
"Aku cuma kesihan sama kamu, walaupun hidupmu udah berubah drastis tapi otak dan pikiran mu masih tetap sama seperti dulu". Sindir Desi. "Tetap OON!". Sambungnya dalam hati
Aisyah hanya menatap Desi dengan senyum miring. Menunggu wanita itu selesai mengeluarkan semua unek - uneknya yang di sertai dengan kebohongan yang sengaja di tambahkan.
"Sudahs selesai?". Tanya Aisyah saat Desi tidak lagi berbicara dan melipat tangannya di dada sambil duduk kesal.
"Sebenarnya masih banyaknya lagi yang ingin saya sampaikan tapi aku yakin yang tadi sudah cukup untuk membuatmu berubah pikiran...kamu harus tahu Rehan tidak akan pernah berubah, selingkuh sudah mendarah daging dalam dirinya jadi jika ia berjanji akan setia jangan mimpi lah!". Ujar Desi.
"Terima kasih atas informasinya, saya rasa urusan antara kita pun udah selesai, aku harus pergi sekarang karena ada urusan lagi selepas ini...". Ucap Aisyah berpamitan.
Desi tidak mencegah karena ia sudah lega mengeluarkan semua unek - uneknya dan yakin Aisyah pasti akan pergi bertemu Rehan untuk memberi pelajaran untuk pria itu. Desi malah meminta pada Aisyah untuk tetap berada di ruang VIP ini untuk lanjut menikmati hidangan pebutup..
"Ok kamu pasti ingin bertemu Rehan kan memberi pelajaran untuk pria tidak tahu diri itu, silakan saya akan tetap di sini untuk menikmati hidangan penutup, boleh kan?". Izin Desi.
"Sudah tentu, kamu tunggu aja di situ biar saya tolong pesan kan pada pelayan di luar untuk segera membawakan mu hidangan penutup...". Kata Aisyah setuju.
Desi tersenyum senang, ia kemudian mempersilahkan Aisyah cepat pergi supaya pesanannya cepat di buatkan. Aisyah hanya menatap Desi dengan sinis sebelum benar - benat meninggalkan wanita cantik nan seksi itu menikmati fasilitas VIP restoran..
Desi berkirim pesan bersama Aldo menceritakan semua hal pada pria itu apa yang ia alami selama sehari ini terutama saat bertemu Aisyah barusan menjadi topik utama perbincangan mereka melalui aplikasi hijau.
__ADS_1
Beberapa waktu kemudian pelayan kembali masuk mendorng troli makanan yang beri pesanan Desi, dengan semangat Desi menikmati hidangan itu dengan hati yang sangat bahagia jika Aldo bisa menemani pasti kini lengkap kebahagiaannya.
Setelah puas Desi yang sendiri dalam ruangan itu pun akhirnya keluarga dari kejenuhannya menikmati fasilitas mewah restoran itu pun berniat pulang. Tapu saat melewati meja resepsionis, semua mata pelayan menatap heran padanya dan Desi memilih cuek dan terus melangkah keluar restoran tapi saat ingin keluar tiba - tiba satpam menahan.
"Maaf bu, sila ikut kami sebentar". Ajak satpam dengan hormat.
"Apa - apaan kalian ini! Lepaskan saya ingin pulang! Lepaskan! Saya akan melaporkan kalian pada manager kalina biar di pecat sekalian". Tolak Desi sambil berusaha memberontak. Semua mata tertuju padanya akibat keributan yang tercipta.
"Malah kami akan di pecat kalau sampai kami membiarkan ibu pergi dari sini sebelum membayar...". Balas satpam itu.
"Apa? Maksud kamu apa, hah? Jangan sembarangan kalau ngomong!". Beatk Desi tidak terima.
Desi berhasil di bawa ke meja resepsionis dan langsung di sambut dengan tatapan sinis semua pekerja restoran yang sudah tahu ceritanya.
"Ini ya bu, bil nya! Sila bayar sebelum pergi. Mau bayar cash atau....". Ucapan pelayan resepsionis terpotong dengan teriakan tidak percaya dari Desi.
"Apa? Kalian jangan bercanda dengan saya, bukankan semua bil sudah di bayar oleh wanita yang bertemu saya di dalam, kalian jangan coba - coba mempermainkan saya!". Bentak Desi tidak terima. Ia pikir Aisyah sudah membayar semua tagihan tapi nyatanya belum karena ia kini terbukti sedang di tahan dan terlihat sangat memalukan.
"Maaf bu, wanita yang bertemu ibu tapi itu bernama bu Aisyah bukan, pemilik restoran ini. Ia tapi hanya berpesan apa kami agar meminta anda membayar bil sebelum pergi dan ia juga menitipkan kertas ini untuk anda". Pelayan itu menyodorkan secarik kertas pada Desi.
__ADS_1
Desi sempat tercengang, ia tidak menyangka jika restoran ini ternyata milik Aisyah dan siapnya wanita itu sama sekali tidak membayar semua tagihan yang sudah ia lakukan, ruangan yang ia pesan merupakan ruangan mewah tapi beruntung bukan yang palibg mahal, makanan yang ia pesan adalah hidangan termahal dalam berbagai jenis pesanan, mana lagi hidangan penutup yang ia baru saja habiskan merupakan hidangan termahal di restoran ini.
"Dear Desi yang baik hati, aku hargai niat baikmu tapi maaf yah aku juga nggak mau rugi lagi pula kamu yang memesan ruangan dan menikmati hidangan sendirian jadi saya sama sekali tidak turut menikmati, jadi silakan bayar bil nya yah". Tulis Aisyah dalam kertas itu.
"Dasar perempuan sialan! Dia sama sekali tidak menghargai aku yang sudah mau membongkar rencana busuk Rehan padanya, kalau tahu begini lebih baik biarkan saja dia hidup menderita dengan pria baji ngan itu lagi sampai semua harganya terkuras habis...". Gerutunya kesal dalam hati.
Desi menoleh ke kanan kiri semuanya menatap ke arahnya dengan tatapan yang beragam, adanya yang tampak prihatin tapi ada juga yang seolah bersyukur dengan nasip yang sedang menimpanya. Dengan sangat kesal, ia mencoba menghubungi Aisyah tapi sama sekali tidak di angkat. Malah sebuah pesan masuk dari wanita itu ke ponsel Desi.
"Sebelum kamu bangga telah membongkar kebusukan Rehan padaku, aku cuma mau beri tahu jika aku sudah menegetahuinya jauh - jauh hari jadi jangan berharap lebih padaku dan segera bayar bil nya". Kata Aisyah dalam pesanan nya disertai imoji mengejek.
Desi membaca itu dengan berusaha menahan kesal di dadanya, ia harus menjaga citra baiknya di depan semua orang. Dengan terpaksa Desi akhirnya mengeluarkan kartu ATM milinya yang memiliki saldo paling tinggi.
"Nah, geser cepat! Aku tidak punya waktu banyak untuk meladeni manusia rendahan seperti kalian!". Ucap Desi dengan sombong. Desi menyodorkan kartu ATMnya pada pelayan resepsionis, terjadi baku tarik pada awalnya karena Desi sedikit tidak rela jika uang nya sebentar lagi akan berkurang dalam jumlah yang banyak.
Sementara Aisyah dalam mobilnya kini sedang tersenyum senang, wajahnya tampak sangat bahagia lebih bahagia dari pada saat pergi. Yang di katakan Alena benar adanya, saran nya untuk setuju bertemu Desi sangat membuahkan hasil. Semua ucapan Desi saat di restoran tadi berhasil ia rekam dan akan dijadikan alat untuk menyudutkan Rehan suatu saat nanti.
Bukan itu saja, dalam momen ini Aisyah juga berhasil memberi Desi si pelakor pelajaran yang berharga. "Ini baru awal, Desi sang pelakor! Tunggu aja, gue akan buat hidup lo lepas ini tidak akan bisa tenang lagi...". Gumamnya sambil tersenyum sinis.
Beralih pada Desi lagi, wanita itu kini sedang menatap kartu ATMnya dengan sedih, niatnya menikmati kemewahan secara gratis cuma mimpi, nyatanya sekarang uang dalam kartu di tangannya udah sangat tipis.
__ADS_1
Dalam restoran para pelayan dan beberapa pengunjung sedang mengucilkannya mencibirnya dengan pelbagai perkataan pedas, tapi Desi yang memiliki muka tebal sama sekali tidan peduli malah sempat menyodorkan jari tengahnya pada semua orang dengan tidak sopan dan berkelas. 'Dasar kampungan'.