
Rehan sedang berada di sebuah bar terkenal milik sahabatnya Malik untuk bertemu seseorang yang akan menolongnya membunuh Aisyah dalam waktu terdekat ini. Ia harus bergerak cepat jika tidak ia yang akan di bunuh oleh mereka sebagai gantinya karena tidak becur menyelesaikan tugas yang di berikan padanya.
"Maaf lambat sampai, biasa orang seperti ku selalu sibuk. Nggak ada waktu walau hanya semenit pun untuk bersantai..". Ujar pria memakai topeng itu.
"Nggak papa kok. Silakan duduk, pesan apa saja yang kamu ingin kan, kali ini aku yang traktir...". Sahut Rehan.
Rehan kemudian memanggil seorang pelayan wanita untuk mengambilkan melayani mereka. Minuman keras berusia puluhan tahun kini terhidang di hadapan mereka. Beberapa pelayan cantik juga duduk di setiap sisi mereka melayani dan memikirkan bagian tubuh mereka yang memerlukan sentuhan.
"Jangan bagaimana kesepakatan di antara kita, apa kamu deal? Saya sudah memberikan tawaran harga yang cukup fantastis hanya untuk membunuh seorang wanita lemah. Ini uang pembuka, jika kamu berhasil menyingkirkan wanita yang berada di dalam gambar itu maka sisa baru aku berikan". Imbuh Rehan membuka koper berisi uang yang cukup banyak.
Pembunuh bayaran itu pun mengambil koper itu dan mulai mencium setumpuk uang di dalam koper. "Ini yang saya suka bekerja dengan orang seperti anda. Kerja tak seberapa tapi bayaran bukan main - main. Saya akan pastikan kepala wanit itu akan di kirim segera ke rumah anda". Balas pembunuh bayaran itu dengan dingin.
"Jangan - jangan. Seram banget. Cukup bawa mayat nya ke sini maka uang mu akan segera kamu terima. Jangan bawa ke rumah ku apa lagi cuma kepalanya. Aku takut rumah ku itu malah berhantu pula...". Pinta Rehan merasa sedikit ngeri.
"Kalau permintaan tuan seperti itu maka saya akan lakukan sesuai permintaan asal uang saya anda berikan sesuai perjanjian...". Imbuh pembunuh bayaran itu setuju.
Saat menatap mata pembunuh itu sudah cukup membunuh. "Aku tidak salah memintanya membunuh Aisyah, tatapan nya saja udah mematikan. Ia pasti akan cepat membunuh Aisyah sebelum tenggang waktu berakhir". Batin Rehan dengan sangat yakin..
"Jadi saya pamit pergi dulu yah. Saya harus segera merencana kan pembunuhan ini dengan matang sebelum bergerak. Silakan anda nikmati hidangan lezat yang ada pesan sendiri, saya pamit keluar". Pembunuh bayaran itu bangkit membawa koper nya beserta foto Aisyah yang di berikan oleh Rehan padanya tadi.
Tak lupa juga dua pelayan yang melayaninya tadi turut di rangkul keluar.
__ADS_1
"Dasar mata keranjang! Nikmati aja wanita itu malam ini tapi besok kamu harus segera menyelesaikan tugas mu sebelum waktu yang ku berikan habis..". Gumam Rehan melepas kepergian pembunuh bayaran itu dengan di dampingi dua pelayan yang tak kalah cantik dan seksi dengan yang di bawa oleh pembunuh bayaran itu.
"Akhirnya aku bisa sedikit bernafad lega. Aku hanya perlu memantau pergerakan pembunug itu. Aku bisa duduk diam menunggu sambil di temani wanita - wanita cantik seperti kalian...". Rehan mencumbui dua wanita malam itu bergantian. Ia memang suka jajan di luar tapi hatinya tetap untuk Alena seorang.
*
*
Zack sedang berbaring di kasur empuk miliknya di markas senjata. Tatapannya lurus ke bumbung mengingat kembali setiap momen indah bersama Aisyah yang baru terjadi bahkan yang sudah lama. Bibir nya terus tersenyum cerah apa lagi saat mengingat setiap sentuhan jari jemari lembut Aisyah pada kulitnya.
Pelukan nya masih terasa sampai saat ini. "Seandainya dia ada di samping ku saat ini. Mungkin aku bisa khilaf". Gumam Zack menatap sisi kasur yang kosong.
"Bila lah setiap aku berbaring kamu selalu ada di samping ku menemaniku. Menghilangkan lelah di tubuh ini dengan pelukan hangat mu. Aku akan segera mewujudkan impian itu secepatnya. Aku tidak peduli dengan status kita. Lagi pula momy dan daddy belum mengatakan jika mereka tidak merestui perasaan ku ini. Aku yakin mereka setuju. Amin!". Zack mengusap wajahnya dengan kedua tapak tangannya memohon dengan penuh harap.
Mimik wajah nya berubah geram karena wajah daddy dari sahabatnya itu teringat di pikirannya. Sahabatnya yang memilliki kepribadian lembut dan baik hati terlahir dalam keluarga yang sangat bertolak belakang dengan prinsip Sahabatnya, Jasmin.
"Maaf kan aku, Jas. Aku harus menyingkirkan pria yang merupakan pria yang cukup penting dalam hidup mu. Jika kamu ingin menghukumku di kemudian haru akibat kehilangan maka aku ikhlas menerima hukuman itu. Aku akan melakukan segala cara untuk kebahagiaan keluarga yang sudah membesarkan ku terutama putri mereka yang sangat ku cintai"...
Sementara Aisyah yang sedang menyantap makan malam nya tersedak entah karena memakan apa.
Ukhhh,,, ukhh,,,ukhh.
__ADS_1
Bik Saras lekas menolong Aisyah dengan memberikan segelas air putih. "Kamu nggak papa kan?". Tanya bik Saras memastikan..
Aisyah menggeleng.
"Ibu pernah dengar kalau kita tiba -tiba keselek oleh sesuatu maka diri kita saat itu sedang di sebut - sebut oleh seseorang yang sangat menyayangi kita...". Jelas bik Saras dengan senyum menggoda Aisyah.
"Ibu bisa - bisa aja. Emang siapa yang akan memilirkan aku. Ibu dan ayah sedang koma di rumah sakit sedangkan Albar sekarang pasti sudah lupa terhadap wanita yang sudah melahirkan nya ini...". Ujar Aisyah menolak untuk percaya.
"Ada seorang lagi yang memikirkan kamu dan orang itu sangat menyayangi kamu lebih dari diri nya sendiri". Sahut bik Saras.
"Siapa?". Tanya Aisyah bingung.
"Tuan Zack". Seru bik Saras. "Tuan Zack sangat menyayangi kamu, pasti saat ini dia yang sedang memikirkan kamu sedalam - dalam nya". Sambung bik Saras.
Aisyah terdiam ia baru teringat pada saudara lelaki nya yang satu itu. Dari tadi akal pikirannya di penuhi oleh Syakir sehingga ia lupa total pada Zack..
"Kenapa dengan diriku ini? Jika aku sedang bersama Zack maka Syakir seketika hilang dari ingatanku, begitu pula sebaliknya. Jika aku bersama Syakir maka aku juga lupa pada Zack. Aku pasti sudah gila. Mencintai dua pria dalam satu masa. Tapi apa kah aku mencintai kedua nya atau hanya perasaan ku saja berpikir seperti itu?....". Aisyah terus saja berperang dengan pikirannya sendiri.
Bik Saras pun hanya bisa geleng - geleng kepala. Zack berhasil membuat Aisyah dilema dengan perasaan nya. Ia tidak tahi saja kalau kedua pria yang ia cintai itu adalah orang yang sama. Zack sengaja melakukan trik ini agar Aisyah jujur dengan perasaan nya dan melupakan tentang status mereka yang sebenarnya bukan menjadi masalah besar.
"Kamu kenapa diam, nak? Itu Mawar udah siap nemenin kamu tidur seperti yang kamu ingin kan tadi. Ibu sengaja memaksa nya untuk nurut, ia masih sedikit segan padamu. Dia sangat berbeda dengam sifat nya yang dulu. Dulu dia sangat humoris dan mudah mengakrapkan diri dengan siapa pun tapi sekarang ia jadi pemalu dan pendiam. Tolong ibu untuk mengembalikan Mawar yang dulu ya, nak". Mohon bu Saras.
__ADS_1
Aisyah terletak, ia baru ingat pada janji nya pada bik Saras untuk menemani Mawar tidur setiap malam, bercerita apa saja sebelum tidur, bisa memacu emosi Mawar kembali seperti dulu.
"Maaf kan aku bu. Begitu banyak agenda sampai aku lupa pada saudari aku yang satu itu. Selama ini aku cuma menganggap Zack sebagai kakak tapi aku juga memiliki kakak lain yang memerlukan perhatian dari ku...". Ujar Aisyah merasa bersalah.