
Pria itu segera melepas pelukannya pada nenek tua dalam dekapannya. Ia tidak menyangka jika suami nya cemburu, meekipun ia tidak bermaksud apa - apa tapi ia tetap menghargai pria tua di hadapannya sebagai suami yang berhak atas nenek tua yang telah lancang ia peluk.
"Maaf mbah, saya tidak bermaksud...". Ujar Pria muda itu.
"Saya bukan bermaksud mengatakan itu pada kamu, tapi pada istri saya ini. Luka kamu belum cukup sembuh dan tentu masih sakit jika terkena sentuhan". Jelas mbah Suryo meluruskan kesalahan pahaman.
"Saya pikir kamu cemburu, mas. Hampir saja aku tapok tu kepala udah tua masih kuat cemburuan aja, kayak anak muda aja....". Ambek mboh Darmi.
Pria muda itu hanya tersenyum malu melihat tingkah lucu dua orang tua di hadapannya saat ini. Tidak habis - habis melayangkan keromantisan di hadapannya yang masih jomblo.
Setelah puas menggoda sang istri, mbah Suryo beralih pada pria itu untuk mengetahui nama asli nya.
"Maaf nak muda kalau mbah lancang nanya ini, tapi dari pada kami memanggilmu dengan nama lain lebih baik kamu bilang siapa nama kamu yang sebenarnya agar mudah kami memanggilmu. Tapi apa kah kamu masih ingat tentang diri kamu sendiri?". Mbah Suryo bertanya dengan penuh selidik.
"Saya masih ingat kok mbah, ingatan saya masih lengkap kok cuma sedikit pusing jika harus memaksa ingat sekarang tapi sekedar nama saya masih ingat kok. Perkenalkan nama saya Zack". Jawab pria muda itu yang benar adalah Zack. (Keadaannya yang mulai kurus, lusuh tidak seperti biasanya membuat author sendiri tidak mengenalinya).
Mbah Suryo dan mboh Darmi saling pandang. Pria yang telah mereka rawat ini benar pria yang di cari oleh segerombolan preman waktu itu.
"Nama saya luka Suryomorno panggilan aja mbah Suryo. Ini pula istri saya yang paling cantik, baik dan solehah sedunia nama nya Darmini. Kamu bisa memanggilnya mboh Darmi, atau mboh Mini karena tubuh nya yang kecil dan imut ini...". Balas Mbah Suryo sambil menggoda istrinya.
__ADS_1
Mboh Darmi memukul lengan suaminya malu - malu. "Mas nih".
Zack menyalami tangan kedua nya sebagai salam perkenalan mereka. "Terima kasih sudah merawat saya ya mbah Suryo dan mboh Darmi. Saya amat bersyukur di pertemukan dengan kalian berdua yang sangat baik hati".
"Yang kami lakukan ini memang kewajiban sesama manusia, menolong sesama saat yang lain membutuhkan bantuan seperti mau sekarang. Lagi pula kami juga senang kamu ada di sini bisa menemani masa tua kami yang sangat kesepian ini". Sahut mbah Suryo dengan senyum hangat nya.
"Berarti benar jika yang premanb hari itu cari adalah dia, mas". Sambung mboh Darmi mengiyakan tatapan suaminya.
"Maksud mboh Darmi apa?". Bingung Zack.
"Dulu, saat kamu baru saja kami masuk ke sini, datang segerombolan pria yang berpenampilan menyeramkan datang mencari seseorang yang bernama Zack. Tapi kami yang khawatir mereka adalah orang jahat yang ingin mencelakai kamu maka kami tidak mengatakan yang sebenarnya jika kamu ada di dalam....". Jawab Mbah Soryo.
Zack tersenyum pada kekhawatiran pasangan tua itu padanya. Jika di pikirkan, dengan keadaan yang sudah rentan dan lemah ini mereka seharusnya tidak memikirkan tetang orang lain lagi apalagi harus repot merawat orang sakit yang berjuang meneruskan hidupnya tapi karena mereka sangat baik maka mereka sama sekali tidak mempedulikan kondisi mereka sendiri dan malah berhasil merawatnya sampai sembuh seperti sekarang ini.
"Saya ucapkan terima kasih banyak untuk kekhawatiran mbah Suryo dan mboh Darmi sekali lagi. Saya tidak menyangka jika kalian yang sudah dan kondisi seperti ini bisa merawat saya dengan baik sampai bisa sembuh seperti sekarang". Air mata Zack kembali luruh dengan kehangatan keluarga yang di berikan oleh pasangan tua di hadapannya.
"Sudah lah cu. Jangan menangis terus. Semua ini sudah menjadi ketentuan dari yang maha kuasa. Dia yang sudah berbaik hati menyembuhkan kamu, jika bukan atas izin nya maka usaha kami juga akan sia - sia". Imbub Mbah Suryo menepuk pundak Zack perlahan agar pria muda itu yakin jika di dunia ini selalu ada tuhan yang melindungi hambanya.
Zack menghapus air matanya dan mencoba mengatur kesedihan nya.
__ADS_1
"Kalau boleh tahu, gerombolan pria yang datang mencari saya itu bagaimana penampilan nya?". Tanya Zack penuh selidik.
"Kalau mboh sudah tidak terlalu jelas melihat tapi mbah kamu mungkin tahu bagaimana penampilan mereka?". Mboh Darmi angkat tangan dengan pertanyaan Zack.
"Kalau tidak salah satu orang mendekat waktu itu memiliki telinga yang berlubang besar. Bukan untuk anting - anting karena saiz nya cukup besar, dan baju yang ia gunakan waktu itu ada gambar naga berwarna merah hitam di bagian punggung. Jika yang lain nya saya kurang pasti karena mata saya sudah mengalami rabun jauh". Imbuh mbah Suryo mencoba mengingat - ingat penampilan pria yang mencari keberadaan Zack beberapa bulan lalu.
Zack tercengang, gerombolan preman yang di maksud mbah Suryo adalah geng nya sendiri dan pria yang di sebut oleh mbah Suryo tadi adalah Dilan. Sedikit lagi mereka berhasil menemukan keberadaan nya tapi kemana pasangan tua yang merawat nya takut dengan penampilan mereka maka keberadaan nya di sembunyikan pada mereka.
"Sebenarnya mereka adalah teman saya mbah Suryo, mereka memang berpenampilan serem seperti itu sesuai dengan tugas mereka, melindungi saya....". Lirih Zack terharu dengan para sahabatnya yang masih sudah bersusah paya mencarinya.
Mendengar pernyataan Zack, mbah Suryo dan mboh Darmi saling pandang, merasa menyesal telah salah anggap pada gerombolan pria waktu itu. "Maaf kan kami cu. Bukan maksud kami menyembunyikan kamu dari penyelamat kamu tapi kami benar - benar tidak tahu". Imbuh mboh Darmi merasa bersalah.
Zack menatap pasnagan tua itu dengan iba lalu tersenyum pada mereka. "Ini bukan salah kalian kok. Yang mbah Suryo dan mboh Darmi lakukan benar kok. Jika saya di bawa pulang oleh mereka pun belum tentu nyawa saya selamat. Jadi kalian tidak perlu merasa bersalah begitu dengan kejadian itu, kalian tetap lah malaikat penolong yang di kirim tuhan untuk menyelamatkan nyawa ku ini". Seru Zack mencoba membujuk pasangan itu yang mula segan padanya.
"Kenapa bisa begitu cu? Bukan kah mereka itu adalah bawahan kamu, seharusnya kamu bisa akan di tangan mereka". Bingung mboh Darmi.
"Iya mboh. Mereka memang akan melindungi saya dengan nyawa mereka tapi musuh kami lebih kuat dari kekuatan kami, mereka berhasil membuat nyawa saya hampir lenyap jadi tidak jauh kemungkinan jika saya akan benar - benar mati jika saya kembali". Kata Zack.
"Oh, begitu yah. Jadi rencana kamu sekarang apa? Luka kamu masih belum terlalu sembuh, jika bergerak pasti akan kembali koyak karena luka kamu itu beluk cukup kering". Ucap Mbah Suryo.
__ADS_1
"Saya akan tinggal dengan kalian di sini untuk sementara waktu lagi sampai luka saya benar - benar sembuh total. Saya akan merawat kalian di sini dan saat saya kembali nanti kalian juga harus ikut dengan ku ke kota". Jawab Zack.