
Rehan sedang menuju lokasi yang Alena berikan padanya. Sepanjang perjalanan tidak habis - habis ia tersenyum penuh makna. Hubungan keduanya memang terjalin dengan cara licik dan paksaan. Tapi Rehan tidak menyangka jika secepat ini Alena membuka hati untuk mencintainya.
"Aku sudah bilang jika kamu pasti akan cepat terjerat pesona ku yang sangat di idam - idamkan ramai wanita di luar sana. Kamu beruntung karena aku memilih kamu sebagai teman hidup ku yang seterusnya. Kamu memang berbeda dari yang lain, yang selalu melakukan segala untuk mendapat ku, kamu pula malah syok jual mahal padahal sangat menginginkan aku. Dasar kamu Alena, Alena". Gumam Rehan dengan percaya diri.
Sekarang ia sudah berada di hadapan sebuah rumah makan yang terlihat sangat kumuh bagi nya. "Ini benar lokasi yang ia berikan?". Bingung Rehan..
Ia kemudian menghubungi Alena untuk memastikan lokasi yang ia berikan.
"Aku udah di depan lokasi yang kamu berikan tapi apa benar ini hanya rumah makan kecil?". Tanya Rehan memastikan.
"Ya benar, kamu masuk aja langsung, aku udah masak spesial untuk kamu". Balas Alena di balik panggilan.
"Tapi aku....". Rehan baru saja ingin menolak tapi panggilan sudah di putuskan sepihak oleh Alena.
"Kalau kolega atau teman ku yang lain lihat aku makan di sini bisa - bisa aku malu di hadapan mereka. Tapi mereka pasti tidak akan ke tempat yang seperti ini, jadi aku mungkin selamat. Aku tidak boleh menolak ajakan Alena, ini kesempatan aku mengambil hatinya". Gumam nya lagi.
Rehan memutuskan untuk masuk ke rumah makan milik keluarga Alena walau sebenarnya ia sangat enggan dan jijik tapi untuk menarik perhatian Alena dan keluarganya ia memaksakan dirinya. Memakai masker dan kacamata hitam lalu menoleh kiri kanan memastikam jika tiada yang mengenalinya di sekitar sini.
"Kayak nya aku aman, tunggu akh Alena sayang". Rehan kemudian berjalan dengan hati yang lega dan percaya diri.
"Assalamualaikum". Ujar nya saat sudah berada di depan pintu rumah makan itu. Tapi matanya langsung terbeliak karena di dalam sudah penuh dengan orang yang ia sangat kenali.
__ADS_1
"Waalaikumsalam, eh pak Rehan. Makan di sini juga?". Jawab salah seorang karyawan perusahaan yang sering mendapat hinaan dari Rehan.
Semua mata tertuju pada Rehan. Tatapan yang penuh dengan ketidaksukaan mereka pada Rehan..
"Eh, i i iya. Saya datang karena tunagan saya yang memanggil, saya pikir tempat nya tidak seperti ini kalau saya tahu pasti tidak akan datang". Balas Rehan dengan menahan rasa malu tapi ia juga menggunakan suara kecil agar Alena atau keluarganya dengar.
"Sekarang bapak sudah tahu mau pulang atau gabung dengan kita - kita nih?". Imbuh yang lain memastikan.
Tapi belum sempat Rehan menjawab Alena dan kedua orang tua angkatnya datang menghampiri Rehan. Yang membuat Reha tidak habis pikir adalah penampilan kedua orang tua Alena sangat berbeda dengan ana mereka alias dekil dan kucel banget.
"Mas Rehan udah sampai, ibu, ayah kenal kan ini lah mas Rehan yang dulu mengajak kita kerumah megahnya untuk melamarku. Sekarang giliran kita yang akan menjamunya dengan makanan yang lezat ala rumah makan kita. Mas Rehan kenal kan ini ibu ku nama nya Mulan dan ayah aku nama nya Nasir..". Alena memperkenalkan keduanya.
"Hai nak Rehan, senang bisa bertemu lagi dan suatu kehormatan untuk kami dengan kedatangan nak Rehan ke tempat kami yang kumuh ini. maaf kalau penampilan kami juga seperti ini, maklum lah sedang memasak". Sapa bu Mulan.
"Kenapa penampilan mereka cukup berbeda saat datang ke rumah? Dulu tidak terlihat sama sekali kalau mereka miskin tapi sekarang di hadapan mereka semua aku harus menyentuh tangan yang bau nya sangat busuk itu. Bisa jatuh repotasi aku di depan mereka. Kenapa Alena tidak pernah cerita kalau dia semiskin ini?". Batin Rehan sambil menatap jijik tangan bu Mulan dan pak Nasir.
"Aduh bu, pak. Pasti pak Rehan jijik menyentuh tangan kalian. Kan level pak Rehan itu tinggi, mana mau menyentuh tangan bau seperti tangan - tangan kita ini...". Ujar wanita yang bernama Zahira yang merupakan seseorang yang dulu sangat mengagumi Rehan tapi semenjak hidup pria itu menjadi meningkat kesombongannya juga meningkat. Sering menghina orang lain termasuk dirinya sehingga ia yang awalnya kagum menjadi sangat benci dan jijik dengan sosok Rehan..
"Aku tidak mungkin menelan ludah ku sendiri, tapi jika aku bersikap seperti ini yang ada aku akan kehilangan Alena. Mereka juga kenapa pada ada di sini? Buat aku jadi serba salah aja". Batin Rehan kesal.
Bu Mulan dan pak Nasir sudah tahu jika ini yang akan terjadi. Mereka di minta oleh Alena untuk diam saja melihat adegan yang akan terjadi di hadapan mereka. Wanita yang berseteru dengan Rehan adalah seorang wanita yang di bayar untuk membuat penyakit Rehan kambuh dan akan di bawa lari ke rumah sakit gila sesuatu perintah yang ia terima..
__ADS_1
"Kita ngobrol di tempat lain aja gimana? Alena ayah ikut aku! Aku mau ajak kamu ke sesuatu tempat yang istimewa". Ajak Rehan menghindari orang tua Alena dan semua pelanggan di rumah makan ini yang juga merupakan karyawan di kantornya.
"Pak Rehan ini nggak sopan yah. Tangan bu Mulan dan pak Nasir dari tadi tergantung di udara tapi sam sekali tidak di hiraukan. Kalau mau mencintai anak gada orang harusnya bisa dong menerima orang tuanya juga. Kalau aku jadi Alena lebih baik ninggalin lelaki seperti itu dari pada aku harus ninggalin kedua orang tua yang sudah membesarkan aku". Ujar Zahira mengeluarkan pendapatnya yang bermaksud membatu api.
"Kamu diam! Kamu pikir aku tidak berwenang memuat kamu dari perusahaan! Kamu sudah di tolak yah terima aja. Jangan membatu api di sini sebelum aku benar - benar memecat kamu". Ancam Rehan mulai habis kesabaran.
"Aduh penyakit pak Rehan kambuh lagi tuh. Kalian tahu nggak kalau pak Rehan dulu pernah di vonis sakit mental karena sering di tolak oleh pemilik perusahaan yaitu bu Aisyah. Dia pikir mantan istrinya itu perempuan yang bodoh mau menerima pria matre seperti dia. Maka nya pak, kalau udah punya istri jangan di sia - siain...". Zahira malah menasihati Rehan dengan nada yang mengjengkel kan.
Mendengar ucapan Zahira, semua pelanggan yang lain saling berbisik - bisik membicarakan Rehan. Ada yang mencibir karena baru tahu berita ini dan juga yang kasihan dengan keadaan pak Rehan.
Zahira sama sekali tidak takut dengan ancaman Rehan karena setahu diri nya Aisyah sudah kembali dan akan menyingkirkan Rehan dari posisi nya saat ini.
"Kamu memang tidak mau diam yah! Mulai besok nggak perlu datang lagi ke kantor, aku memecat kamu saat ini juga". Sahut Rehan dengan geram.
Wajahnya sudah berubah semakin menyeramkan seperti ingin memakan orang saja.
"Lihat semua, pak Rehan sama sekali tidak profesinal dalam bekerja. Hal pribadi di kaitkan dengan pekerjaan. Pak Rehan tidak tahu saja isi dari kontrak perusahaan bersama semua karyawan di kantor besar tidak sama dengan kantor tempat yang dulu pak Rehan tempati. Saya beri tahu ya pak Rehan..jika anda memecat karyawan tanpa melakukan kesalahan dalam perusahaan maka perusahaan yang akan membayar saya, dan saya yakin jika sebentar lagi bu Aisyah akan kembali menduduki posisi ny sebagai CEO. Jika saat itu dia mengetahui kelakukan anda yang memecat pekerja tanpa sebab muhasabah maka saya akan pastikan anda juga akan di pecat...". Ujar Zahira dengan percaya diri dan yakin.
"Sial! Dari mana dia tahu kalau Aisyah sudah kembali dan hanya menunggu waktu saja untuk menendangnya dari perusahaan. Ini tidak bisa terjadi, aku harus segera menyingkirkan perempuan itu sebelum hidupku kembali hancur!". Batin Rehan dengan nafas yang tidak teratur.
"Kamu jangan asal ngomong, aku yang paling berkuasa di perusahaan. Jika kalian berani padaku maka tanggung sendiri akibat nya. Aku tidak peduli dengan kontrak kalian. Aku bisa melakukan semua yang aku mau. Jika kalian masih ingin hidup maka jaga sikap kalian...!". Ancam Rehan dengan sorot mata yang menakutkan..
__ADS_1