
Zack tercengang, ia baru ingat jika pria tua yang sedang ia teman adu mulut ini bukan pria macam - macam. Begitu banyak keahlian yang di punya sehingga Zack sangat takut kehilangan pria tua itu. Ia sanga bergantung pada mbah Suryo.
"Baik lah, tapi mbah harus janji kembali dalam keadaan selamat dan tak kurang apa pun. Aku akan tinggal di sini untuk mengerjakan hal lain nya. Aku mohon jangan terjadi apa - apa pada mbah...". Akhirnya Zack mngalah dan tidak ikut menemani mba Suryo.
"Semua yang terjadi atas ketentuan yang maha kuasa. Tapi mbah berjanji akan membantu menymbuhkan kedua lrang tua kamu dan juga putrinya, jadi mbah akan berusaha agar kembali dengan selamat. InsyaAllah". Sahut Mbah Suryo meyakinkan Zack.
Mbah Suryo akhirnya berangkat tanpa di temani oleh Zack. Tiga orang anak buah Zack yang menghantar dan memastikan mbah Suryo bisa kembali ke kota dengan selamat.
Sedangkan Zack, ia mengadakan pertemuan dengan Pundas dan Dilan untuk membincangkan rencana selanjutnya yang akan mereka ambil setelah rencana selanjutnya berjalan lancar tanpa hambatan.
Di markas utama klan Naga Merah, dalam ruang yang hanya bisa di masuk oleh mereka bertiga kini tampak mencekam karena sorot mata Zack yang cukup tajam menatap kedua anak buah kepercayaan nya. Ternyata orang di sekitar anak buah kepercayaan nya di ikuti oleh seorang pengkhianat. Entah ia bekerja untuk siapa yang pasti bukan Danish.
"Kalian pasti kenal dengan orang ini kan?". Tanya Zack pada mereka berdua.
"Bukan kah ini pria yang sering ikut bersama mu Dilan?". Tanya Pundas penuh selidik. "Emang kenapa dengan orang ini tuan?". Pundas beralih bertanya pada Zack..
"Ternyata banyak mata - mata bertopeng teman di sekitar kita bertiga. Kita harus hati - hati mulai sekarang. Bukan hanya informasi yang ia bocorkan ke pihak musuh, tapi juga seni bela diri kita juga ia pelajari...". Ujar Zack dengan nada dingin.
Dilan kaget dengan apa yang di sampai kan Zack, ia tidak menyangka jika sahabat nya salah satu orang yang ia beri kepercayaan pernah merupakan seorang pengkhianat. Ia tidak habis pikir kenapa bisa orang yang pernah di selamat kan oleh Zack bersamaan dengan nya malah memilih berkhianat.
"Bagaimana tuan tahu kalau dia seorang pengkhianat? Bukan kah selama ini tuan sudah menyelamatkan hidup kami dari terbelenggu jadi gelandangan di tengah kota ini. Lagi pula selama ini dia tidak pernah bersikap mencurigakan, dia menjadi orang terdepan bersama dengan ku dalam menjalan kan perintah tuan..". Dilan masih tampak ragu dengan yang di ucapkan Zack.
__ADS_1
"Aku tidak memiliki bukti kukuh yang bisa ku tunjukkan pada kalian jika ia seorang pengkhianat, tapi ini sebuah firasat. Awalnya aku juga tidak menyangka jika Rafa adalah seorang pengkhianat, bahkan sikapnya selama ini sangat bertolak belakang dengan firasat yang aku dapatkan. Tapi mulai sekarang kita harus berhati - hati. Perlakukan dia sama seperti yang lain nya tapi mulai sekarang jika ada tugas yang harus mereka lakukan perintahkan saja langsung jangan beri informasi penting apa pun pada orang lain. Ini demi meminimaliskan mereka mengetahui semua rencana kita..".
"Kita tidak tahu siapa saja mata - mata yang berada di sekitar kita jadi mulai sekarang ekstra hati - hati". Tegas Zack.
"Baik tuan". Seru Pundas seperti biasa.
Tapi Dilan hanya diam karena bingung harus bersikap bagaimana sekarang. Rafa merupakan sahabat kecilnya tapi ia kini merupakan pengkhianat bagi orang yang sangat berjasa dalam hidupnya. Ia bingung harus berpihak pada siapa sekarang?
"Kalau kamu ragu dengan kata - kata ku, kamu bisa menyelidikinya sendiri. Dia merupakan salah satu anggota kita yang mengetahui keberadaan Jasmin dan Albar, jadi sekarang kita harus memindahkan mereka semua ke tempat yang lebih aman. Tidak bisa jika terus tinggal di sana. Sangat berisiko jika sewaktu - waktu ia membocorkan semua informasi yang ia ketahui pada musuh kita...". Imbuh Zack memberi tugas.
"Tapi selama ini keberadaan mereka masih aman - aman saja. Jika dia salah satu mata - mata dari Danish, seharusnya dari dulu keberadaan mereka sudah di ketahui oleh Danish jika benar ia seorang pengkhianat...". Bantah Dilan..
"Maaf tuan bukan saya bermaksud membangkang tapi Rafa merupakan merupakan teman seperjuangan ku dari kecil, kami melalui masa suka dan duka bersama. Rasanya tak menyangka jika dia bisa berbuat seperti itu pada tuan. Sementara tuan yang sudah membawa kami keluar dari belenggu kesengsaraan. Jadi aku...". Lirih Dilan terdengar kecewa.
"Kita tidak tahu bagaimana isi hati seseorang, jika kamu memilih untuk setia karena budi orang lain belum tentu memikirkan hal yang sama. Mungkin menurut setengah orang, uang lebih berharga dari segalanya. Tapi bukan berarti aku ingin menjelekkan Rafa di hadapan kamu. Tapi aku memiliki firasat yang mengarah ke sana. Kamu boleh tolong membuktikan nya untuk ku". Ujar Zack menasihati tapi tetap dengan versi dingin miliknya.
"Aku akan membuktikannya tapi bukan hanya karena perintah dari tuan tapi untuk diri ku sendiri...". Sahut Dilan bersemangat tapi dengan tatapan kosong.
"Kalau begitu kamu boleh pergi". Titah Zack menghela nafas berat.
"Baik tuan". Sahut Dilan memberi hormat. Dilan kemudian melangkah keluar. Pundas ikut di belakangnya namun di jegat oleh Zack.
__ADS_1
"Siapa suruh kamu pergi, Pundas?". Tanya Zack ketus.
"Oh, belum selesai ya. Maaf tuan, saya letih banget soalnya, ingin istirahat makanya kurang fokus". Elak Pundas memberi alasan yang menurutnya memang benar.
"Setelah ini kamu boleh be rehat sepuas hati kamu, tapi setelah menyelesaikan tugas baru dari ku". Imbuh Zack cuek.
Pundas membuang nafas berat karena tugasnya akan bertambah lagi yang menghalanginya untuk beristirahat.
"Kamu terlihat kurang semangat? Ingat Pundas, sebelum kita menyingkirkan si Danish dan mengembalikan keadaan keluarga Pundas seperti sedia kala. Maka kita semua tidak boleh duduk berleha - leha saja. Tapi setelah semua kembali ke dalam keadaan asal, baru lah kita bisa bernafas bebas. Pergi daru sini dan hidup tenang". Lirih Zack menatap kosong ke hadapan.
"Iya, tuan saya paham...". Sahut Pundas setuju. "Lalu apa tugas baru yang harus aku handle itu?". Tanya Pundas.
"Awasi pergerakan Rafa terutama Dilan. Aku tidak mau Dilan bergerak membahayakan diri nya. Aku kenal dia, dia paling tidak suka di khianati. Apa lagi itu adalah sahabat kecilnya...". Tegas Zack.
"Tapi bagaimana tuan bisa tahu kalau Rafa merupakan seorang pengkhianat?". Tanya Pundas penasaran.
"Aku melihat masa lalu melalui perantara mbah Suryo. Ku melihat Rafa lah yang menjadi pria bertopeng itu, dia memiliki sebuah kebiasaan merekam kesehariannya jika menjadi sang bertopeng...". Jelas Zack.
"Tapi menurut cerita yang beredar, pria bertopeng sudah membunuh begitu banyak orang, dan status korban bukan sembarangan, mereka semua adalah pengusaha - pengusaha yang cukup di segini di dunia bisnis. Sedangkan Rafa selama ini selalu bersama dengan Dilan dan rekan nya yang lain. Bagaimana cara dia melakukan semua pembunuhan itu jika benar dia si pria bertopeng?". Pundas semakin penasaran.
"Maka nya mulai sekarang selidiki gerak - geri nya.
__ADS_1