
Di tempat yang berbeda, Dilan sudah tidak lagi berada berhampiran Zack. Ia sedang melawan begitu banyak anggota Klan Black Tiger sedangkan Zack saat ini sudah di giring keluar bangunan oleh Anas dan beberapa anak buahnya.
"Sekarang kamu tidak akan bisa selama lagi lelaki songong, aku akan pastikan kamu akan kami bawa ke tuan kami dalam keadaan mati, nasi deh kalau nyawa kamu masih hidup. Ha ha ha". Seru Anas girang.
Meskipun pria itu sudah bermandi peluh melawan Zack tapi tidak bisa mengubah mimik wajah menyebalkan yang dari tadi ia pasang di wajah nya. Meskipun ia menyerang dengan beramai - ramai tapi Zack tetap bukan tandingan mereka tapi Anas tetap dengan sombongnya mengatakan jika Zack akan segera mati sedangkan saat nanti ni Zack masih biasa - biasa aja malahan mereka yang tampaknya udah kelelahan.
"Kesombongan mu itu patut saya acung kan jempol, dua lagi malah". Balas Zack meremehkan.
"Heh, lihat aja nanti baji ngan!". Ujar Anas kembali menyerang Zack dengan membabi buta.
Zack menghindar dari segala serangan yang di layangkan padanya, baginya Anas dan semua anak buahnya bukan apa - apa bagi nya biarkan pun ia harus di kerumuni oleh beribu orang musuh yang memiliki keahlian bela diri rendah seperti Anas ia pasti masih bisa meladeni nya. Bukan ingin meninggikan diri, tapi Anas memang hanya memiliki tekat saja untuk menyerang nya. Zack yang berbaik hati hanya menunggu mereka lelah sendiri mengelak dan terus mengelak tanpa ingin membalas karena ia tahu batas kemampuan lawannya.
Dilan yang khawatir dengan Zack berlari untuk menyusul keluar. Saat ia keluar ia baru menyadari ada suatu kejanggalan dari aksi mereka yang menyerat Zack keluar ruang pasti untuk melancarkan satu aksi mereka yang bisa melumpuhkan Zack. Jika menggunakan tenaga tidak bisa mengalahkan pria itu maka ada satu cara yang bisa. Zack juga memiliki keahlian mengelak dari peluruh jika saat orang menembaknya ia lihat, walaupun berada di belakangnya ia juga pasti bisa mengelak kecuali mengunakan strategi....
"Bos! Masuk ke dalam sekarang!". Teriak Dilan pada Zack yang menanggapi ucapannya dengan tatapan bingung.
__ADS_1
"Nggak sudah banyak mikir! Cepat masuk dan jangan berada di luar, mereka sedang merencanakan sesuatu untuk menjatuhkan mu!". Teriak Dilan lagi.
Zack yang mulai mengerti pun menurut dan berusaha menghindar dari serangan Anas dan anak buahnya. Jika ada kesempatan ia langsung berlari menuju pintu masuk tapi baru saja ia menapaki kaki nya tidak jauh dari pintu sebuah peluru menembus tubuhnya dari belakang. Zack tidak diam, ia tetap berusaha berlari menyembunyikan diri di balik dinding sambil menahan sensasi sakit di punggungnya akibat peluruh yang menghantamnya barusan.
Posisi Dilan saat ini sudah jauh dari pintu masuk karena di giring menjauh oleh anggota Klan Black Tiger. Sebagian besar anak buah Zack berada diposisi jauh dari tempatnya bersembunyi, tiada satu di antara mereka yang bisa melihat kondisi Zack saat ini. Peluruh dari pistol jarak jauh yang mengenai tubuh Zack tadi tidak menimbulkan sedikit pun bunyi jadi tiada siapa pun yang menyadari Zack sekarang sudah terkena tembakan.
Tiba - tiba kepala Zack terasa pusing dan tubuhnya susah untuk di gerak kan, jika hanya satu peluru yang menembus tubuhnya ia masih bisa menahannya tapi peluru itu pasti sudah di beri sesuatu untuk melumpuhkan nya.
"Sial, mereka pasti menaruh obat ke peluru ini, rasanya tidak mungkin aku bisa lemas jika hanya satu peluru yang masuk ke tubuh kecuali peluruh ini ada obat nya...". Gumam Zack berusaha menjaga kesadarannya tapi tetap tidak bisa mengalahkan pengaruh obat yang di letakkan di peluruh itu.
Beberapa orang menyelinap masuk ke ruangan melewati setiap kerumunan orang yangs sedang berkelahi. Penyamaran mereka berhasil mengelabuhi Dilan dan anak buahnya. Tiga orang itu memakai seragam klan naga Merah yang mereka curi dari mayat yang tergeletak di jalan masuk gedung.
Dilan yang merasa beberapa pria yang mendekati tempat persembunyian Zack adalah salah satu anggotanya pun tidak ambil pusing malah bersyukur jika Zack berhasil di amankan oleh mereka. Tanpa curiga sama sekali Dilan tetap fokus meladeni musuhnya tanpa berniat menolong.
Keempat pria itu berhasil memotong tubuh Zack keluar dari gedung menuju mobil mereka yanh sudah tersedia menunggu mereka membawa Zack. Setelah mobil itu berlalu pergi semua anggota klan Black Tiger termasuk Anas pun mundur dari pertempuran. Sebelum pergi mereka sempat menunjukka jari tengah mereka pada klan Naga Merah lalu berlari pergi sambil tertawa terbahak - bahak.
__ADS_1
Dilan terheran - heran dengan sikap mereka dengan cepat tersadar jika Zack saat ini berhasil mereka dapatkan, makanya mereka memilih mundur karena yang mereka Ingin kan sudah mereka dapatkan.
"Sial! Kita keculungan oleh mereka, bos sudah di bawa lari oleh mereka yang menyamar menjadi bagian dari kita. Sekarang kita harus mengejar mereka untuk menyelamatkan bos kita!". Seru Dilan dengan kesal. Semua anak buahnya pun bergegas menuju kenderaan masing - masing lalu bergegas mengejar musuh yang kini sudah sedikit jauh dari markasmereka karena terlalu lama bengong memikirkan keanehan sikap musuh mereka tadi.
Kejar - kejaran antara dua klan di jalan tol pun terjadi, aksi tembak menembak antara mereka terus bergema. Mobil yang di kendarai pihak musuh semua sama dengan mobil yang mereka gunakan membawa Zaki tadi. Anak buah Dilan yang mengendarai motor mencoba mencari tahu mobil mana yang di dalamnya ada Zack. Tapi nihil, jendela yang mereka gunakan semua nya gelap, tidak boleh lihat menembusi bahagian dalam cermin yang ada mereka hanya mendapatkan tembakan dari mereka.
Nasip keahlian klan Naga Merah dalam bertempur tidak bisa di remehkan, bahkan di jalan saja mereka bisa ladeni meskipun ada yang akan cedera. Tapi Dilan selaku pelatih bela diri mereka sudah pasti lebih jago ia kini baku adu tembak sambil menyetir mobil sendiri. Di samping kemudi ada anak buahnya yang mencoba membantu meskipun tidak banyak karena musuh menyerang mereka dari arah kiri, kanan, depan dan belakang sehingga dia lebih banyak bersembunyi melindungi diri.
Sedangkan Dilan sama sekali tidak gentar, meskipun musuh sudah menyerang dari segala penjuru ia sama sekali tidak bersembunyi, ia hanya berusaha mengelak dan beruntungnya dia sampai sekarang belum ada peluru yang berhasil menembus tubuhnya. Tekatnya menyelamatkan sang bos sangat besar, jasa yang dia terima dari seorang pria bernama Zack sangat berharga dalam hidupnya. Tanpa Zack mungkin dirinya belum tentu ada sampai sekarang, oleh karena itu ia rela mempertatuhkan nyawa menyelamat penyelamat hidupnya.
"Berhenti kalian! Serahkan bos kami sekarang kalau tidak kalian akan menyesal !". Teriak Dilan kesal. Wajahnya menunjukkan betapa ia murka pada klan Black Tiger karena berani mengganggu ketentraman klan nya, bahkan sekarang mereka berhasil membawa pergi bos nya dalam keadaan tidak bedaya.
Meskipun tidak melihat Zack di tembak tapi Dilan sudah menebak jika hal itu akan terjadi tapi dia tetap saja cukai dalam melindungi ketua mereka itu sehingga berhasil di bawa pergi tanpa sepengetahuan nya.
"Mati saja kau! Jangan banyak bacot! Ha ha ha". Jumlah mereka yang ramai membuat mereka sombong dan tidak menanggapi ancaman Dilan sama sekali malah mereka meremeh kan pria yang sedang mereka kelilingi itu.
__ADS_1