuai ekspektasi.


Zack yang sesekali melirik ekspresi wajah Aisyah, sampai tidak menyadari sebuah mobil menyalit dan memalang mobilnya di telah jalan.


Drisssshhh


Desiran bunyi ban mobil yang di paksa untuk berhenti. "Auch..". Akibat berhenti mendadak, Aisyah terbentur ke bagian mobil dengan kuat membuat membuat ya meringis kesakitan di bahagian dahi.


"Ada apa ini Zack?". Aisyah tampak panik melihat beberapa orang berbadan besar turun dari mobil di depan mereka.


"Berikan wanita yang berada di dalam mobil itu". Ujar salah satu dari mereka sambil menunjuk tepat ke arah Aisyah. Sementara wanita yang di maksud semakin bergetar ketakutan di dalam mobil.


Zack tidak bergeming, menyilang kan tangan sambil bersandar di depan mobilnya dengan tatapan santai ke arah pria - pria berbadan besar di hadapannya.


"Jika kamu tidak ingin memberikan secara suka rela, maka kami akan mengambilnya secara paksa. Maju!". Teriaknya lagi pada rekan - rekannya untuk menyerang Zack yang masing tidak gentar.


"Nanti dulu dong! Kalian kok terburu - buru takut yah jika bala bantuan datang, tenang saja, aku tak akan memanggil siapa - siap untuk melawan kalian, jadi slow aja !" sahut Zack melihat mereka semakin maju. "Jadi sebeluk aku mati konyol di tangan kalian, kan bagus jika aku mati dalam keadaan tidak penasaran dengan identitas bos kalian. Jadi katakan dulu siapa bos kalian!". Pinta Zack.

__ADS_1


"Jangan banyak bacot loh! Berikan wanita itu sebeluk kamu juga ikut mati di tangan kami". Ancam lelaki berbadan besar itu lagi.


"Silahkan!". Imbuh Zack.


Mereka semua tersenyum menang, secara serentak maju ingin menjemput wanita yang sedari tadi menatap tidak percaya dengan ucapan Zack. Keringat dingin membawsahi wajahnya akibat takut pada semua pria yang bertampang sangar dan menakutkan di luar sana yang begitu menginginkan dirinya.


"Tak sangka mas Rehan sampai sanggup menyewa orang untuk membuntuti ku, sekarang mereka berhasio menemukanku bersama Zack, kesihan lelaki itu jika sampai terkena dampak dari permasalahanku denganas Rehan...". Gumam Aisyah.


Wanita itu ragu sama ada keluar memenuhi permintaan mereka atau tetap tinggao di dalam mobil tapi keselamatan Zack jadi taruhannya. Karena khawatir dengan Zack, Aisyah akhirnya keluar dan tidak mengindahkan perintah Zack yang melarangnya keluar dari mobil.


"A - Aku yang kalian ingin kan, kan! Sekarang aku akan ikut dengan kalian tapi dengan syarat, lepaskan pria ini pergi!". Tawar Aisyah dengan suara yang terbata - bata melawan rasa takut yang dia rasakan.


"Ha ha ha, sudah tentu cantik..". Jawab pria tadi dengan wajah yang menjijikkan.


"Kamu kenapa keluar, Syah? Masuk sekarang!". Tegas Zack pada Aisyah.


"Nggak Zack! Aku tidak mau lihat kamu terluka karena aku, mereka pasti suruhan mas Rehan untuk membawaku padanya, jadi masalah akan selesai jika aku bertemu dengannya....". Imbuh Aisyah.


"Kamu jangan sok tahu Aisyah! Sekarang kamu masuk!". Teriak Zack, Aisyah hanya geleng - geleng kepala tidak ingin kembali masuk ke dalama mobil.


"Jangan pedulikan lelaki itu, cepat pergi ambil perempuan itu dan kita pergi..". Tegas pria itu pada rekannya.


Salah satu dari mereka maju ingin mengambil Aisyah, tapi kerana tidak fokus pada Zack, dia dengan tiba - tiba dia terpental kebelakang karena mendapat tendangan kuat dari Zack secara tiba - tiba.

__ADS_1


Pria terbaring di hadapan temannya yang lain sambil meringis kesakitan di bahagian perut. "Maju!". Teriak salah satu dari mereka.


Zack menarik tangan Aisyah untuk bersembunyi dipunggung nya. Aisyah pasrah dan hanya menutup matanya melihat perkelahian Zack dengan beberapa pria berbadan besar dan berwajah menyeramkan itu. Sungguh tidak adil, tapi Zack dengan mudah menumpahkan mereka semua dengan sekali pukulan setiap orang.


__ADS_2