
Zack berbaring lemas di kasur miliknya di temani sang mami yang setia menjaganya dua puluh empat jam. Aisyah pula duduk di sofa sambil mengupas kulit buah - buahan untuk menjadi cemilan mereka bersama.
Selama dua hari ia di rawat di rumah sakit tidak pernah sekali pun Panji datang menjenguknya. Membuat perasaan pria muda itu sedih dan merasa bersalah. "Mami harus pulang dulu melihat kondisi Daddy kamu di rumah. Sekarang ada Aisyah yang menemani kamu jadi mami bisa tetang Meninggalkan kamu". Ujar Mega pamit pulang.
"Nggak papa kok mami, pulang lah Daddy pasti memelukan bantuan mami". Imbuh Zack dengan senyum tipis di wajahnya.
"Kamu jangan sedih yah, nanti mami akan bujuk Daddy kamu untuk datang menjenguk kamu di sini". Sahut Mega menenangka sang putra.
"Nggak perlu mami!". Tolak Zack tidak ingin merepotkan. Ia pantas di perlakukan sedemikian rupa oleh Panji.
"Ya udah kamu di sini baik - baik yah. Mami harus pulang dulu". Pamit Mega pada Zack sambil mengulurkan tangan untuk di Salim oleh sang putra, ia kemudian beralih pada Aisyah yang sedang sibuk dengan sebakul buah yang ingin di bersihkan.
W4ke
"Ibu titip Zack yah, penuhi permintaannya belikan apa saja yang di inginkan dan pesan melalui aplikasi aja supaya lebih memudahkan, ibu harap kamu bisa membujuk Zack agar tetap merahasiakan hal itu, kamu mau kan, nak?". Tanya Mega dengan sangat berharap.
Aisyah menggangguk setuju dengan permintaan ibunya, tangan Mega pun di salimnya lalu menatap kepergian sang ibu keluar dari ruangan. Aisyah menghampiri Zack dan duduk di sampingnya.
"Kamu lihat betapa ibu sangat menyayangimu, dia tidak mau kalau sampai ayah tahu perbuatan kamu dulu karena jika ayah sampai tahu maka kita sekeluarga akan berpecah belah, bukan hanya kamu yang akan tersiksa tapi ibu bahkan lebih tersiksa dari dari kamu. Sebelum kamu benar - benar memutuskan sesuatu maka pikir kan terlebih dahulu perasaan ibu". Ujar Aisyah mencoba mematahkan niat Zack untuk mengungkapkan hal sebenarnya pada Panji.
"Aku yakin meskipun bukan aku yang mengatakannya pasti Daddy akan tahu dengan sendirinya. Dan bahkan sekarang daddy pasti sudah tahu tentang hal ini". Zack tertunduk sedih.
__ADS_1
"Kamu jangan ngasal deh, Zack! Selamat ini kamu menyembunyikan dengan sangat rapi tapi kenapa sekarang kamu terdengar bodoh seperti ini. Jika ayah bisa tahu dari orang lain kenapa tidak dari dulu dia caru tahu. Orang yang tahu saat ini hanya aku, ibu dan Danial. Aku tidak mungkin membocorkan informasi ini pada ayah sesuai permintaan ibu. Apa lagi Danial tidak mungkin memberitahu ayah karena Pundas bilang dia sudah mati dalam tragedi penculikan hari itu...". Aisyah kembali mengingat cerita ketua pengawasnya kepercayaan nya yang mengatakan Daniak, mantan asisten Zack itu sudah mati di tangan Zack sediri.
"Ada seorang lagi yang tahu, wanita jadi - jadian hari itu sudah mengetahui hal iu secara langsung dari mulutku". Zack mental luruh ke hadapan sambil mengingat kembali wanita jadi - jadian yang menemani kan kejar - kejaran di rooftop dua hari lepas.
"Oh, iya yah! Tapi apa kamu yakin dia akan mengadukan hal itu pada ayah secara dia cinta banget sama kamu". Sahut Aisyah menggoda Zack.
"Mulai lagi kamu yah, mau di hukum lagi?". Kesak Zack.
"Ha ha ha, hukum? Takutnya!". Ejek Aisyah. Ia yakin Zack pasti tidak akan berdaya menghukumnya karena tubuhnya masih lemas dan tidak bertenaga untuk terlalu banyak bergerak.
"Sekarang mungkin agak susah tapi tunggu aja aku sehat baru lah aku akan menghukum mu". Balas Zack.
Aisyah menghampiri Zack lalu mendekatkan wajahnya pada wajah pria itu. "Aku seharusnya membenci mu Zack, sangat harus tapi kenapa yah aku nggak boleh melakukan itu?". Bingung Aisyah sambil menatap lekap mata Zack dengan sangat berani.
"Kalau tidak sanggup jangan menantang!". Ujar Zack mengejek.
Aisyah lantas tidak terima dengan perkataan Zack yang mengejeknya, ia kembali mendekat kan wajahnya dengan Zack semakin dekat hingga Zack tanpa sadar memejamkan matanya sambil tersenyum tipis. (Kok posisi wanita dan pria tertukar yah dalam adegan ini).
Tapi bukannya melakukan hal sesuai harapan Zack, Aisyah malah memeluk Zack erat dari samping. Mata nya langsung terbuka lebar dengan mimik wajah kecewa.
"Jika kamu nggak bisa menghukum ku biar aku aja yang menghukum diriku sendiri untuk mu". Bisik Aisyah di telinga Zack.
__ADS_1
Meskipun sedikit kecewa Zack tetap merasa bahagia karena Aisyah sudah berani memperlakukannya hangat, bahkan sekarang sudah berani memeluknya terlebih dahulu.
"Kamu jangan senang dulu, aku memeluk ini karena aku dengan suka rela di hukum dan juga memiliki satu permintaan yang mungkin membuatmu berpikir dua kali atau bahkan malu untuk menerimanya". Sambung Aisyah berbisik.
Zack membalas pelukan Aisyah dengan erat, ia tidak ingin menyia - nyiakan kesempatan emas yang di berikan Aisyah untuknya. "Katakan saja aku pasti akan melakukannya untukmu". Imbuh Zack meyakinkan wanita yang di cintai nya.
Aisyah melepas pelukannya dengan mendorong tubuh lemah Zack berbaring di kasur. "Auch". Lirih Zack memegang kepalanya yang terbentur di kepala kasur.
"Au, maaf - maaf soal nya aku antusias banget dengar kamu bersedia menerima nya untuk ku". Seru Aisyah antusias.
"Apa maksud kamu?". Bingung Zack.
"Aku cerita kan dulu sama kamu secara detailnya yah. Aku punya sahabat yanf memendam perasaan sama kamu udah lama, dari pertama kali melihat wajah kamu dia udah tergila - gila gitu". Kata Aisyah menambah - nambah cerita agar Zack percaya.
"Siapa sahabat yang kamu maksud itu? Jangan bilang kalau dia adalah Alena!". Cerca Zack tidak percaya dengan apa yang di sampaikan Aisyah.
"Tepat sekali, dia pernah meminta tolong sama aku untuk menyatukan kalian berdua. Ya aku setuju aja dong, dia kan sahabat aku". Aisyah kembali menjodohkan Alena dengan Zack.
Zack menatap Aisyah kecewa, ia tidak menyangka jika Aisyah tega mengatakan hak itu dengan semangatnya padahal ia sudah mengatakan perasaanya pada wanita itu saat di rooftop. Bukannya membalas pernyataan cintanya, Aisyah dengan tanpa merasa bersalah sama sekali malah me jodohkan nya bersama Alena yang hanya di anggap teman oleh nya tanpa ada rasa lebih untuk wanita itu.
"Jika kamu bersama dia maka hidup kamu akan lebih tentram dan damai. Memang sih dia itu orang nya sederhana tapi aku yakin dia bisa membahagiakan kamu dengan cinta yang di milikinya. Lagi pula jika suatu hal buruk nanti terjadi pada keluarga kita maka hanya dia wanita satu - satunya yang akan menolong mu keluar dari masalah itu. Kamu mengerti kan maksudku?". Jelas Aisyah.
__ADS_1
Menarik nafas berat lalu tersenyum tipis pada Aisyah. "Katakan padanya kalau aku sangat berterima kasih padanya dan katakan juga untuk tetap sabar menungguku karena aku juga sebenarnya sudah lama memendam perasaan padanya". Jawab Zack dengan perasaan terpaksa.
Bukannya senang senyum yang menghiasi wajah Aisyah tadi malah memudar seketika tapi dengan cepat ia mengubah kembali mimik wajahnya seperti sedia kala agar Zack tidak curiga dengan niat sebenarnya.