Pelakor Pilihan Mertua

Pelakor Pilihan Mertua
Bab 154 Kembali lah ke sisi ku


__ADS_3

Tidak di sangka bahwa air mata Aisyah menetes membasahi bibir keduanya. Firasat buruk dapat di rasakan dengan pamit nya Zack saat ini, hati nya begitu cemas tapi ia tidak berdaya untuk menghalang kepergian Zack.


Ia yakin ada sesuatu hal buruk yang terjadi detik ini sehingga Zack harus turun tangan menyemesaikannya sendiri.


Bibir di jauhkan lalu Zack mengusap air mata Aisyah dengan penuh kasih sayang. Tiada kata lagi yang bisa ia ucapkan, ia langsung berlari meninggalkan Aisyah yang terus berteriak memanggilnya.


"Zack! Aku mohon jangan pergi!". Teriwk Aisyah berusaha mencapai tubuh Zack tapi dengan cepat di halangan oleh dua pengawal berbadan kekar.


"Minggir kalian! Kalian seharusnya menghalangi nya agar tidak pergi bukan malah menahan ku di sini. Cepat pergi kejar pria pengecut itu!". Titah Aisyah pada dua pengawal itu.


Perkataan hanya di jadikan angin lalu oleh mereka. Bukannya mengikuti perkataannya, dua pengawal itu hanya tertunduk tidak bisa berbuat apa - apa untuk menenangkan atasan mereka.


"Kembali lah dengan selamat Zack!". Lirih Aisyah berharap dalam hatinya.


Sementara Zack memasuki toilet untuk bertukar pakaian. Di dalam sudah ada seorang pria yang menunggunya, mereka bertukar pakaian untuk menyamarkan penampilan Zack saat keluar dari rumah sakit agar tiada siapa pun yang tahu kemana ia akan pergi kecuali anggota nya sendiri.


"Hati - hati bos". Pesan anak buahnya sebelum keluar dari toilet. Tatapan khawatir dengan keselamatan bosnya terlibat jelas di wajahnya, klan yang mereka lawan kali ini bukan lawan yang kaleng - kaleng apa lagi markas mereka sudah diketahui oleh pihak musuh, kemungkinan untuk menang sangat tipis. Tapi ia juga sangat percaya dengan keahlian bela diri bosnya yang beluk ada yang bisa menandinginya.


Zack berusaha berjalan santai namun sedikit lebih cepat agar pergerakannya tidak di curigai. Tidak mengelak saat di hadapan CCTV karena sekarang wajahnya berubah total karena sedabg memakai topeng. Di depan gedung rumah sakit sudah menunggu mobil yang akan membawanya langsung ke markas.


"Sebaiknya bos pergi menyembunyikan diri jangan pergi sana karena jika bos berhasil di dapatkan maka klan kitq benar - benar bubar. Saya mohon agar bos lebih baik menyelamatkan diri saja tidak perlu datang ke markas". Bujuk anak buah nya yang bernama Yukin sambil menyetir mobil dengan kecepatan tinggi.


"Kamu meragukan aku? Aku tidak akan membiarkan lebih banyak nyawa yang melayang secara cuma - cuma. Aku membangun klan ini bukan untuk hal buruk tapi untuk menegakkan keadilan jadi aku harus adil juga pada semua yang ikut dnegan ku". Balas Zack dengan perasaan tegang.


"Tapi kami juga tidak mau kalau sampai bos kenapa - napa lalu klan ini bubar karena sudah tiada yang mengayomi dan tiada siapa pun yang akan memimpin kami dalam keadilan". Ujar Yakin lagi.

__ADS_1


"Sudah bawa saja mobilnya cepat dan jangan banyak membantah, aku tahu apa yang menurut ku yang terbaik jika aku gugur dalam medan perang maka kalian harus patuh pada atasan kalian yang masih hidup". Ujar Zack ingin fokus.


Mobil terus melaju membelah jalan, keahlian menyetir Yukin memang tidak bisa di ragu kan lagi. Jarak yang biasa di tempuh dengan masa dua jam kini hanya memerlukan waktu lima belas menit untuk sampai ke markas. Mobil terus memasuki lalukan rahasia agar keberadaan tidak terendus sebelum saatnya.


Di dalam ruangan sudah terlihat sangat suram, mayat bertebaran di mana, nafas semua orang sudah tersengal - sengal tapi pertempuran masih terus berlanjut hingga pada akhirnya di antara mereka ada yang menang.


Teriakan kesakitan bahkan makian terus bergema seisi ruangan. Tiada satu pun yang akan mengalah karena sifat kemanusiaan di hati mereka sudah tiada jika sudah berada di dalam medan tempur maka hidup pun menjadi taruhannya.


Prok


Prok


Prok


"Bos". Dilan menatap bingung dengan kehadiran Zack di markas. Ia sudah susah paya menyembunyikan hal ini dari Zack tapi tetap saja bosnya itu datang memperlihatkan batang hidungnya di depan pihak lawan.


"Itu dia yang kita tunggu - tunggu dari tadi, jangan buang tenaga meladeni kecoak - kecoak ini kita langsung saja pada tujuan utama kita..". Seru Anas, orang yang memimpin klan Black Tiger menyerang markas Naga Merah..


Mendengar perkataan pihak lawan, semua anak buah termasuk Dilan langsung mengelilingi Zack untuk melindunginya dari serangan berbahaya dari musuh mereka.


"Bahkan jika kalian berjumlah banyak sekalipun kami tetap akan mendapatkan bos sialan kalian itu dan membawanya menghadap bos kami". Ujar Anas lagi.


"Jangan banyak bacot kau! Dari tadi juga kamu tidak bisa mengalahkan ku ada hati ingin menyakiti bos kami, langkah dulu mayat ku!". Sahut Dilan tidak terima kesombongan orang bernama Anas itu.


"Berlawan lah di seluruh ruangan jangan berdempetan seperti ini malah menyusahkan aku untuk bergerak, sana buahnya. bubar". Ujar Zack pada semua anak

__ADS_1


"Nggak akan bos! Kalian jangan sampai pindah dari posisi kalian!". Tegas Dilan menolak perintah Zack.


"Kalian ingin pindah atau kalian aku keluarkan dari klan, aku akan pastikan tidak akan mau mengenal siapa pun di antara kalian!". Ancam Zack.


Mereka yang sudah tidaka ada pilihan pun terpaksa mundur dan meladeni musuh di berbagai penjuru ruangan, hanya Dilan yang tetap berada di posisi terdekat agar mudah melindungi Zack dari serangan musuh.


*


*


Aisyah di mansion tidak bia tenang, kaki nya terus saja melangkah berbolak - balik di hadapan pintu menunggu Zack pulang. Di luar sudah di kelilingi begitu banyak pengawal untuk melindungi seisi rumah, bahkan polisi juga turut memposisi kan diri di luar untuk menambah perlindungan mansion dari mana - mana serangan yang si khawatirkan datang.


Mega juga tidak diam, ia terus menangis dalam pelukan sang suami sesekali menyalahkan Panji yang mungkin merupakan dalang dari pertempuran yang di sertai putra mereka.


"Ini pasti karena ulah mu kan, mas? Kamu merencanakan hal ini agar tidak di salahkan, kamu memang ingin melihat putra kita mati kan? Jahat kamu mas, jahat!". Cerca Mega sambil memukul dada suaminya.


Panji bukan hanya tidak marah atas tuduhan sang istri, ia malah mempersiapkan tubuhnya untuk menjadi pelampiasan sang istri yang sedang cemas.


"Katakan apa saja tentang ku, Melodi. Tapi aku dapat memastikan jika bukan aku yang melakukannya....". Balas Panji membela diri.


Setelah puas memukul dan mencerca suaminya dengan pelbagai fitnah, Mega akhirnya menutup wajahnya lalu terisak penuh kekhawatiran. Ia sampai tidak nafsu makan bahkan wajah nya kini semakin pucat. Panji yang menyayangi sang istri hanya bisa memeluk hangat sang istri menyalurkan kekuatan walaupun sebenarnya dia juga dalam keadaan tidak stabil karena dada nya terasa nyeri dan berdenyut tapi dengan sekuat tenaga dia tahan karena tidak mau menambah beban pada istri dan anaknya.


Aisyah terus saja menghubungi Pundas dan Dilan untuk menanyakan keadaan Zack sekarang tapi panggilan sama sekali tidak terjawab hingga membuatnya semakin cemas.


"Pulang lah, Zack! Aku akan selalu menunggu kepulangan mu kesisi ku". Gumam Aisyah penuh harap.

__ADS_1


__ADS_2