Pelakor Pilihan Mertua

Pelakor Pilihan Mertua
Bab 276 Frustasi


__ADS_3

Tas berisi penuh ramuan ia keluar kan saat berada di dalam ruang rawat mereka. "Semoga dengan herbal ini bisa menyembuhkan kalian dan menyadarkan kalian segera. Kesihan Zack sendirian mempertaruhkan nyawanya untuk melindungi kita semua. Sadar lah agar kita tidak menjadi beban pikiran untuk nya". Ucap mbah Suryo setelah memasukkan cairan dari ramuan yang ia buat ke dalam infus yang mengalir masuk ke tubuh Panji.


Jika sebelumnya mbah Suryo hanya mengoleskan ramuan itu ke seluruh tubuh Zack saat koma, tapi untuk lebih mempercepat efek nya bisa langsung di suntikkan langsung ke cairan infus seperti obat lain oada umum nya.


Hal yang sama di lakukan pada Mega. Sebenarnya tindakan nya ini menentang peraturan rumah sakit, tapi Pundas telah membayar seorang perawat untuk mengawasi dan melindungi mbah Suryo saat melaksanakan aksi nya.


"Sekarang kamu bisa pergi, terima kasih sudah membantu saya". Ujar mbah Suryo pada perawat.


"Kalau begitu saya pamit pergi dulu pak. Masih banyak pekerjaan yang perlu saya lakukan. Jika perlu sesuatu atau bapak memerlukan bantuan hubungi saya langsung saja". Pamit perawat itu.


Mbah Suryo tetap berada di ruangan itu untuk menunggu jemputan. Anak buah Zack hanya bertugas mengawal dari luar sebagai pelawat biasa. Mbah Suryo nggak tahu mereka yang mana dan memilih menunggu sambil duduk termenung memerhatikan keadaan di luar jendela.


"Semoga saja obat itu cocok untuk mereka berdua dan obat nya cepat bereaksi agar mereka berdua segera sadar dari koma. Aku tidak tega melihat penderitaan yang sedang Zack tanggung selama ini. Jika terjadi apa - apa pada nya aku tidak akan tenang untuk meninggalkan dunia ini...". Gumam Mbah Suryo sambil menatap jauh ke hadapan.


Beberapa waktu kemudian pintu terbuka memperlihatkan perawat tadi memasuki ruangan. "Maaf kalau bapak menunggu lama. Saya di tugaskan untuk membawa bapak ke ruangan berbeda untuk bertemu seseorang". Ujar perawat itu.


"Seseorang? Siapa? Jika bukan Zack yang meminta nya aku nggak akan pergi bersama mu". Tolak mbah Suryo.


"Tapi perintah ini dari tuan Zack langsung pak. Dia sedang memerlukan bantuan bapak". Imbuh perawat itu meyakinkan..

__ADS_1


"Baik lah kalau memang Zack meminta nya...". Mbah Suryo bangkit dan mengikuti langkah perawat itu ke tempat Zack berada.


Selama perjalanan ke ruangan itu, mata membulat sempurna melihat semua orang yang ada di sepanjang lorong mengalami luka fisik yang cukup parah dan sedang di obati oleh suster dan perawat yang cukup keteteran memberi perawatan pada mereka semua.


"Mereka semua ini siapa?". Tanya mbah Suryo pada perawat yang menemani nya.


"Mereka adalah anak buah tuan Zack. Ini baru sebagian dari mereka, sebagian lagi melakukan perawatan langsung di rumah sakit Purbalingga, rumah sakit milik tuan Zack sendiri. Mereka yang datang ke sini hanya sebagian kecil yang memiliki luka yang tidak cukup parah dari yang lain karena harus terus menjaga majikan mereka yaitu tuan Zack dan keluarga nya termasuk bapak...". Jelas perawat itu.


"Kalau boleh tahu mereka kenapa?". Tanya mbah Suryo penasaran.


"Kalau masalah itu bapak bisa tanya kan langsung pada tuan Zack, karena kita sudah sampai. Silakan masuk, tuan Zack sedang menunggu anda...". Perawat itu membuka kan pintu dan mempersilahkan mbah Suryo masuk.


Tanpa ragu, mbah Suryo langsung masuk dan kekagaetannya semakin bertambah melihat dalam ruangan itu ada Dilan, Rafa dan yang lain nya yang juga amat dekat dengan nya sedang di perban.


"Ada apa ini Zack? Kenapa mereka mengalami luka - luka yang sangat parah seperti ini. Jangan bilang kalau kalian dari tauran dan mengorbankan kan banyak nyawa rekan kalian?". Ujar Mbah Suryo cemas.


"Kami tidak tauran nggak jelas mbah. Kami bertarung untuk menyelamatkan nyawa mereka semua. Mereka adalah teman - teman ku yang tinggal di desa, musuh ku datang me culik mereka dengan motif yang belum aku ketahui sampai sekarang. Tapi mbah tetang saja, nggak ada korban jiwa kok dalam kalangan kami, hanya pihak lawan yang banyak mati dan sedang di urus oleh pihak rumah sakit untuk di kebumikan di kampung masing - masing...". Jelas Zack berharap Mbah Suryo tidak cemas lagi.


"Lalu bagaimana keadaan mereka sekarang? Luka bakar di tubuh mereka harus segera di beri ramuan agar cepat sembuh". Sahut mbah Suryo menghampiri Tias dan bu Sukma yang sedang terbaring lemah.

__ADS_1


"Maka dari itu saya meminta mbah datang untuk melihat keadaan mereka. Supaya mbah bisa menyebuh kan mereka dengan ramuan ajaib mbah". Ujar Zack sependapat. "Tapi apa kah ramuan itu cukup untuk di gunakan oleh mereka semua? Bukan kah semua ramuan ini untuk mami dan daddy?". Zack baru teringat niat awal tumbuhan herbal itu di ambil oleh mbah Suryo di hutan.


"Aku akan meminta Alfa untuk mengambil nya lagi, mbah sudah menunjuk kan semua jenis tumbuhan itu pada nya tanpa terkecuali. Jadi kamu nggak perlu takut herbal ini habis oleh mereka". Jelas mbah Suryo menenangkan Zack..


"Baik lah kalau sudah seperti itu. Aku sangat lega dengar nya. Seharusnya mereka tidak aku bawa ke sini saja. Lebih aman jika mereka di mansion dengan keamanan yang ketat. Cukup dengan herbal mbah ini bisa mengobati mereka...". Imbuh Zack menyesal.


"Nggak seperti itu Zack. Obat - obatan di rumah sakit juga ada baik nya kok. Dengan gabungan kedua jenis obat - obatan ini InsyaAllah hasil nya bertambah maksimal...". Jelas mbah Suryo pada Zack agar pria itu tidak gegabah mengambil keputusan.


Zack tidak lagi banyak bicara, seharian ini meskipun tidak melukai fisik nya tapi ia juga cukup lelah dan pusing. Masih ada satu orang yang masih misteri dan belum di temukan sampai sekarang.


Kembali ke kejadian beberapa jam lalu, "Bagaimana? Apa kalian menemukan keberadaan Albar di bangunan ini?". Tanya Zack penasaran. Ia sangat khawatir pada kondisi anak dari wanita nya. Meskipun bukan dari benih nya tapi ia sangat menyayangi anak kecil itu seperti anak nya sendiri.


"Tiada tuan. Kami sudah menggeledah setiap ruangan di bangunan ini tapi sama sekali tidak menemukan siapa pun lagi...". Sahut Pundas melaporkan, ia menjadi pemimpin dalam pencarian ini.


"Kalau nggak ada di sini, ya cari di bangunan sebelah dan semua bangunan yang ada di kota mati ini. Aku nggak mau mendengar alasan apa pun. Kalian harus terus melakukan pencarian sampai kota mati ini benar - benar sudah kalian geledah semua nya. Sana! Lakukan pencarian lagi! Aku nggak mau dengar kalian datang dengan tangan kosong lagi! Kalau tidak aku nggak akan segan - segan lagi pada kalian semua". Ancam Zack lalu meninggalkan mereka semua dalam keadaan kesal.


"Baik tuan!". Sahut Pundas merasa prihatin dengan keadaan mental Zack. Ia sedikit khawatir kalau semua musibah yang menghadapi beberapa bulan terakhir ini bisa menggangu kesehatan mental nya.


Ia sebagai anak buah saja sudah hampir gila karena semua tugas kebanyakan tugas di beban kan ke pundak nya. "Sekarang masalah Dilan dan Rafa pun belum kelar. Mereka berdua semakin menambah beban ku saja. Dasar nggak berguna! Satu pengkhianat ulung nggak tahu diri dan si Dilan pula mau aku bunuh saja anak brengsek itu. Selama ini dia menyanjung tuan Zack sebagai malaikat penolong nya tapi sekarang malah berniat untuk mengkhianati. Dasar plin - plan nggak berguna tuh anak!". Pundas terus saja menggerutu sepanjang ia melanjutkan pencarian di seluruh kota mati ini.

__ADS_1


Sementara itu, Zack meratapi nasi nya dengan menatap keluar jendela sambil meneteskan air mata. Mental nya saat ini mengalami gangguan. Ingin pergi ke psikiater tapi ia nggak memiliki waktu sedikit pun untuk memikirkan dirinya sendiri. Saat ini yang menjadi beban pikirannya, "bagaimana jika Aisyah sadar nanti dan aku beluk bisa menemukan keberadaan Albar?"


"Ia pasti sedih, dan aku nggak akan pernah sanggup melihatnya bersedih. Apa lagi ini tentang keselamatan putra semata wayang nya. Aku harus bagaimana sekarang? Ahk!!!!". Zack berteriak sangat frustasi dengan keadaan ini.


__ADS_2