Pelakor Pilihan Mertua

Pelakor Pilihan Mertua
Bab 86 kenyataan Pahit untuk Rehan


__ADS_3

"Tapi aku gugup yah". Balas Aisyah.


"Aish, cepat atau lambat semua orang harus tau siapa pewaris ayah yang sebenarnya. Kamu harus yakin dengan diri kamu bahwa kamu layak berada di posisi mu sekarang, ada ayah dan Zack selalu berada di samp samping kamu sampai kamu bisa, ayok". Panji mengulurkan tangannya pada Aisyah.


"Daddy keluar aja duluan, biar Aisyah bersama aku, dia masih perlu waktu untuk tenangkan perasannya". Kata Zack.


"Kamu bujuk Aish yah! Daddy keluar dulu. Aish ayah tunggu di dalam, Ok". Panji akhirnya meninggalkan Zack dan Aisyah berdua di dalam mobil.


"Kenapa harus aku sih Zack? dari dulu kamu sudah menduduki posisi ini tapi kenapa aku malah menggantikan kamu? aku tidak mau Zack! Kamu lebih pantas karena dari dulu memang kamu yang selalu berjuang memimpin perusahaan menggantikan ayah, berkat kerja keras kamu juga perusahaan ini makin besar dan berhasil membangun cabang di mana - mana". Gumam Aisyah kurang percaya diri.


"Aisyah! Dengar sini! Aku memang sudah ada di posisi ini dari dulu menggantikan daddy, tapi aku sadar dari awal memang hanya ada nama kamu sebagai pewaris tunggal perusahaan ini, tidak pernah tercantum nama aku di sana. Kalau kamu tidak mau turun hanya karena memikirkan perasaan ku, ku katakan padamu aku baik - baik saja". Bujuk Zack.


Ia tahu apa yang membebani pikiran Aisyah hingga membuatnya tidak mau turun dari mobil untuk melakukan komferensi pers.


Aisyah menatap mata Zack dengan lekat. Ada getaran yang sering ia hindari karena status mereka kini adalah bersaudara. Tapi tetap saja rasa nggak enak hati selalu menyelimuti dirinya seakan kehadirannya di dalam keluarga Purbalingga merebut semua yang di miliki Zack selama ini. Kasih sayang dan perhatian kedua orangtuanya kini bertumpu padanya seorang, sekarang ia harus mengambil mengambil posisi Zack di perusahaan setelah komferensi pers yang di adakan selesai.


"Kamu nggak rebut apa - apa dari aku Aisyah, malah aku berterima kasih sama kamu telah meminjamkan semua ini padaku. Sekarang aku ingin mengembalikan semuanya pada kamu lagi... Ayoh kita turun! Daddy paling nggal suka nunggu loh". Bujuk Zack lagi menggandeng tangan Aisyah paksa.


Saat keluar dari mobil Aisyah menundukkan kepalanya karena masih gugup.


"Tegakkan tubuhmu dan lurus kan pandanganmu kedepan". Tegas Zack.


Dengan terpaksa Aisyah menurut untuk menjaga nama baik Panji dan Zack sebagai petinggi dan pemimpin perusahaan pencakar langit di hadapannya. Dengan langkah anggun ia mensejajarkan langkahnya dengan Zack menuju meja dan duduk di samping kanan Panji manakala Zack duduk di samping kiri.

__ADS_1


Sementara di tempat lain, Rehan duduk di tahtanya dengan perasaan gelisah. Ia tidak ingin membuang kesampatan untuk turut menyaksikan komferensi person yang di ada kan di kantor pusat. Acara itu bahkan di tayangkan secara live di pelbagai channel TV di seluruh indonesian. Bukan itu saja, para youtubar terkenal juga turut serta meliput menjadikan konten di channel youtuba mereka.


"Aku yang salah mengenal wajahnya atau dia memang Aisyah? Bukankah komferensi pers ini di langsungkan untuk memerkenalkan....". Rehan membulatkan matanya ketika baru menyadari sesuatu.


"Jangan - jangan Aisyah adalah Natasyah Purbalingga, pewaris tunggal.....". Zack menggelengkan kepalanya tidak percaya.


"Tidak - tidak! Ini tidak mungkin! Aku pasti keliru". Gumamnya lagi.


Karena melamun dengan pikiran kacau, Rehan sampai tidak menyadari bahwa komferensi pers sudah di mulai dari tadi.


"Saya ingin memerkenalkan anak saya Natasya Purbalingga, bayi yang selama ini sama - sama kita nantikan kehadirannya kini berada sudah berada di samping saya, berdiri sayang!". Ucap Panji mengajak Aisyah turut berdiri. Ia kemudian merangkul baru sang anak dengan hangat.


"Bisa anda jelaskan bagaimana anda menemukan putri anda yang sudah lama hilang bahkan banyak yang mengatakannya bahwa putri anda ini sudah mati?". Tanya salah seorang reporter.


Aisyah menatap tidak suka pada ayahnya. "Ayah kok ngomong gitu?". Bisiknya.


"Jika saya lihat wajah putri anda sama dengan wajah mantan istri dari direktur yang bekerja di kantor cabang perusahaan anda yang bernama pak Rehan, apa kah mereka orang yang sama?". Tanya salah seorang reporter lain menyinggung nama Rehan.


Rehan yang mendengar namanya turut di singgung dalam komferensi pers. Awal nya ia kaget kok ada yang tahu tetang hal itu karena selama ini ia sama sekali tidak pernah mengekspos wajah Aisyah sebagai istrinya bahkan status nya sudah menikah jarang yang tahu sebelum menikahi Desi.


Walaupun kaget Rehan tetap menunggu jawaban yang akan di lontarkan oleh Panji sebagai balasan.


"Di sini saya akan jelaskan yang sejelas - jelasnya siapa putri saya yang dulu sebelum identitas sebenarnya terbongkar. Di....". Ucapan Panji terpotong karena Aisyah tampak ingin menyampaikan nya sendiri.

__ADS_1


"Biar saya saja ayah". Bisik Aisyah.


"Baik, perkenalkan nama saya Natasya Purbalingga, sebelum berdiri di samping pak Panji saat ini sudah pasti saya memiliki identitas yang lain. Namamu saya dulu Aisyah Rahayu seorang janda beranak satu, anak saya bernama Muhammad Albar dan nama mantan suami saya yakin kalian sudah tahu. Cuma satu yang ingin saya sampaikan pada semua orang di masa lalu saya, yang sudah begitu baik dan selalu berada di samping saya dari dulu, saya ucapkan terima kasih sebesar - besarnya kalian akan tetap menjadi bagian dalam hidup saya sampai kapan pun".


"Dan untul mereka yang sudah menyakiti aku, saya ucapkan selamat. Selamat karena sebentar lagi kalian akan mendapat hadiah istimewa dari saya. Itu saja terima kasih". Aisyah mengakhiri ucapannya meninggalkan desas - desus di kalangan para penonton.


Rehan menelan slavina nya kasar, ia yakin pesan itu ditujukan untuknya.


" Aaackk". Rehan berteriak dan menjambak rambutnya frustasi.


"Kenapa barus sekarang? Kenapa tidak dari dulu saat masih berstatus istri ku. Kalau aku tahu kamu adalah Natasya Purbalingga akan aku jadikan kau ratu dalam hidupku tapi nyatanya aku malah..., Aaaccchh". Rehan kembali berteriak tidak percaya baru menyadari bahwa ia sudah menyianyiakan berlian berharga hanya untuk sebuah batu kerikil yang sekarang membuat hidupnya sengsara.


Drrrrt


Drrrt


Sedang asik menyesali perbuatannya, ponsel nya berbunyi memaparkan nama sang Desi sebagai pemanggil.


"Kamu sedang apa mas? Kamu nonton komferensi pers juga nggak?". Cerca Desi saat Panggilan baru saja terhubung.


"Emm". Jawab Rehan singkat.


"Nggak nyangka yah, Aisyah ternyata pewaris dari keluarga konglomerat mas!". Desi terdengar tidak percaya.

__ADS_1


"kamu pasti merasa menyesal kan mas?". Tanya Desi lagi.


__ADS_2