
7Zack ikut syok melihat reaksi mbah Suryo saat memegang tangan Panji. Ia merasa pasti mbah memiliki kemampuan khusus sehingga terjadi seperti itu. Tapi cukup lama mbah Suryo seperti iti sehingga Zack khawatir terjadi apa - apa, maka nya ia mencoba menyadarkan mbah Suryo kembali.
"Mbah nggak kenapa - napa kan?". Tanya Zack penasaran.
Dengan tiba - tiba juga mbah Suryo melepas tangan Panji dengan kasar. Ia mengatur nafasnya mengembalikan keseimbangan dirinya. "Mbah nggak papa". Balas mbah Suryo melegakan Zack.
"Bagus lah kalau mbah baik - baik saja. Saya hampir saja berpikir yang aneh - aneh.". Zack beralih menatap dokter. "Dokter, tolong periksa kesehatan dia juga. Saya ingin memastikan mbah Suryo dalam keadaan baik - baik saja sebelum ia nekat melakukan sesuatu". Titah Zack pada Dokter.
"Baik tuan". Seru dokter setuju. "Mari mbah, kita ke ke ruangan saya untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh". Tawar dokter pada mbah Suryo.
"Nggak perlu, nak Zack, Dokter. Saya baik - baik saja. Saya lebih mengenali tubuh saya sendiri". Tolak mbah Suryo.
"Saya bukan ingin meremehkan kebolehan mbah. Tapi apa salahnya melakukan pengecekan untuk membuat laporan medis secara bertulis dan akurat. Ini hanya diketahui antara kita - kita saja kok. Mbah mau, yah". Bujuk Zack. Ia khawatir jika mbah Suryo mengidap penyakit kronis hingga membahayakan nyawa nya sendiri saat melakukan sentuhan seperti tadi.
"Baik lah...". Mbah Suryo akhirnya tidak menolak lagi. Alasan dia tidak ingin mengecek kesehatan nya adalah karena selama ini ia tidak pernah merasa sakit yang berarti. Hanya sekedar sakit sendi sebentar kerana terlalu kecapean.
Setelah kepergian mbah Suryo, Zack turut keluar ruangan menuju ruang rawat Aisyah untuk melihat keadaan wanita yang di cintai nya itu.
__ADS_1
"Assalamualaikum, Syah". Seru Zack lirih saat melihat Aisyah masih betah menutup matanya..
Zack duduk di samping brangkas lalu menggenggam tangan Aisyah erat dan menciumnya. "Kapan kamu sadar sayang, aku sudah rindu bercanda dengan kamu. Maaf kalau kalau aku lambat memberi tahu kamu tentang perasaan ini. Jadi aku mohon beri aku kesempatan untuk mengungkapkannya secara langsung padamu. Sadar lah dan kita akan melakukan semua hal yang membuat kamu bahagia. Aku rindu sama kamu, aku sangat sayang sama kamu, Syah". Imbuh Zack lirih.
Air matanya kini berjatuhan ke pipinya membuktikan jika ucapannya benar - benar keluar dari hatinya. "Kamu tahu nggak, Jasmin ternyata memiliki saudari kembar yang sangat jauh berbeda dengan wataknya. Mereka seperti langit dan bumi... Kalau kamu melihat mereka pasti nggak akan percaya...aku nggak boleh lama - lama nemenin kamu. Aku harus menyelesaikan semua masalah yang terjadi pada keluarga kita. Untuk sementara waktu aku akan menghendle perusahaan, tapi kalau kamu tidak segera sadar, jangan salahkan aku kalau aku tidak lagi memperdulikan semua aset milik kamu. Aku juga manusia biasa, Syah. Aku tidak akan sanggup jalani hidup ini tanpa orang yang aku cintai memberi support di sisi ku, aku butuh kamu menyingkirkan semua lelah ku...". Lirih Zack berbisik di telinga Aisyah agar wanita itu mendengarnya dengan jelas.
Hampir sejam Zack berada di dalam ruangan Aisyah, menceritakan semua yang terjadi ke belakangan ini pada Aisyah seperti biasa. Semenjak Aisyah koma, Zack menceritakan semua hal yang indah dan bisa membuat Aisyah penasaran agar ia ada motivasi untuk berusaha sadar dari koma. Tanpa lelah tapi Zack menjadikan hal itu untuk mendekatkan hati mereka berdua.
Drrrrttt, drrrttt, drrrttt
Ponsel Zack membuat pria itu berhenti bercerita, ia meminta izin pada Aisyah untuk mengangkat panggilan dan pamit keluar sebentar, ia akan masuk kembali nanti dengan membawa seseorang yang sering ia cerita kan juga.
"Ada apa? Katakan yang seperlunya saja, jangan banyak omong kosong!". Ujar Zack setelah mengangkat panggilan di luar ruangan..
"Aduh, kamu memang tidak pernah berubah. Selalu saja dingin. Tapi sebentar lagi kamu pasti tidak bisa bersikap seperti itu lagi. Sifat arogan kamu itu lah yang selalu membuat kamu berada dalam jurang kegagalan. Tapi setelah melihat nya, jangan anggap aku berhenti membalas dendam pada mu. Kita tetap akan menjadi musuh sehingga ajal kamu menjemput. Eh, salah aku lah malaikat maut kamu, jadi tunggu saja aku akan datang mencabut nyawa tak lama lagi, ha ha ha...".
Pria yang berbicara di seberang sana terus saja memanas - manasi telinga Zack. Tapi ia tidak tahu, Zack bukan hanya tidak menanggapi ucapan pria itu, ia malah tersenyum sinis penuh kemenangan.
__ADS_1
"Sudah ngomongnya? Aku tiada masa untuk meladeni ocehan nggak jelas dari orang yang selalu berkhayal ketinggian. Aku katakan sekali lagi, aku tidak pernah merasa gagal, tapi kamu yang selalu gagal....". Setelah mengatakan itu, Zack mematikan panggilan karena yakin pria di seberang sana pasti sedang emosi setelah mendengar ucapannya.
"Sial!! Dia sama sekali tidak kesal... Setelah rencana ku berhasil dan membuat aki beresan dengan rekan bisnisku, maka aku akan memastikan pria arogan itu mati kutu. Aku akan menghancurkan semua yang ia miliki. Keluarga, cinta dan harta akan aku singkirkan dari hidupnya. Aku akan pastikan dia tidak akan pernah hidup bahagia. Dia berani mengusik hidupku dan berani menyembunyikan Jasmin dariku! Aku Danish Sumarta, tidak akan tinggal diam!". Danish menghentakkan meja kesal dengan respon yang di berikan Zack.
Ia menghubungi Pundas untuk menanyakan keadaan Cleo sekarang beberapa jam setelah selesai operasi wajah. Ia ingin memastikan rencana nya berjalan lancar. Ia ingin langsung menjenguk Cleo tapi ia khawatir gerak - gerik nya menarik perhatian Robert dan Ronal. Dua ponakannya itu saat ini pasti sedang mengumpulkan bukti perselingkuhannya bersama Shela sehingga menghasilkan dua orangpastikan
"Aku harus berhati - hati dalam menghadapi dua orang bocah ingusan itu. Mereka bisa saja menghancurkan bisnis yang sudah puluhan tahun ku bangun jika aku salah mengambil tindakan. Walau pun Meranti percaya dengan omol9l0lll
ngan ku, tapi tidak dapat di pastikan jika ia selama nya akan percaya. Aku harus menggagalkan semua rencana Robert dan Ronal untuk menjatuhkan ku, aku harus bergerak satu langkah ke hadapan melawan mereka, untuk Zack biar Pundas yang mengurusnya...". Gumam Danish.
Praaakkkk...
Danish kaget karena pintu ruangan nya di buka dengan kasar.
"Daddy?? Sedang apa daddy di sini?". Tanya Danish saat mengetahui mertua lelakinya yang membuka pintu.
Tiada tanggapan hanya tatapan tajam yang di tunjukkan padanya. Mertua Danish duduk dengan menyilangkan kaki dihadapan Danish tanpa di persilahkan. Danish yang sudah mengerti pun hanya bisa menghela nafas berat. Ia yakin bahwa otak mertuanya itu sudah di cuci oleh dua ponakan istrinya.
__ADS_1
"Daddy mau minum apa? Biar aku suruh anak buah ku membawanya untuk daddy". Tawar Danish mencairkan suasana.
"Jangan coba - coba mengambil hati ku lagi! Aku sudah tahu siapa kamu sebenarnya...". Sahut mertua Danish.