
Zack segera menarik tangan Aisyah menjauh dari pembatas lalu memeluknya erat dalam dekapannya.
Aisyah kaget, ia pikir Zaco sakit hati dengan sikapnya dan ingin membunuhnya agar tidak berlanjut. "Kamu nggak marah?". Tanya Aisyah merasa bersalah.
Zack menggeleng kepala tanpa berkata - kata. Menetralkan kembali emosinya akibat wanita jadi - jadian yang baru saja pergi. Setelah puas memeluk Aisyah dan emosinya sudah kembali terkendali, ia pun perlahan melepas pelukannya pada Aisyah dan menatap lekat wanita di hadapannya.
"Sedang apa kamu di sini? Kamu nggak tahu bagaimana aku khawatir dengan keadaan mu, hah? Aku hampir gila tahu nggak tadi sampai - sampai tidak menyadari jika wanita yang ku peluk tadi itu bukan kamu. Dan bodohnya aku sampai menyatakan cinta pada wanita jadi - jadian itu, mau di letak di mana muka aku kalau ada yang lihat adegan tadi. Malu aku!". Kata Zack merasa begitu bodoh.
Aisyah menahan tawanya dengan menggigit bibirnya di hadapan Zack. Ingin ketawa takut membuat pria itu kembali marah, dari sudut matanya tadi sudah buat takut setengah mati jadi tidak mau jika hal itu terjadi lagi.
"Puas kamu kan lihat aku di kejar - kejar oleh banci itu. Tega kamu sebagai saudara tahu nggak, aku sakit hati banget". Bibir Zack manyum kayak bibir ikan.
"Olala, nggak usah manyum gitu dong. Kamu kamu di bujuk dengan bergaya begitu?". Tawar Aisyah..
Zack mengangguk.
"Ya udah aku pergi panggil wanita tadi dulu untuk bujuk kamu, ups!". Aisyah menutup mulutnya karena keceplosan lagi menggoda Zack dengan Banci tadi.
"Kamu mau aku makan masih bersikap seperti itu? Sini aku makan kamu sampai tidak tersisa". Ancam Zack mengejar Aisyah di rooftop itu.
__ADS_1
Berbeda dengan adegan tadi jika tadi Zack lah yang di kejar dengan wajah bengis melekat di wajahnya sekarang giliran ia yang mengejar dengan wajah yang sangat bahagia. Jalan Aisyah untuk lari sudah buntu, ia merapatkan kedua tangannya di depan wajahnya meminta ampun.
"Baik - baik tidak akan terulang lagi, aku minta ampun tolong maafkan lah hamba wahai Raja Zack yang budiman". Ucap Aisyah dengan sangat berharap.
Zack tersenyum menang dan kembali membawa tubuh Aisyah ke dalam pelukannya. "Baik! Aku pegang kata - kata kamu, jika berulang lagi maka aku akan memelukmu seperti ini tidak kira di mana pun jika kamu bertingkah maka aku akan langsung memelukmu". Zack memejamkan matanya menikmati pelukan bersama wanita yang di cintainya.
Aisyah mengangguk setuju dengan perkataan Zack bukan setuju untuk berhenti membuat Zack kesal tapi ia malah akan semakin sering membuat pri itu kesal jika hukumannya hanya sebuah pelukan, bukannya membuat jerah hukuman itu malah membuatnya ketagihan.
"Aku ingin memastikan rahasia apa yang kamu sembunyikan selama ini yang kamu katakan bisa membuat aku benci pada mu jika sampai ku mengetahuinya? Sekarang katakan yang sejujurnya..". Tanya Aisyah dalam pelukan Zack.
Zack tercengang, jika tadi ia berani berkata jujur karena keadaan mendesak tapi sekarang ia baru saja merasakan bahagia dan pelukan hangat dari Aisyah membuatnya kembali takut berkata jujur, takut jika momen bahagia ini akan berubah berbalik dengan meregangnya hubungan mereka yang baru saja membaik.
Zack menghembus nafas berat lalu menatap mata Aisyah lekat. Walau bagaimana rapinya ia menyimpan rahasianya pasti suatu hari ini akan terbongkar, Aisyah sudah mengakui jika ia sudah tahu soal rahasianya itu pasti sekarang wanita itu hanya ingin mendengar kejujuran dari nya secara langsung.
"Jangan katakan hal itu dulu padaku, sekarang aku cuma mau dengar secara langsung kamu jujur tentang perbuatan kamu dulu yang masih kamu rahasiakan hingga sekarang. Soal perasaan kamu aku nggak peduli!". Tegas Aisyah dengan sorot mata serius.
Zack menelan slavina berat, baru saja ia melihat Aisyah ceris, tertawa lepas dan selalu menggodanya sekarang tiba - tiba berubah serius.
"Aku akan berkata jujur sekarang, kamu dengarkan baik - baik yang ingin aku sampaikan". Ucap Zack mengalah.
__ADS_1
"Udah langsung saja nggak perlu bertele - tele nggak berkesan karena maafky tergantung keinginanku". Bentak Aisyah mulai kesal.
"Aku dari dulu sudah tahu keberadaan kamu di panti asuhan milik Ibu Fatimah, aku sempat mencari tahu dan beruntungnya usahaku mencari mu membuahkan hasil tapi yang aku sesali hingga kini kenapa aku tidak berkata jujur pada Daddy dan mami tentang kamu. Aku awalnya ingin mengatakan pada mereka tapi saat pulang dari panti asuhan malah mendengar oma, ibu kepada mami murka karena hal yang sama....". Zack kembali mengingat perlakukan Oma kepadanya waktu wanita tua itu masih hidup. .
Walau bagaimana pun ia bersikap baik, Zack tetap selalu di perlakukan tidak baik oleh oma. Aisyah masih setia mendengar cerita dari Zack tanpa memberi sedikit pun celaan pun.
"Oma sepanjang hidupnya selalu menyayangi kamu, hari - harinya selalu di liputi kesedihan atas menghilangnya kamu sebagai cucu kesayangan nya. Meskipun Daddy pada saat itu udah sukses, sudah memilki aset perusahaan yang terbilang banyan tetap tidak membuat oma bahagia. Semua orang di mansion tiap hari tidak luput dari amukan oma yang tidak becus mencari keberadaan kamu, bahkan keberadaan ku menjadi kan oma semakin murka. Mami Mami terbagi juga untuk menjaga ku, membesarkan ku sedangkan anak kandungnya belum di temukan sampai akhir hayatnya....".
"Aku dendam dan tidak ingin membawa kamu kembali ke dalam Keluarga kamu karena aku takut di buang dan di pisahkan dari mami dan daddy. Oma pernah menegaskan untuk mengembalikan aku ke panti asuhan setelah kamu berhasil di temukan. Aku yang masih labil, cemburu dan ingin menguasai masih sayang mami dan daddy sendiri pun memutuskan untuk tidak mengatakan yang sebenarnya pada mereka pada saat itu....". Sambung Zack merasa bersalah..
Dari sudut matanya sangat jelas bahwa ia menyesal dengan kebodohannya dulu. Air mata penyesalan menetes dari matanya tapi sebisa mungkin ia sembunyikan dari terlihat dari terlihat oleh Aisyah.
"Kamu tahu apa yang aku sesali selama hidup ini?". Tanya Aisyah dengan nada ketus.
Zack menatap nya dan menunggu ia melanjutkan perkataan nya.
"Membenci ibu dan ayah selama 23 tahu". Sambung Aisyah dengan wajah dingin. "Aku berpikir selama ini aku adalah anak yang sengaja di buang ke panti karena kedua orang tua ku tidak mau membesarkan aku sama seperti sebagian anak panti yang main. Aku bertekat tidak akan pernah mau bertemu mereka sampai kapan pun bahkan di setiap doa ku tidak pernah terselit untuk mendoakan kesehatan mereka malahan aku selalu berdoa agar mereka selalu sengsara dan doakan di kabulkan Allah...".
"Mami selalu di funding kesedihan karena rindu pada ku dan itu pasti sangat menyakitkan untuk nya, sedangkan ayah di beri penyakit jantung. Kejam kan aku menjadi anak?". Tanya Aisyah pada Zack yang tercengang mendengar penjelasannya.
__ADS_1
"Maafkan aku, aku benar - benar menyesal". Lirih Zack luruh berlutut di hadapan wanita yang ia cintai.
Aisyah tidak menjawab dan malah berjalan menuju pintu rooftop meninggalkan Zack yang sudah berlutut memohon maaf dari nya.