
Rafa dan beberapa rekan nya berusaha mengambil ponsel yang tersangkut di dahan jurang. Sudah berbagai cara telah mereka lakukan tapi tetap saja ponsel itu tidak bisa mereka dapatkan.
"Aku capek bang, dahan itu terlalu jauh untuk kita gapai. Ponsel itu juga sedikit lagi terjatuh ke bawah. Jika kita menggerakkan dahan itu sedikit saja lagi, ponsel itu pasti akan terjatuh ke jurang...". Ujar Arpa mulai menyerah.
"Aku baru ingat jika mbah Suryo pernah menganyam sesuatu dari bambu. Jika kita sempat mempelajarinya pasti saat ini kita bisa membuat sebuah anyaman berbentuk kail dan kita bisa mengambil ponsel itu dengan mudah. Beruntung Pama, pasti dia saat ini sudah memiliki banyak ilmu yang di ajarkan oleh mbah Suryo....". Rafa mulai termenung juga karena tidak sempat mempelajari anyaman bambu mbah Suryo..
"Kalian jangan cepat menyerah. Walau pun mbah Suryo tidak mengajarkan secara detail tapi kita ini bukan anak kecil lagi. Hanya melihat saja kita sudah bisa belajar. Coba kalian ingat - ingat kembali bagaimana cara mbah Suryo menganyam sebuah bakul lengkap dengan pegangannya. Jika kita sudah tahu teknik asana nya maka kita sudah bisa membuat sebuah anyaman untuk mengambil ponsel itu. Nggak perlu cantik cukup bisa kita gunakan saja. ...". Saran Salim.
"Baik lah kita sama - sama mengingat kembali cara mbah Suryo malam itu saat menganyam bakul itu untuk kita bawa pulang. Di kawasan ini banyak bambu dan rotan, kita tidak perlu jauh - jauh mencari nya....". Rafa setuju dengan ide rekan nya bernama Salim.
Mereka mulai mengambil bambu yang tumbuh tidak jauh dari jurang. Bambu di buat tipis dan sesuai dengan keinginan mereka. Setelah bambu nya siap, mereka mulai menganyam bambu itu sesuai dengan teknik yang mereka lihat saat mbah Suryo menganyam bakul untuk mereka.
Rafa berhasil membuat tali yang tebuat dari bambu, Arpa pula berhasil menganyam bambu itu menjadi sesuatu yang berbentuk lemper dan hana sedikit melengkung terlihat seperti piring. Salim pula berhasil membuat sebuah tongkat yang sedikit lentur.
"Perfect, tali ini kita ikat bersama piring lucu ini. Dan tongkat itu bus kita gunakan untuk menjatuhkan ponsek itu ke piring ini. Mudah - mudahan ponselnya berhasil kita dapatkan". Ujar Rafa akihirnya menemukam ide cemerlang.
"Betul sekali ide itu bang. Tapi kita perlu hati - hati juga kalau tidak ponsel itu akan terjatuh dan usaha kita seharian menggapainya sia - sia begitu saja tanpa hasip yang di inginkan. Kita harus cepat bergerak sebelum hari gelap". Ujar Salim setuju dengan ide Rafa.
__ADS_1
Rafa mulai mengikat tali yang ia buat dengan anyaman piring buatan Alpa di beberapa sisi. Setelah berhasil anyaman mereka di turunkan secara perlahan melewati dahan lebih tepatnya di bawah ponsel yang tersangkut di dahan itu. Sedangkan tongkat yang di buat Salim di gunakan untuk menjatuhkan ponsel itu ke piring. Moment medegangkan saat ponsel itu bergerak perlahan demi perlahan.
Nafas mereka berderu dengan tidak karuan menunggu ponsel itu berhasil jatuh ke dalam anyaman piring.
"Berhasil!". Seru Rafa saat ponsel itu sudah jatuh ke piring. Tapi karena sikap nya berlebihan menyebabkan piring itu bergerak dan hampir menjatuhkan ponsel itu.
"Aduh, bang. Jangan senang dulu. Lihat hampir saja usaha kita semua sia - sia". Alpa mengingatkan agar Rafa kembali tenang.
"Iya maaf. Bawel!". Rafa mulai menarik tali perlahan ke atas.
Akhirnya mereka bisa bernafas lega saat ponsel berhasil berada di tangan Rafa. "Sekarang kita bisa pulang, ponsel ini harus cepat kita cas untuk mengetahui isi di dalam nya". Imbuh Rafa mengajak rekan nya meninggalkan lokasi kecelakaan.
*
*
"Lebih baik kita sholat sunnah untuk mendoakan Aisyah. Minta pada Allah untuk menyembuhkan Aisyah, hanya Allah yang maha menyembuhkan. Dokter di dalam pasti sudah berusaha sebaik mungkin untuk menyelamatkan nyawa Aisyah, giliran kita yang menjalankan tugas kita yaitu berdoa meminta pertolongan pada yang maha kehidupan". Imbuh Mawar menyarankan Zack untuk sholat mendoakan Aisyah.
__ADS_1
Zack menggeleng kepala menolak, ia tidak mau meninggalkan Aisyah sendirian. Ia tidak akan bisa tenang meninggalkan Aisyah yang sedang bertaruh nyawa di dalam bilik operasi.
"Kamu tenang saja, aku ada di sini menunggu Aisyah. Kita gantian mendoakan Aisyah, yah. Yakin lah pada kekuatan doa, minta lah pertolongan pada Allah. InsyaAllah, jika Allah berkehendak maka akan ada keajaiban yang terjadi". Bujuk Mawar.
Zack menatap Mawar lekat. Ia bersyukur miliki Mawar di sisi nya selalu mengingatkan nya pada tuhan mereka yang esa. Zack sangat menyayangi Mawar seperti saudara. Meskipun mereka lahir dari rahim yang berbeda tapi darah yang mengalir di tubuh mereka berasal dari benih yang sama. Maear merupakan anak dari istri pertama pak Santo sedangkan Zack lahir dari rahim perempuan yang merupakan pelakor dalam rumah tangga Bu Saras dan pak Santo.
Meski pun Zack merupakan anak dari wanita yang telah merebut ayah daru ibu nya. Tapi Mawar tetap menyayangi Zack altanpa melibatkan kisah kelam keluarga mereka. Begitu pun dengan bu Saras. Ia masih menghormati Zack sebagai pria yang berhasil mempertemukan dirinya dengan sang putri yang di bawa lari oleh mantan suami nya dulu.
"Baik lah, aku akan menunaikan sholat di sini tapi setelah mengganti pakaian. Jadi jik kamu mau sholat, lebih baik kamu duluan aja. Aku harus menunggu seseorang membawa aku pakaian ganti...". Imbuh Zack sambil memperhatikan pakaian nya yang masih berlumuran darah akibat menggendong Aisyah tadi.
"Baik lah kalau kamu mau nya seperti itu, aku pergi dulu. Kamu juga harus tetap tenang di sini. Jangan berpikiran yang macam - macam. Pikir kan saja hal yang bisa membuat mu tenang. Kirim semangat untuk Aisyah dari sini. Yakin lah jika kamu mengingat kenangan indah bersama Aisyah, maka dia di dalam juga akan mengingat itu. Dia akan terus berusaha untuk hidup jika kamu dan kita semua memberikan dukungan". Imbuh Mawar mengingatkan.
"Aku pergi dulu. Aku akan kembali untuk menggantikan mu menunggu Aisyah". Mawar pamit pada Zack. Walau pun ragu meninggalkan Zack sendirian tapi ia juga harus yakin jika Zack pasti bisa mengontrol dirinya sendiri.
Setelah Mawar pergi. Zack menghubungi anak buahnya untuk membawakannya baju ganti. "Bawakan aku baju ganti segera. Aku beri kalian waktu hanya dalam sepuluh menit, jika lambat maka kalian tahu akibatnya". Ujar Zack pada anak buahnya melalui panggilan telepon..
Setelah mengatakan itu, tanpa menunggu tanggapan anak buah nya. Ia langsung mematikan panggilan sepihak.
__ADS_1
Sementara Dilan langsung di buat gelagapan dengan permintaan bos nya. Posisi nya saat ini berjarak sangat jauh dari rumah sakit di mana Zack berada. Ia sedang berada di tengah kota menyelidiki sesuatu yang mengganjal di pikirannya tentang kecelakaan yang menimpa mobil yang menculil Aisyah tadi. Sekarang ia sedang bersama mata - mata yang di kirim oleh Danish ke dalam klan mereka. Ia curiga jika rencana mereka bocor ke telinga mereka sehingga terjadi lah tragedi mengenaskan ini.
"Kali ini kamu bebas! Aku harus menyelamatkan nyawaku terlebih dahulu terhadap amukan tuan Zack. Jika tidak mungkin saat ini kamu dan rekan - rekan mu akan lenyap di tangan ku saat ini juga". Batin Dilan membatalkan niatnya mengorek informasi dari mata - mata itu.