Pelakor Pilihan Mertua

Pelakor Pilihan Mertua
Bab 179 Pesan terakhir dari Aisyah


__ADS_3

Zack sudah berhasil menyebrangi jembatan gantung dari pedesaaan menuju gubuk mbah Suryo dan mboh Darmi dengan membawa banyak bahan dapur. Seperti beras 1 pek yang berisi lima kg, minyak satu bungkus berisi 1 liter, garam, aji dan banyak lagi bahan lain nya dengan menggunakan dua kresek hitam bersaiz jumbo.


"Banyak banget belanjaan kamu, cu. Pasti kamu berat ya bawanya, maaf ya mbah nggak bisa nolongin kamu bawa barang belanjaan itu". Ujar Mbah Suryo merasa bersalah melihat Zack kerepotan membawa semua belanjaannya dari desa.


"Ini nggak berat kok, mbah. Tenang aja, ini masih bisa saya bawa sendiri kok. Bahkan ni yah kalau mbah dan mboh mau ke desa tapi nggak kuat untuk jalan, saya bisa kok gendong kalian di punggung ku kita sama - sama ke desa". Tawar Zack sambil meletakkan barang belanjaan nya di dalam gubuk kecil mereka.


"Ah kamu bisa aja, cu. Kami ini udah tua, udah nggak kuat kemana - mana. Maaf ya, cu kalau kami merepotkan kamu, sama sekali tidak membantu sedikit pun. Kalau kamu udah sembuh total alangkah baiknya kamu segera ke kota, tempat kamu berasal jadi ngga perlu hidup susah seperti ini". Sambil mengeluarkan satu persatu belanjaan Zack dari kantong kresek.


Mata mboh Darmi berbinar saat melihat sebungkus mi instan juga berada dalam sana. Ia pernah memakan makanan itu sekali saat tetangganya pertama kali membawakan kan ia dan suami nya beras. Tetangganya itu tidak lagi membawa makanan jenis itu karena kereporan saat membawanya jadi tetangganya hanya membawa bahan pokok saja.


"Mboh kenapa menangis? Ada serangga yang gigit mboh?". Cemas Zack.


"Itu karena sudah lama mboh kamu itu pengen banget makan mi yang di bungkus cantik itu. Baru sekali memakan nya tapi sampai sekarang ia sangat merindukan makan mi itu...". Jelas mbah Suryo mengenal baik istri tercintanya.


"Ah, kamu jangan asal ngomong mas. Aku mana ada rindu makan mi ini. Tadi itu ada debu dan masuk ke mata aku". Elak Mboh Darmi malu.


"Kamu tidak bisa bohong dek. Aku tahu kamu bagaimana, tapi maaf karena aku tidak bisa memberikan nya padamu. Aku suami yang tidak becus...". Mbah Suryo ikut sedih.

__ADS_1


Zack terharu kerena kehadirannya bisa sedikit bisa meringankan beban yang selama ini kedua orang tua itu simpan rapi antara santi sama lain.


"Sudah nggak perlu sedih - sedih lagi. Sekarang ada aku yang akan memenuhi keinginan kalian, selagi itu bisa aku lakukan maka aku aku melakukannya untuk kalian. Sekarang saya panaskan air dulu yah, dan kita sama - sama makan mi ini". Zack beranjak meninggalkan kedua orang tua itu yang masih di serang haru si hati mereka..


Zack mulai menyalakan api pada kayu kering yang ia kumpulkan dari hutan semalam. Sambil menunggu air nya mendidih dan nasi nya matang, Zack mengeluarkan ponselnya yang sudah di cas di warung makan bakso tadi.


"Yah nggak ada rangkaian nya". Imbih Zack kecewa. Ia menggerakkan ponselnya ke sana ke sini mencari rangkaian untuk ponsel nya.


"Aku harus pergi ke tempat yang lebih tinggi, siapa tahu bisa dapat..". Gumam Zack berniat pergi tapi air rebusan mi nya udah mendidih. Manakala nasi udah hampir matang dengan sempurna. "Selesaikan dulu deh. Mboh Darmi dan mbah Suryo pasti udah nggak sabar menikmatinya".


Zack terus melangkah mendaki bukit di sekitar kebun tapi tetap belum mendapatkan apa yang ia cari. "Padahal tadi di warung aku lihat mereka semua bermain ponsel, ada yang nonton video dengan lancar juga tapi kenapa di sini nggak ada sama sekali rangkaiannya, jarak dari sini ke desa menurut aku tidak terlalu jauh kok". Zack terus bergumam sambil melangkah tidak tentu arah.


Tiba - tiba ia menabrak sebuah pohon gedek. Mendongak ke atas dan me dapati pohon itu sangat tinggi dan besar. Sebuah ide terlintas di pikirannya. Ia mengeluarkan parang bersaiz sederhana dari baby yang ia pakai.


"Betul apa yang di katakan oleh mbah Suryo, bawa terus parang ini kemana pun kita pergi. Selain untuk berjaga - jaga dari kejadian yang tidak di kehendaki ia juga berguna di saat - saat genting seperti ini. Tinggal di perkebunan yang di kelilingi hutan lebat membuat benda tajam ini sangat di butuhkan di mana pun da kapan pun seperti saat ini.


Zack mulai mengambil sebatang bambu yang letakkan tidak jauh dari pohon besar tadi. Ia mengajar sesuatu yang terlihat seperti persegi empat siap dengan tutupnya yang mudah di gunakan. Selama tinggal bersama mbah Suryo, banyak pengetahuan tentang teknik anyaman bambu, daun dan bahkan kayu.

__ADS_1


Zack mengetes anyaman bambunya dengan memasukkan ponselnya ke dalam benda itu.."Pas". Gumam Zack berhasil.


Ia kemudian mencari tanaman yang bisa di jadikan tali. Setelah menemukan ia segara mengingatkan ujung tanaman berbentuk tali yang sangat panjang itu pada anyaman bambunya. Ponsel nya di keluarkan terlebih dahulu lalu anayama. Bambu itu di lempar ke cabang pohon yang sesuai. Setelah beberapa lemparan baru lah ia tali itu berhasil menyebrangi cabang ranting itu. Anyaman bambu itu di turun kan secara perlahan sehingga ia bisa menggapainya.


Sebelum memasukkan ponsel miliknya ke dalam anyaman bambu itu, Zack terlebih dahulu menghidupkan data di ponselnya lalu memaksimumkan volume deringan ponselnya agar ia tahu kalau di atas pohon tinggi itu ada rangkaian.


Ponsel sudah berada di atas dan benar tebakannya sebelumnya kalau di atas pohon tinggi itu ada rangkaian terbukti dengan masukkan notifikasi pesan di ponselnya. Setelah ponsel miliknya sudha tenang dan tak ada lagi deringan nyaring, Zack menurunkan kembali ponselnya dan mulai mengecek satu - persatu pesan yang masuk ke dalam ponsel miliknya itu.


Beratus - ratus panggilan tak terjawab, mulai dari beberapa bulan yang lalu sampai lah beberapa hari terdekat. Dari keluarga, anggota klan nya, karyawan bahkan rekan bisnis nya. Ada kontak yang di kenali ada juga dari kontak baru dan belum pernah di save. Begitu juga dengan pesan, beribu - ribu pesan belum di baca. Sebelum membuka semua pesan itu, Zack lebih dulu mensetting aplikasi hijau miliknya agar tetap tidak di ketahui jika ponselnya sudah aktif sekarang dan pesan itu tetap seperti belum terbaca olehnya.


Zack lebih dulu membuka pesan dari wanita yang amat ia cintai, Aisyah. Pesan yang membuktikan wanita itu begitu khawatir padanya tertulis jelas di sana. Bahkan ia sempat bercerita panjang lebar tentang semua kejadian manis yang pernah ia lalui bersama. Kadang kesal, marah tapi kadang membuat ia rindu juga saat bertengkar. Bibir Zack terukir indah di wajahnya mengetahui jika wanita yang ia cintai secara diam ini juga sebenarnya merasakan hal yang sama dengan nya.


Pesan dari Aisyah sudah hampir selesai ia baca, tapi semakin ke bawa pesan itu semakin membuat perasaan Zack tidak menentu.


"Aku tidak sanggup jika kamu tidak ada di sampingku, Zack! Jika kamu benar - benar nggak pulang malam ini maka aku juga akan pergi menghilang!". Pesan berbentuk ancaman itu adalah pesan terakhir sebelum akun Aisyah benar - benar tidak aktif lagi.


"Apa maksud dari pesan terakhir Aish ini? Jangan bilang selama aku hilang beberapa bulan ini dia .....". Zack terus menerka - nerka maksud pesan terakhir dari Aisyah.

__ADS_1


__ADS_2