
Mbah Suryo dan mboh Darmi saling menatap dengan penuh haru dengan niat baik Zack pada mereka. Tanpa sengaja air mata mengalir ke pipi mereka, walau pun bukan darah daging mereka tapi bersyukur di usia mereka yang tidak lagi muda ini dan mulai sakit - sakitan akhirnya mereka memiliki seorang anak yang mau merawat mereka dengan tulus.
"Kami sangat terharu dengan niat baik mu nak muda. Tapi jika kamu hanya ingin membalas budi sama kami, itu nggak perlu nak. Kami ikhlas merawat mu tanpa meminta balas budi sedikit pun. Jika kamu ingin pergi tidak perlu memikirkan kami, kami sudah terbiasa hidup berdua saja". Imbuh mbah Suryo tidak enak hati, alias segan pada Zack.
Zack menggeleng kan kepala nya membantah ucapan mbah Suryo. "Tidak, saya tidak akan meninggalkan kalian di sini, saya tidak tega. Dalam kondisi seperti ini udah seharusnya anak yang melakukan bakti bukan malah mengabaikan dan meninggalkan kalian di sini sendirian bertahan hidup. Jika kalian tidak ingin ikut dengan ku maka pergi lahan bersama anak kandung kalian maka baru lah saya bisa lega meninggalkan kalian. ..". Tolak Zack dengan sangat tegas..
Mendengar Zack meminta mereka tinggal bersama anak sendiri membuat pasangan tua itu tertunduk sedih. "Kami tidak memiliki keturunan, cu. Allah tidak pernah mengamanahkan kami seorang pun anak untuk kami jaga dan didik sehingga sepanjang usia kami akan selalu kesepian..". Tutur Mboh Darmi sendu.
Zack tercengang, tidak menyangka jika ucapannya tadi adalah salah dam kini telah menggores hati pasangan mulia di hadapannya. "Maaf kan saya mbah, mboh. Saya tidak tahu jika hidup kalian sangat kesepian seperti ini tapi bersyukur lah karena kalian saling melengkapi satu sama lain, walau pun tidak di karunia anak tapi hidup kalian tetap bahagia karena miliki pasangan yang baik, sanggup hidup semati. Cinta kalian adalah cinta sejati yang akan saya jadikan tauladan. Doakan saya nanti juga akan mendapatkan wanita yang mau menerima saya apa adanya, sanggup hidup dengan semua kekurangan yang saya miliki".
"Aminnn". Seru mbah Suryo dan Mboh Darmi serentak mengaminkan doa yang di pohon pria muda di hadapan mereka.."nggak perlu meras bersalah, cu. Kami sudah ikhlas dengan ketetapan yang di berikan oleh yang maha kuasa pada pernikahan kami". Sambung mboh Darmi sambil memeluk lengan suaminya mesra. Zack yang melihatnya tersenyum iri melihat keharmonisan pernikahan mereka.
Meskipun di uji dengan banyak kelemahan dan kekurangan tapi tiada sedikit pun terpancar rasa keberatan di wajah tua mereka. Memiliki pasangan yang tepat untuk menemani masa tua mereka sudah lebih dari bersyukur.
"Kalah begitu izinkan saya menjadi bahagian dalam kebahagian kalian". Sahut Zack setelah puas menatap pasangan itu dengan iri..
__ADS_1
"Maksud kamu apa, cu?". Bingung mbah Suryo dan mboh Darmi serentak..
"Iya, saya ingin melengkapi kebahagian kalian dengan menjadi anak atau cucu angkat kalian, itu pun kalau mbah Suryo dan mboh Darmi berkenan menerima permintaan saya. Saya sangat ingin menjadi keluarga kalian dan turut merasakan hangatnya berada dalam pelukan kalian tanpa ada yang cemburu". Goda Zack.
Mboh Darmi menatap suaminya dengan tatapan tidak percaya. "Mas, akhirnya kita memiliki anak...". Seru Mboh Darmi girang sambil menggoyang - goyangkan perlahan karena saking haru nya.
"Iya dek. Akhirnya ada yang suka rela menjadikan kita keluarga nya". Mbah Suryo kemudian beralih menatap Zack lekat. "Kami begitu gembira, cu. Jika kamu mau menjadikan kami keluarga mu. Dari dulu kami selalu ingin mengadopsi seorang anak tapi tiada yang mau menyerahkan anak mereka untuk kami tawat. Mereka kata kami ini pasangan sial, maka nya tidak di berikan keturunan dari yang maha pengasih. Tidak menyangka jika di usia kami yang sudah rentan ini malah baru tuhan mengirim seorang anak baik hati untuk mengabulkan doa kami selama ini. Terima kasih ya Allah, terima kasih ya cu sudi mengangkat kami jadi keluarga kamu". Lirih Mbah Suryo terharu.
Suasana haru tercipta seketika dengan permintaan sederhana dari Zack yang ingin menjadi bahagian penting dalam kebehagiaan yang mereka rasakan. Ketiga nya saling berpelukan menumpahkan rasa syukur dalam hati masing - masing.
Mboh Darmi sudah melarangnya dan akan melakukannya sendiri tapi Zack nyesel dan malah marah jika mboh Darmi yang melakukannya tanpa bantuan dari nya. Bukan meragukan pasangam tua itu tapi Zack hanya khawatir jika terjadi sesuatu pada mereka sedangkan ia tidak ada di tempat. Cukup mereka berdua tinggal di gubuk saja masak hasil panen nya saat pulang dari kebun.
Mbah Suryo dan Mboh Darmi sangat bersyukur ada Zack untuk mengurangi beban hidup mereka. Semenjak Zack sadar, mereka akhirnya bisa lagi merasakan makan sayur - sayuran, bahkan bisa makan ikan hasil Zack memancing.
"Terima kasih ya, cu. Berkat kamu kami bisa lagi merasakan nikmat nya makanan seperti ini tidak melulu makan bubur masin saja seperti dulu". Tutur mboh Darmi terharu.
__ADS_1
Di hadapan mereka saat ini terhidang makanan sederhana ala gubuk, yaitu rebus bayam terung, ikan lele bakar dan juga beberapa buah segar liar yang Zack dapatkan di sekitar sungai..
"Alhamdulillah jika mbah suka, saya akan masak setiap seperti ini jika kalian juga suka". Imbuh Zack iba. Tapi melihat kedua nya makan dengan sangat lahap membuatnya bersemangat untuk memancing dan merawat kebun terbiar di belakang gubuk.
Ia juga berniat pergi ke toko yang letak nya jauh di seberang sungai untuk membeli beberapa bahan dapur seperti minyak, garam dan bumbu - bumbu lain nya untuk menambah nikmat masakannya. Kebetulan baju yang ia kenakan malam kecelakaan itu tersisa banyak ia kes di saku celana, bahkan isi dompet nya masih utuh.
Jujur ia tidak pernah makan hidangan seperti ini, tapi karena menjaga perasaan orang tua angkat nya ia memaksakan dirinya menelan semua.
Setelah makan, Zack mengizinkan mboh Darmi mencuci piring karena stok air di gubuk juga masih banyak. Sedangkan mbah Suryo menemani sang istri. Zack pula menuju penyimpanan pakaian mencari baju yang dulu ia gunakan saat kecelakaan.
"Syukurlah, ada uang kes sebanyak tiga juta di dompet, dan beberapa uang receh di saku baju dan celana. Besok aku akan menuju pedesaan untuk membeli bahan dapur dan beberapa baju untuk mbah Suryo dan mboh Darmi...". Zack kemudian menatap foto berukuran kecil yang tersulit di dompet nya.
"Mereka pasti sangat khawatir dengan ku. Sabar ya, aku pasti akan kembali menemui kalian setelah tubuh ku benar - benar pulih dan kekuatan ku kembalikan seperti semula. Maaf jika membuat kalian semua cemas". Gumam Zack sambil menatap sendu foto Mega, Panji dan dirinya yang sedang merangkul hangat.
Zack kemudian beralih pada ponselnya. Mencoba menghidupkan tapi sama sekali tidak berhasil. "Sudah beberapa bulan tidak di isi daya, pasti mati lah". Gumamnya lagi merasa dirinya bodoh.
__ADS_1
"Aku akan ke pedesaan mengecas nya besok, aku harus tahu bagaimana keadaan semua nya?".